
Ken memasang wajah sedatar mungkin dengan posisi kaki masih menginjak kaki sahabatnya. Netranya tak berpaling dari pria yang sangat dibencinya.
" aku ingin kau membuang makanan ini " Ken mengkode dengan matanya, dengan tangan yang menyilang didepan dadanya. Manager restauran dengan sangat gugup mengambil makanan yang ada diatas meja, pasalnya ia sangat tau siapa yg tengah ia hadapi.
" bukan kau, tapi dia yang harus membereskan semua ini. " jari telunjuk ken mengarah kearah Dani yang sedari tadi sudah menahan rasa amarahnya.
Manager langsung memalingkan wajahnya ke arah Dani, dan mengkode kode Dani agar Dani mau melakukannya.
Dani berdecih kesal, pasalnya pamornya akan jatuh jika ia membuang masakan yang disajikan untuk tamu VVIP. Karna selama ini tidak ada makanan yg tidak disukai oleh para pengunjung restauran.
" hmm... kau tidak mau melakukannya? baiklah, aku tidak akan memaksa. " Ken langsung berdiri dan juga Adam tidak mau kalah dia ikut berdiri mengikuti Ken.
" Dan kau... " tatapan dingin Ken berpaling pada manager restauran, " kau bersiap-siaplah, aku tidak pernah main main dengan ucapanku. " Ken menyinggung senyuman tipis.
Saat Ken ingin melangkah, tangannya langsung dipegang oleh Manager restauran yang sudah keringat dingin dengan ancaman ken.
" Tu tuan, baiklah Chef Dani pasti akan membereskan makanan yang ada di meja ini. Anda silahkan duduk kembali tuan.
Manager melangkah mendekati Dani yang masih berdiri disana. manager berbicara berbisik pada dani
" tolonglah buang sedikit egomu, aku pastikan tidak ada yang tau soal ini hingga pamormu sebagai seorang chef yang handal tidak akan jatuh. Tuan Ken bukan orang sembarangan dia juga mampu menutup restauran ini, apa kau mau restauran ini hanya tinggal nama?? disini banyak sekali pekerja apa kau tidak kasian pada mereka?? ayolah Dani jangan buat tuan Ken sampai murka. "
Chef Dani memandang sang Manager dengan sangat sinis. lalu pandangannya beralih pada Ken. Dengan berat hati Dani harus memenuhi permintaan Ken. Lalu pergi meninggalkan orang-orang yang telah membuatnya sangat muak hari ini.
manager : "maafkan atas ketidaknyaman ini tuan, sebagai gantinya tuan bebas meminta apapun yang tersedia direstauran ini, Dan aku berjanji pelayanan kami kali ini tidak akan mengecewakan. " sambil menundukkan sedikit kepalanya.
__ADS_1
Ken : " benarkah? " sambil menaikkan alisnya keatas
Manager : " benar tuan. "
Ken merogoh kantung celananya mengambil ponsel dan menunjukkan sebuah foto pada sang manager.
" suruh wanita ini memasak untukku " ucap ken dengan nada yang tegas.
Manager langsung melihat poto tersebut dan membulatkan matanya. " ta tapi tuan, dia bukan seorang chef atau juru masak. dia hanya seorang asisten dapur. "
" lalu apa urusannya denganku?? " tanya ken dengan singkat
" jika wanita itu yang memasak, saya tidak bisa jamin kalau... " ucapan sang manager terpotong
" baiklah tuan Adam saya akan menemui asisten dapur untuk memasak. tapi tuan Ken apa yang ingin anda makan siang ini?? " tanya sang manager untuk memastikan.
" Apapun yang dimasaknya akan ku makan." jawab ken dengan santai.
Sang manager kembali membulatkan matanya
" ba baiklah tuan, kalau begitu saya permisi. "
.
.
__ADS_1
Manager tergopoh gopoh berjalan menuju arah Dapur.
saat sudah sampai didapur ia berusaha menetralkan nafasnya yang tak beraturan.
" kau kenapa? " tanya pak rahman yang sedikit heran melihat sang manager
" mana asisten dapur? "
" mereka ada diujung sana, lebih tepatnya siapa yang kau cari? " tanya pak rahman heran.
" sashi.., aku ingin bertemu dengan sashi. " manager dengan langkah yg cepat langsung menghampiri Sashi dengan meninggalkan pak rahman yg sedang kebingungan karnanya.
Manager celingukan mencari Sashi kesana kemari dan akhirnya ia menemukan sashi sedang membawa daging dari ruangan frezer, dan manager restauran langsung menghampirinya.
" sashi... "
" iya pak ada apa? "
manager : " baiklah aku tidak akan berlama lama, tamu VVIP memintamu untuk memasak untuknya sekarang. "
" apah... ?? a aku... ? ""
ššš
tinggalkan jejak buat authoooorrrr š
__ADS_1