
*cek usia anda bab ini mengandung konten 21+ dan bijaklah dalam membaca!
Sesampai di Apartemen kaki Sashi kelelahan luar biasa, langkah Ken yang panjang tak mampu ia imbangi. Cukup lama waktu yang mereka habiskan di Mall. Setelah puas berbelanja mereka juga singgah ke restauran untuk menambah energi yg terkuras akibat berbelanja.
Sashi duduk ditepi ranjang sambil memijit-mijit betisnya. Lalu dipandangnya begitu banyak belanjaan yang mereka bawa. " belanjaan ini sangat banyak, tapi tuan Ken tidak satupun membeli barang untuk dirinya sendiri. astaga... itu semua milikku. " ia bermonolog pada dirinya sendiri lalu Sashi menghela nafasnya.
Pintu kamar terbuka, Ken masuk kedalam kamar lalu ia memilih satu paperbag dan memberinya pada Sashi.
" coba ini aku ingin melihatnya, jika tidak cocok untukmu kita beli yang baru lagi. " ucap Ken dengan ekspresi datarnya.
Sashi sedikit mengintip isi paperbag dan ternyata didalamnya adalah pakain dalam.
" tuan aku akan mencobanya didalam kamar mandi saja,tuan tidak perlu melihatnya. " Sashi berusaha untuk menolak, ia ingin mengetes pakaian dalam hanya dikamar mandi tanpa perlu Ken melihatnya.
" aku harus melihatnya, aku yang memilihnya. jadi aku yang menilai pantas untukmu atau tidak. " suara bariton yang penuh dengan penekanan.
" tapi tuan. "
"tidak ada tapi-tapian, cepat jangan membuang-buang waktu. Atau kau harus membayar semua belanjaan ini, tadi kau tau sendiri berapa total nominalnya" Ken tersenyum licik.
" Apa..?? " Sashi menelan saliva " ba baiklah aku akan mencobanya" . Sashi bangkit dari duduknya cepat-cepat ia masuk kedalam kamar mandi yang berada dikamar.
__ADS_1
Sashi berdiri memandangi dirinya dicermin ia telah selesai memakai satu stel pakai dalam berwarna merah maroon yang dipilih Ken untuknya, " akkhh.. ini sexy sekali aku malu sekali melihatnya. " Kakinya terasa berat untuk keluar dari kamar mandi. Sashi menghentak-hentakkan kaki dia sungguh malu menemui Ken.
Sedangkan Ken sudah tak sabar menunggu. " Sashi apa yang lakukan didalam sana, kenapa kau lama sekali?? " Ken berteriak agar Sashi mendengar.
" iya sebentar. " Sashi juga sedikit berteriak menjawab Ken.
Sashi mengatur nafasnya agar tetap rilex namun gagal, jantungnya berpacu dengan kencang. Mau tidak mau perlahan tangannya membuka handle pintu.
cklekk...
Sashi hanya memunculkan kepalanya saja sedangkan tubuhnya ia sembunyikan dibalik pintu.
Ken yang duduk ditepi ranjang melihat tingkah istrinya itu membuatnya semakin tak sabar. " cepat kemari !" tangannya mengkode untuk memanggil Sashi agar mendekat dengannya.
" Cepat Kemari! " suara bariton yang menakutkan hingga Sashi secara perlahan membuka pintu kamar mandi menjadi lebih lebar.
Mata Ken tak berkedip melihat tubuh istrinya yang terlihat sexy dengan hanya menggunakan pakaian dalam yang ia pilihkan, darahnya sudah mengalir kencang. Perlahan Sashi mendekati Ken dengan wajahnya sudah terasa sangat tebal ia hanya menundukkan wajahnya.
Sashi berusaha menutupi dengan kedua tangannya. agar tubuhnya sedikit tertutupi.
Setelah Sashi mendekati Ken yang masih duduk ditepi ranjang , jantung Ken semakin berdetak darahnya sudah panas dan mengalir deras. Namun wajahnya tetap ia pasang sedatar mungkin.
__ADS_1
" rentangkan tanganmu, bagaimana aku bisa melihatnya jika kau menutupi dengan tanganmu. "
Perlahan sashi merentangkan tangannya, ter ekspos lah tubuh indah itu tepat dihadapan Ken. balutan tali bra yang hanya sekicil lidi dan underwear yang sangat tak nyaman dipakai.
Ken tersenyum melihatnya, tanganya mulai nakal ia menyentuh tali tali sekecil lidi itu dan mampu membuat Sashi merinding. lalu tangannya turun kepinggang Sashi dan mendorongnya untuk duduk dipangkuan Ken, spontan Sashi menatap wajah Ken dengan mata yang membulat.
Netra Ken yang sangat tajam, senyum bibirnya yang licik dan tangannya yang menyentuh setiap inci tubuh Sashi. Wanita itu merasakan desiran yang hebat saat suaminya tak henti-hentinya mengelus elus tubuhnya. Sashi memejamkan matanya sangat terbuai dengan itu semua.
hingga bisikan Ken mampu membuat Matanya kembali terbuka. " ini tidak cocok untukmu, aku akan membukanya. " suara bariton yang serak menahan gairah yang sangat tak tertahan.
" tu tuan aku akan membukanya dikamar mandi dan menggantinya dengan yang lain. " Sashi juga sudah tak bisa menahan gelora dalam jiwanya, lebih baik dia menjauh dari Ken.
" tidak, aku akan membukanya disini?" Suara ken sangat sensual, tangannya mulai menjalar kebelakang perlahan ia buka pengait bra, dan membukanya secara perlahan hingga tidak ada penutup untuk menutupi bukit kembar sashi. sentuhan-sentuhan indah itu tak mampu membuat Sashi menolak, Sashi juga menikmati itu semua. Ken semakin mengeratkan pelukannya pada Sashi yang duduk dipangkuannya.
Ken mulai menciumi leher Sashi, menciumi daerah-daerah titik lemah Sashi. tangannya juga tak tinggal diam kesana kemari.
Tak sanggup menahan gelora didalam tubuhnya, Ken membalikkan Tubuh Sashi keranjang dan langsung menindihnya. Mata mereka saling bertemu dan mengunci satu sama lain. Ken langsung membuka pakaian yang ada ditubuhnya hingga polos tanpa sehelai benang pun, Sashi menelan salivanya melihat tubuh Ken yang atletis.
Ken mulai mencium bibir Sashi, meluapkan segala apa yang bergemuruh didalam dadanya. Keduanya saling memadu kasih hingga penyatuan itu terjadi. kamar yang sejuk menjadi panas dengan semua aktivitas dan desahan-desahan yang keluar dari mulut kedua insan tersebut.
....
__ADS_1
Rasanya haredang haredang panas panas panas,,... Sebenarnya Ken udh mulai bucin ama Sashi, hadueh babang Ken bisa-bisanya pasang modus biar bisa anu-anuan ama biniknyee wkwkwkw ššš