JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 72


__ADS_3

Glek...


Semua mata tertuju pada Sashi membuat wanita cantik itu menelan salivanya dengan berat. Ken tersenyum licik melihat ekspresi Sashi yang ketakutan akan pernyataannya.


" bahkan kau bilang ingin program hamil, makanya kau menghabiskan waktu lebih dari seminggu untuk bisa berduaan dengan suamimu. " selah Ken lagi.


Serasa ingin pingsan Sashi memijit mijit dahinya, Ken yang diharap bisa memberi jalan tengah malah membuat semuanya semakin parah.


"apa-apaan ini... " Sashi bermonolog pada dirinya sendiri


Manager sedikit kesal, ia merasa kalau Sashi telah mempermainkannya. " Sashi kau membohongiku? baiklah semua sudah terbukti kalau kau tidak dirawat dirumah sakit. Mulai sekarang kau dipecat.! " ucap manager dengan nada tegas.


Sashi terperangah tak percaya dengan apa yang didengarnya. " pak a aku tidak berbohong kumohon percayalah padaku. " Suara Sashi mulai memelas agar dia tidak jadi dipecat.


" Lalu kau kira tuan Kenfredy memberi keterangan palsu? " tanya manager.


Ken mengelus elus dagunya, lagi-lagi pria tampan itu menaikkan ujung bibirnya pandangannya masih tak lepas pada Sashi, hati Ken bersorak penuh kemenangan. Memang ini yang ia harapkan sashi dipecat dan tidak perlu repot-repot untuk bekerja menjadi pelayan lagi.

__ADS_1


Dani tak tega melihat Sashi lantas ia berdiri mendekati Sashi dan memandang lekat wajah wanita yang matanya mulai berembun. Dani menggapai tangan Sashi perlahan.


"Semua akan baik-baik saja, jangan termakan dengan ucapan tuan Kenfredy. Apapun yang kau lakukan bersama suamimu itu adalah urusanmu." ucap Dani dengan nada pelan, hati Dani terasa nyeri saat Ken mengatakan bahwa Sashi ingin ikut program kehamilan. Rasa yang dimiliki Dani memang terlarang namun ia tidak bisa melihat kesedihan yang dialami Sashi.


Tiba-tiba tangan Dani dihempas kasar oleh sebuah tangan kekar, Darah Ken mendidih saat melihat Dani sudah berani memegang tangan istrinya tepat dihadapannya. Mata mereka saling membunuh.


" saya tidak ingin lancang pada anda tuan Kenfredy, Sashi sangat mengharapkan penjelasan dari anda, tapi anda malah membuat suasan semakin panas." Dani kembali menarik tangan Sashi dengan lembut. " ayo aku antar kau menemui suamimu, dan kita minta penjelasan padanya. " ucap Dani pada Sashi yang masih saja terdiam.


Ken semakin murka pada Dani, rahang Ken mengetat menahan amarah. ia kembali menghempaskan tangan Dani yang memegang tangan Sashi dengan kasar.


" Kau ingin menemui suaminya? kau beruntung sekali, karna suaminya berada tepat dihadapanmu. " Ken mengucapkan dengan penuh penekanan.


Begitu pula dengan pak Rahman dan juga Manager mereka juga sangat terkejut dengan pengakuan Ken.


" tu tuan, apa anda bercanda? ma mana mungkin Sashi adalah istri anda tuan. " selah pak manager.


Tapi sayangnya Ken tak mengindahkan ucapan manager restauran karna matanya masih fokus menatap Dani dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Dani sedikit memiringkan senyuman.


" Jangan karna anda memiliki kekuasaan lalu anda bisa berkata sesuka hati. cciihhh... "


Sashi hanya tertunduk, dia tidak berani menyela ucapan Ken. Dani mengalihkan pandangannya pada Sashi. " Sashi katakan padaku apa yang dikatakannya adalah sebuah kebohongan." tanya Dani, namun Sashi hanya diam saja tak berani menjawab.


" Sashi apa karna kau bekerja di mansion miliknya lalu kau takut menjawabku??? " tanya Dani lgi dengan lembutnya.


" Kau tidak perlu mencercah istriku dengan seribu pertanyaan, aku akan memberi bukti nyata bahwa dia adalah milikku." Ken langsung menarik pinggang Sashi agar masuk kedalam pelukannya, sontak sashi yang kaget menaikkan wajahnya melihat Ken, mata mereka terkunci satu sama lain.


Cup...


satu kecupan mendarat bebas dibibir ranum milik Sashi, Ken menatap istrinya lekat lekat. Matanya yang tajam dapat membuktikan bahwa Sashi adalah miliknya.


Ken kembali mencium bibir Sashi dihadapan Dani, pak Rahman dan juga pak Manager. Ken meresapi ciuman itu, me***** bibir Sashi dengan penuh cinta. Sashi otaknya yang berjalan sempurna merasa malu dengan tiga orang yang ada didalam ruangan itu. ia berusaha mendorong dada Ken agar pelukan itu terlepas, namun tenaganya tak sebanding dengan Ken, malah suaminya semakin mempererat pelukannya.


Ken melepaskan ciumannya, lalu pandangannya tertuju pada Dani yang wajahnya sudah memerah menahan amarah dalam dirinya.

__ADS_1


" aku bukan pamer kemesraan, hanya saja aku memberimu peringatan untuk tidak mengganggu apapun yang telah menjadi milikku. " ucap Ken dengan seringai devil dibibirnya.


....


__ADS_2