
"kamu udah sadar??? " tanya seorang wanita yg berada disampingnya
Sashi belum mau menjawab
" tidurlah, ini masih jam 3. Mbak blm bisa tidur jadi mbak tungguin kamu disini. "
Sashi hanya menganggukkan kepalanya, dan kembali utk tidur karna tubuhnya sangat letih.
.
.
.
.
.
Pagi hari
Matahari mulai menunjukkan wajahnya, cahayanya masuk kedalam jendela kamar dan mampu mengusik sashi yg tengah terlelap,
Ia mengerjip2kan mata perlahan bangkit dari tempat tidur.
" kenapa aku bisa disini??? " bertanya pada diri sendiri
Tak lama masuk seorang wanita dengan membawa nampan berisi bubur dan teh hangat lalu tersenyum padanya
" sudah bangun? Gimana badannya udah enakan?? "
Sashi tidak mengenal wanita itu
" maaf tapi mbak siapa? Dan ini dimana? " tanya nya dengan halus
" kenalin saya rika nama kamu siapa? "
" mmm.. Sashi. " sambil tersenyum kikuk
Rika : "kamu bingung ya kenapa bisa d sini? Semalam mbak dan suami nemu kamu pingsan dijalan, kebetulan tengah malam mbak ngidam bebek bakar. Ya bebek bakarnya gk nemu tapi malah nemu kamu ."
Sashi tersenyum kikuk kembali, melihat penampilannya rika sudah mengerti kalo sashi dalam keadaan tidak baik
Rika : "rumah kamu dimana?? Nnti mbak bisa antar kamu kerumah. " tanya dengan perlahan.
Sashi diam menunduk, lalu menatap rika dengan pandangan sendu. Rika prihatin dgn kondisi sashi saat ini " baiklah klo belum mau bercerita tidak apa2, mmmm... Ini udah mba buat bubur utk kamu cepat dimakan keburu dingin ntar gk enak. "
Sashi sangat terharu dengan prilaku rika terhadapnya, padahal mereka baru bertemu.
__ADS_1
Sashi juga tak mampu menahan cacing yg meraung raung dlm perutnya, dengan sedikit malu ia mengambil mangkuk berisi bubur dan menyantapnya.
" harus habis ya. " tegas rika pada sashi
Sashi menganggukkan kepala sambil tersenyum
.
.
.
.
Rika melakukan aktifitas diwarung nasi miliknya yg berada disebelah rumah, sashi yang memperhatikan rika mulai mendekatinya ke warung
Sashi : " mba, makasih udh mau nolong saya. Semoga kebaikan mba dibalas allah swt."
Rika yg mendengar itu langsung mengaminkan doanya, sashi melirik ke arah perut rika yg kelihatan sedikit membuncit.
" sudah berapa bulan mba?? "
Rika : " seminggu lagi masuk 4 bulan" sambil mengelus perutnya. Rika langsung menarik tangan sashi utk segera duduk
" kamu sendiri sudah menikah atau belum?? "
Sashi : " sudah mba"
Mata sashi berkaca2 , ucapan ken masih terngiang dikepalanya
Sashi : " se sebenarnya... " ia tak sanggup melanjutkan, tapi ia ingin sekali mencurahkan isi hatinya
rika mengelus rambut sashi dengan lembut
" ada masalah dengan suami mu?" pertanyaan itu keluar sangat lembut
sashi tersenyum getir, dy masih belum mau menceritakan problem rumah tangganya. malah ia memberi pertanyaan utk rika
" mba apakah kita boleh memaksa seseorang untuk mencintai kita? "
dari pertanyaan yang keluar dari mulut sashi rika langsung paham bahwa suaminya tidak mencintainya, lalu dy tersenyum
" kenapa harus dipaksa? cinta keluar dari hati. semakin kamu paksa dia semakin jauh cinta untukmu. Berusahalah utk meluluhkan hatinya, salah satunya dengan memperbaiki diri kita sendiri, dan yang paling penting minta petunjuk kepada yg mahakuasa, Dy akan memberimu jalan terbaik "
ucapan rika terjeda sejenak lalu melanjutkannya kembali.
" sebelum menyalahkan orang lain ada baiknya kita bercermin terlebih dahulu, dan kamu juga harus ingat rumah tangga akan selalu ada asam garamnya bahkan juga ada yg pahit tak semua harus manis. "
__ADS_1
air mata lolos membasahi pipi, sashi memeluk rika dengan erat
hiks....
hiksss
hiksss
" menangislah, tumpahkan semua keluh kesahmu,
bukan salahmu juga jika kamu sangat mencintainya."
rika berusaha untuk membuat sashi tetap tenang.
puas dengan tangisan, ia lepaskan pelukan itu dari rika sambil mengusap air matanya. ia menarik nafas lalu membuangnya, sedikit ada rasa tenang dalam hatinya.
sashi : " mba kira kira tau gk ya rumah kontrakan, klo bisa yg dekat sini aja biar gk jauhan dari mba. "
rika : " kamu mau ngontrak? apa gk mau tinggal ama mba aja? "
sashi menolak secara halus krna ia merasa segan untuk tinggal dirumah rika terlebih rika sudah memiliki suami.
rika : " kebetulan ada didekat sini, tapi rumahnya sangat sederhana nanti mba bawa kamu kesana ya. "
sashi : " iya gpp mba, lagian jgn yg terlalu mahal juga. nanti kantong gk bisa nafas. hehehee... " sashi nyengir dengan ucapannya sendiri dan itu membuat rika tertawa
rika : " kamu ini, tadi nangis sekarang ngelawak. " kembali tertawa " tapi ingat ya kamu harus kasih tau alamat kontarakan kamu sama suami kamu, karna lari gk akan menyelesaikan masalah. "
sashi tersenyum " iya mba, sashi akan kabarin suami "
sashi menatap rika ada rasa teduh berada didekatnya " ken gk seberuntung suami mba rika yg mendapatkan istri yg sangat baik, benar kata mba sebelum menyalahkan org lain alangkah baiknya untuk bercermin terlebih dahulu, maafkan aku ken... 😢😢" lirihnya dalam hati
mata sashi tertuju pada kakinya yg Luka akibat terkena pecahan guci di mansion ken
" ini kaki sashi mba juga yg obatin??? " tanya nya heran
" iyalah, masa kamu sambil pingsan bisa ngobatin luka dikaki kamu. " jawab rika dengan candaan
" waaah sungguh mba istri idaman. "
rika tergelak mendengarnya, diwarung nasi itu mereka saling bercanda dan tertawa. setidaknya rasa beban dihati sashi sangat berkurang dan pedih dihati sedikit terlupakan ........
( sebenarnya sih author udh gak sabar liat si ken mulai ngebucin, tapi author juga sadar satu hal....
ngebuat reader kesel kyknya jauh lebih asyik😰😵😝😠😜😋😜😝😋😝)
🍀🍀🍀
__ADS_1
author udh baik banget up sampe 2 bab.
apakah salah author memaksa reader utk vote like n comment??? akkhh udh kayak sashi aja 😰