
Sashi dan Dani duduk dikursi yang tersedia, sashi masih sangat asik dengan ice cream coklat kesukaannya. Dani tersenyum memandang sashi lalu ia merogoh jaketnya sembari mengambil jam tangan untuk diberikan kepada sashi.
Dani menarik tangan sashi dengan lembut langsung memasangkan jam tangan itu dilengan sashi. membuat wanita itu menghentikan aktifitasnya, tidak dipungkiri sashi juga merasa sedikit gugup.
" i ini kenapa chef? " sashi melirik jam yg telah melingkar dilengannya
Dani : " hanya hadiah karna telah membuatku bahagia malam ini. "
sashi : " harusnya aku yg berterima kasih padamu, chef mengajakku kesini, lalu aku makan dengan sepuasnya dan juga aku tidak mengeluarkan ongkos sama sekali. "
Dani tersenyum kecil.
" rasaku masih tetap shi, walau aku tau kamu sudah menikah. kamu berpura pura bahagia jika didepanku. cintaku sangat besar untukmu."
sashi berdebar mendengarnya, kalimat yang ia takutkan dari seorang dani kembali terucap.
" a aku... "
" tidak perlu dijawab." selah Dani karna ia tau jawaban yang akan di dengarnya hanya sebuah penolakan
" cukup kamu mengetahuinya kalau aku mencintaimu."
.
.
Sashi melambaikan tangan melepas kepergian Dani setelah mengantarkannya sampai tepat di depan kontrakan. Saat ingin melangkah masuk seseorang menghentikannya
" nyonya saya diutus tuan untuk bawa nyonya ke apartmen. " ucap supir
__ADS_1
" loh bapak kok tiba tiba disini?? " tanya sashi heran.
" saya sudah menunggu nyonya sedari tadi."
" apa ??, ayo pak langsung ke apartmen " sashi terkejut, tak ingin membuat ken marah ia langsung masuk kedalam mobil.
( APARTMENT)
Sashi sudah masuk kedalam sambil memegang bungkusan gula kapas berbentuk hati yang akan ia berikan kepada ken, ia menggigit kukunya kala melihat apartmen seperti tak berpenghuni.
" apa dia ada didalam kamar " gumamnya pada diri sendiri
PRaankkkk
....
Suara pecahan kaca terdengar jelas dari kamar Ken, sashi panik takut terjadi apa-apa dengan ken ia langsung berlari dan masuk ke dalam kamar, dan benar saja ia melihat pecahan kaca cermin berserakan dikamar ken, dan tepat disitu juga pria itu berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya.
" tu tuan apa yang kau lakukan?? kau melukai tanganmu " sashi masih merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sashi berbalik ingin mengambil obat namun gagal karena serangan mendadak dari ken.
Matanya memerah menahan amarah, rahangnya mengeras, tatapannya tajam seakan ingin membunuh.
sashi ditarik paksa untuk masuk kedalam dekapan ken, tangan kekarnya mengunci pinggang sashi begitu dekat. tak ada ruang yang diberi ken hingga dada sashi sampai menempel pada tubuh ken.
" tu tuan... " sashi mencoba melepaskan diri dengan mendorong ken, namun tenaganya tak cukup banyak
" kau yang membuat aku begini " suara bariton yang penuh penekanan membuat sashi bergedik
" a aku tidak melakukan apapun, tuan tolong lepaskan aku. " saahi kembali memberontak.
__ADS_1
Sashi tak sadar semakin ia berusaha berontak semakin naik gairah ken untuk menerkamnya. Dengan penuh amarah ken mendorong tubuh sashi hingga menempel ke dinding lalu menghimpitnya.
" tu tuan... ehhmm... " ken m****** dengan rakus bibir ranum sashi. menggigitnya agar bisa lebih masuk kedalam, menikmati setiap rongga dalam mulut istrinya
" ehhmm.. ehmmm.. " sashi seakan keabisan oxygen, tenaganya sangat kalah untuk melawan ken, berkali kali ia mencoba melepaskan diri tapi ken semakin menghimpit tubuhnya.
tak puas dengan seperti itu, ken mengangkat tubuh sashi untuk duduk dimeja hias yang ada disebelahnya tanpa melepaskan ciumannya.
tangan ken sudah mulai berkelana kesana kemari, tangan kirinya tetap memegang pinggang sashi sedangkan yang satu lagi me***** dada sashi.
Ciuman itu terlepas keduanya butuh menghirup oxygen, sashi merasa hampir kehabisan nafas.
nafasnya tersengal sengal, sambil memukul mukul dada ken sedangkan pria itu tidak memperdulikannya.
Merasa pelukan ken sedikit merenggang, sashi langsung mengambil kesempatan untuk mendorong tubuh ken lalu dengan cepat ia turun dari meja ingin berlari keluar. Namun sayang Ken kembali menariknya, menggendong tubuh sashi lalu membuangnya ke atas ranjang.
Ken tersenyum menyeringai, sashi merasa takut melihat senyuman yg ditunjukkan ken. Tubuhnya bergetar seakan panas dingin. Ken melepaskan kaos hitam yang ia kenakan, hingga terlihat lah otot-otonya yang kekar.
" tu tuan mundur.. aku bilang mundur.. !!!" sashi berteriak.
teriakan sashi tidak diindahkan sama sekali, Ken naik keatas ranjang dan langsung menindih tubuh sashi.
" apa yang kau lakukan tuan !!! " sashi kembali memberontak. hingga sashi bisa merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana.
Ken kembali mengeluarkan senyum devilnya, dan membisikkan ke telinga sashi. " Aku ingin meminta hak ku. "
.....
ššš
__ADS_1
aduuh jarijari thor gk bisa dikondisikan, beruntung lah para readers karna thor lagi berbaik hati. šš