JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 25


__ADS_3

ceklek


terdengar Suara pintu terbuka pada kamar yang hanya diterangi oleh lampu meja.


Jonas berjalan perlahan mendekati putrinya yang tertidur meringkuk dan tampak wajahnya baru selesai menangis.


perlahan ia elus lembut rambut putrinya


" tak ada yang boleh merebut kebahagianmu, apapun akan daddy lakukan untuk putri kesayangan daddy. " pria paruh baya itu menatap nanar Putrinya lalu menaikkan sedikit selimutnya yang tadi sedikit merosot kebawah.


" tidurlah dan mimpi indah " ucapnya dengan lembut dan mengecup pucuk rambut putrinya. lalu ia keluar kamar dan kembali menutup pintu kamar sang putri.


Jonas berjalan menuju kamarnya, lalu ia berdiri dibalkon, ia merasakan sentuhan tangan wanita dipundaknya.


" kau belum tidur? " tanya jonas tanpa melihat istrinya.


" minumlah ini agar kau lebih rilex. "


jonas berbalik menerima secangkir teh hijau hangat dan menyeruputnya. Mona belum mau berbicara pada suaminya ia menunggu jonas dalam keadaan yang lebih rilex. setelah ia rasa jonas sudah mulai tenang, mona mulai berbicara pada Jonas


" sayang, bisakah aku meminta sesuatu padamu?


jonas : " katakanlah "


Mona : " tolong hentikan ini semua, kita juga harus bisa menerima bahwa mereka tidak berjodoh. " mona berkata selembut mungkin, dan jonas langsung menatap istrinya


Jonas : " Mereka saling mencintai, lalu apa salahnya jika aku membantu putriku agar mereka berjodoh. yang perlu kulakukan adalah menyingkirkan wanita sialan itu ! " jonas berkata dengan penuh penekanan, ia berlalu melewati mona menuju ranjang untuk membaringkan diri


" apa selama ini aku pernah memintamu untuk melakukan ini itu??? aku bahkan tidak pernah meminta hal-hal aneh padamu, tapi kali ini aku mohon dengarkan aku sayang."

__ADS_1


jonas berhenti sejenak, tak lama ia kembali melangkahkan kakinya tanpa mau menjawab mona.


Mona adalah seorang istri dan juga seorang ibu, dy tidak mau keluarganya mencelakai orang lain. Hati ibu mana yang tidak sakit melihat anaknya belakangan ini sering menangis. Sama seperti Jonas dia juga merasakan sakit yang teramat dalam, namun ada banyak cara yang lebih baik dibandingkan mencelakai orang lain.


######


" tutupi dengan ini " ken melemparkan jaketnya kepada sashi untuk menutupi pahanya, dengan sigap sashi langsung menangkap jaket itu


" terimakasih tuan. "


Sashi mengikuti langkah ken menuju sofa, ken sudah duduk dan diikuti dengan sashi yang duduk dihadapan ken dengan jarak yang dipisah oleh meja


" ciihhh " ken langsung berdecih " lama-lama aku bosan, kenapa kau duduk disana?? tadinya aku berniat untuk membantu mengobati lukamu, tapi sekarang niatku sudah hilang. "


ken kembali berdiri, melemparkan kotak obat disebelah tempat duduk sashi


" obati sendiri lukamu! " ucapannya sangat datar.


" iya tuan akan aku obati sendiri, tuan istirahatlah ini sudah larut malam. " dan kembali melemparkan senyum pada ken


ken tak bereaksi sama sekali, lalu ia melangkahkan kakinya membelakangi sashi


" Disini hanya ada 1 kamar, terserah kau mau tidur dimana, aku akan istirahat dan jangan menggangguku. "


kaki ken melangkah lagi menuju kamarnya.


" Tuan sudah mengijinkan aku tidur disini saja aku sudah sangat berterima kasih, dan aku juga mau berterima kasih karna telah menolongku tadi, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika tidak ada tuan dan juga kak adam. "


ucapan sashi mampu menghentikan langkah ken,

__ADS_1


pria itu tersenyum sinis sambil menoleh ke arah sashi


" aku juga tidak tau kenapa aku bisa membantu wanita yang telah menjebakku dengan akal kotornya. " tatapan ken seakan membunuh, rasa benci itu tentu masih ada didalam benaknya. jika mengingat kejadian itu lagi pasti jiwa devilnya kembali berkobar. Ken melangkahkan kakinya menuju kamar meninggalkan sashi yang diam terpaku dengan perkataan ken, mendengar suara pintu tertutup air mata sashi langsung jatuh tanpa permisi.


" maafkan aku ken, sungguh saat ini aku sudah tak memikirkan untuk mendapat cintamu karna itu sangat mustahil, hanya maaf darimu yang kuharap. aku berjanji akan mengembalikan kebahagianmu dengan wanita yang kau cintai. cepat atau lambat aku pasti bisa mengembalikannya, bersabarlah dan beri aku sedikit waktu.. "


untaian dari hati sashi terdalam.


Sashi mengusap air matanya, lalu membuka kotak obat dan meneteskan obat di kapas mengusapkan perlahan pada luka dilututnya. sashi sedikit meringis kesakitan dan meniup-niup lukanya. selesai dengan obat dilutut dan sekarang ia mulai melirik lengannya, ia berdiri ingin mengompres dengan air hangat, namun ia langsung duduk kembali.


" mana berani aku mengotak katik barang-barang disini" gumamnya pada diri sendiri, lalu ia memilih obat didalam kotak melihatnya satu persatu


" haduh obat untuk memar yang mana lagi, banyak banget obat disini sampai buat bingung deh ? "


sashi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


sashi menutup kotak obat dan meletakkannya di meja yang ada dihadapannya, sembari mengelus lengannya dengan lembut. mata sashi sudah sayup-sayup menandakan butuh istirahat. ia menidurkan tubuhnya dengan arah menyamping menghadap meja, ia tutupi kakinya dengan jaket yang di beri ken. sejatinya tubuh sashi juga sangat lelah sehingga dengan cepat ia langsung terlelap.


.


.


sashi sedikit menggeliat, alam sadarnya sudah kembali pada tubuhnya, namun ia sangat malas untuk bangkit dari sofa. Ada aroma yang mampu menusuk hidungnya hingga mampu Membuka matanya.


sashi : ...


šŸ€šŸ€šŸ€


tetap dukung thor pokoknya. TITIK!!!

__ADS_1


vote like dan comment author nantikan ya...


__ADS_2