
Sashi menepuk jidatnya, sambil memicingkan matanya " aduuuhhhhh sakiitt... "
" hah... apanya yang sakit shi? " Dani sedikit panik dengan keluhan sashi
" ini jidatnya chef, kekencengan mukulnya. " tangannya masih menempel di jidatnya
Dani tergelak " akkhh.. kamu ini jangan kuat-kuat mukulnya ntar otak kamu geser tau. "
" hah benarkah??? " matanya membulat , pertanyaan polos sashi makin membuat Dani tertawa.
" ekkheem jadi gimana?? kita jadi pergi? "
Sashi sedikit berfikir, sebenarnya dia juga butuh hiburan untuk menghilangkan segala kepenatan yang ada didalam dirinya. Sekilas sashi teringat dengan ken, mana mungkin pria itu mengijinkannya untuk pergi bersama Dani.
" oke baiklah, kita jadi pergi. tapi chef tempatnya jangan yang jauh-jauh ya."
sashi langsung menyetujui untuk pergi bersama Dani, sungguh dia merasa lelah akan semua hal yg telah terjadi, hingga dia tidak memikirkan lagi apa yang akan terjadi jika ken mengetahuinya.
" tentu. jadi mau langsung pergi atau gimana? "
" emm mandi dulu deh chef, sashi bau keringat nih. kan gk asik jalan-jalan tapi badannya bau keringat. Chef maah enak kerjanya cuma mantau terus ngomel ngomel, laah sashi harus gerak sana sini.. " penuturan panjang kali lebar sashi membuat dani kembali tertawa.
" yasudah aku jemput di kontrakanmu ya. "
" oke chef. "
.
.
Selesai dari ritual mandi sashi memilih baju yang akan ia kenakan, sayangnya ia tidak bisa terlalu memilih karna baju yang ia punya juga tidak banyak dan rata-rata hanya kaos saja. Pilihannya jatuh pada baju lengan panjang berwarna cream dan celana jeans berwarna hitam. Tak lupa ia sedikit memoleskan bedak tipis dan juga sedikit lipstik dibibirnya.
__ADS_1
Sashi mengambil ponselnya yang berada didalam tas, dengan ragu ia mencari kontak suaminya.
" Lebih baik gk usah dikabarin, Ken juga gk perduli dengan apapun yang gue buat. "
Sashi mengurungkan niatnya untuk memberi kabar pada Ken.
ting..
notifikasi pesan masuk ke ponselnya
š¬ Dani : keluarlah, aku sudah sampai
sashi langsung membuka pintu dan keluar menghampiri Dani.
Dani : " ayo naik. "
Sashi hanya menurut lalu naik ke atas motor milik Dani. Pria itu langsung menarik gas menuju lokasi tujuan.
.
.
tidak hanya itu disana juga terdapat stan-stan penjual makanan, berbagai macam pertunjukan, dan wahana bermain. Pengunjung juga sangat ramai disana.
Bagai burung yang baru lepas dari sangkar, sashi langsung berlari kesana kemari.
" hey sashi tunggu... " teriak Dani yang ditinggal sashi begitu saja.
Sashi tidak fokus dengan jalannya, matanya kesana kemari melihat cahaya lampu yang berwarna warni
" waaahhh... indah banget. "
__ADS_1
Merentangkan tangannya, wajahnya menghadap keatas lalu ia berputar putar layaknya anak kecil, rambutnya yang digerai pun ikut menari nari, sashi melompat lompat kecil, tak lepas juga senyuman untuk menghiasi wajah cantiknya. Karna terlarut dalam kegembiraan, tak sengaja ia menabrak seseorang yg berada dibelakangnya, sontak membuatnya terkejut.
" maaf mas... maaf ya.. " sashi merasa malu dan dia sedikit menyengir kepada pria berkaos hitam yang tidak kelihatan wajahnya karna ditutupi topi dan juga masker, pria itu hanya mengangguk lalu meninggalkan sashi begitu saja, Sashi memandang lekat punggung atletis pria itu yang telah berjalan membelakanginya.
" hey.. " sashi terkejut karna Dani tiba-tiba memukul pelan pundaknya.
" akkhhh chef , sashi kaget tau... " sashi mengerucutkan bibirnya, dan menyilangkan kedua tangannya.
" kamu ini tiba-tiba lari gitu aja, ayo kita harus menjelajahi tempat ini. "
" ayoooo.... " sashi langsung semangat 45
Semua tempat disana mereka masuki, begitu pula dengan makanannya, sepertinya wanita itu sudah kehilangan rasa malunya tanpa berdosa dia menunjuk ini itu untuk dicicipi, tapi hal itu tak ada yg memberatkan untuk Dani. Tertawa bercanda kebahagian terlukis pada kedua insan tersebut.
Hingga waktunya tiba yaitu pelepasan lampion ke udara. Sashi dan Dani juga ikut ambil andil dalam hal ini, mereka sama-sama menyalakan lampion lalu melepaskan ke udara. Begitu banyak lampion yang terbang ke udara dan itu sangat sangat indah.
" seandainya suamiku yang bersamaku saat ini pasti jauh lebih indah. " wajahnya membingkai senyum
.
.
to be continued....
ššš
segini dulu ya readers soalnya thor udah ngantuk banget nih, tapi masih di sempatin buat up.
dukungan reader yang bisa buat thor makin semangat, jadi jangan lupa untuk vote like n comment positif ya
__ADS_1
ššš