
pagi hari
Ken membuka matanya perlahan, dy masih merasakan sakit pada tubuh dan wajahnya namun dy tidak terlalu memperdulikan hal itu. ken bangkit mendudukkan dirinya pada pinggir tempat tidur, dan meraih ponselnya yg berada diatas nakas sebelah tempat tidurnya
š¬ ken : " hari ini loe harus masuk kantor lebih cepat 30 menit, gue gk mau dengar bantahan !!!"
jempolnya langsung menekan tombol sent, dan tak lama ponselnya menerima pesan baru.
š¬ adam : " paan sih loe "
ken hanya membaca tanpa membalas pesan adam, dia meletakkan kembali ponselnya diatas nakas, dan langsung berjalan menuju kamar mandi, sesaat langkahnya terhenti mengingat sashi sudah tidak ada didalam kamarnya lagi, tapi sungguh dia tidak perduli dy melangkahkan lagi kakinya yg sempat terhenti menuju kamar mandi untuk membersihkan
diri.
Dapur
Sashi tetap sadar diri akan statusnya sekarang yang telah menjadi seorang istri dari pemuda yg sangat dia cintai. Dengan semua keahliannya dy memasak apapun yang bisa ia masak utk sarapan ken dan mertuanya, mungkin memperlakukan ken dengan baik mampu meluluhkan hatinya itulah yang ada didalam benak sashi
wanita itu mulai menyusun menu sarapan dimeja makan, padahal dari tadi bibi yg bekerja di mansion ken sudah melarang sashi melakukan semua pekerjaan itu, namun sashi menolak. ketika sedang fokus pada kegiatannya sashi sampai tak menyadari ayah mertuanya sudah berada didekatnya
" selamat pagi sashi " sapa fauzi pada menantunya
sashi sedikit terkejut
" pagi pi, emm ayo sarapan dulu, sashi sudah menyiapkan sarapan utk papi dan juga ken. "
sashi memberi senyuman pada mertuanya
fauzi menggeser bangku dan mendudukinya
" kelihatannya sgt lezat, papi akan mencobanya"
fauzi mencoba untuk mencicipi masakan sashi, dan tentu saja kelihatan dari ekspresi wajahnya dia sangat menyukai masakan sashi
" ini sangat enak " puji fauzi pada sashi dan langsung d balas senyuman manis oleh sashi
Ken sudah rapi dengan stelan kantornya dy terlihat sangat berwibawa aura maskulin terpancar pada diri ken, membuat sashi takjub dibuatnya tapi tetap saja dy tak berani untuk mengungkapkannya
ken : " papi aku pamit ke kantor " ucap ken singkat
fauzi : " baru menikah kau sudah mulai bekerja"
ken hanya berdecih
fauzi : "duduklah tak ada salahnya jika kau mencicipin masakan istrimu, dan ada juga yg ingin papi sampaikan "
ken malas berdebat dengan papinya dia menarik bangku yg ada di hadapannya, dan memulai sarapannya dengan rasa muak
sedangkan sashi yang duduk d sebrang ken sesekali melihat ken, ia sangat ingin tau apa ken menyukai masakannya atau tidak. tapi sedikit pun tidak ada komentar yg keluar dari mulut ken
fauzi : " besok papi akan kembali ke canada. "
sesaat sendok yang ada ditangankan ken terhenti, ken tersenyum tipis
ken : " oke, bsok aku yang akan mengantar papi kebandara " ucap ken dengan sangat enteng
Deg
__ADS_1
raut wajah sashi menegang, dy tidak tau bagaimana nasibnya jika ayah mertuanya itu pergi dari mansion.
######
Mahanta Company
adam : " gila loe ya, secepat ini gue udah harus dikantor. " adam memandang jam yang melingkar ditangannya
( adam bicara nonformal karna blm jam kerja)
ken yang sedari tadi duduk membelakangi meja langsung memutar kursi kebesarannya.
ken : " loe telat 5 menit dari waktu yg gue tentuin "
adam menarik napas panjang lalu membuangnya
adam : "paan sih loe ken cuma 5 menit doang, gue dari lobi tuh ya dah lari2 keruangan lo, gue mau ngantor ken bukan mau olahraga. "
sambil duduk dikursi kebesarannya ken menaikkan kedua kakinya dimeja dengan menyilang.
ken: " gue males basa basi, gue cuma mau suruh lo urus keperluan wanita jal*** itu , beri dy kartu utk bisa bersenang2 "
adam : " wanita jal*** ?? owh maksud loe bini loe ya? " ucap adam dengan ceplos
ken menatap adam dengan tatapan membunuh
adam : " so sory broo,, loe sih klo benci ya ngapain harus repot kasih yg begituan sih, ya enaklah dy ntar. "
ken : " itu hanya sebagai bukti utk bokap klo gue tetap memberi tanggung jawab utk urusan materi "
ken tak perduli, jika dy ingin sesuatu semua harus ada. lalu ken mengisaratkan adam untuk keluar dari ruangannya dengan cara mengibaskan tangan, dengan kesalnya adam menuruti perintah ken dan keluar dari ruangan tersebut
ken mengambil ponsel dari saku jasnya, mencari kontak wanita kesayangan
š¬ ken : " aku merindukanmu, aku akan segera ke singapore "
fast respon
š¬ felis : " aku tunggu, aku juga sangat merindukanmu sayang"
ken tersenyum membacanya, felis mampu menenangkan hati ken saat ini.
#####
Hari berlalu, fauzi sudah terbang ke canada. tak lupa ia menasihati putranya utk tetap menjadi suami yg bertanggung jawab, ken hanya mendengarkan saja tanpa sedikit pun menggubris nasihat papinya.
" kita ke mansion " ucapnya pada supir
" baik pak. "
Mansion
Ken berjalan menuju ruang kerja yg bersebelahan dengan kamarnya, menatapi laptopnya yang penuh dengan hasil laporan yg dikirim oleh adam melalui email.
tok tok tok
sashi mengetuk sekali lagi
__ADS_1
tok tok tok...
ken tau yang mengetuk itu adalah sashi tapi dy tidak mau mempersilahkan sashi masuk, disaat ketukan pertama ken langsung melihat cctv yg terhubung dengan laptopnya.
Berdiri cukup lama membuat sashi jengah utk menunggu, dan memberanikan diri utk membuka pintu yg tidak terkunci itu, baru 1 langkah kakinya masuk
Ken : " siapa yg menyuruhmu masuk." masih dengan nada rendah dan tak mengalihkan pandangan pada laptopnya
sashi terdiam tidak bisa menjawab
ken : " siapa yg menyuruhmu masuk!!! " bentak ken dengan suara yg menggelegar
tubuh sashi bergetar dan jantungnya memompa lebih cepat dia terkejut dengan bentakan ken, dgn terbata2 bata sashi mengeluarkan suara
" ma.. maaf ttu tuan, aku hanya i ingin minta ijin untuk ke kos mengambil barang2 ku. " sashi tak berani menatap
ken dengan wajah datarnya memandang jijik sashi.
dia bangkit dari duduknya
ken : " kenyamanan dimansion mewah ini hilang dalam sekejap, lebih baik aku pergi ke singapure "
mendengar kata singapore, membuat sashi berani menatap ken. sashi tau kalo kekasih ken menetap disingapore
sashi : " singapore??? "
ken : " akan ku perjelas padamu!! kekasihku Berada disingapore, dan aku akan menemuinya. kau tau berada satu mansion denganmu membuatku ingin sekali membunuhmu!!! " tatapan tajam ia tunjukkan pada sashi,
" kau tidak boleh kesana!!! " teriakan itu langsung keluar dari mulut sashi, dadanya sesak menahan amarah.
ken melangkahkan kakinya mendekati sashi, dengan emosi yg sudah tak tertahan ia langsung mencengkeram leher sashi
" beraninya kau berteriak padaku !! disini tidak ada yg berani melakukan itu pada ku, dan kau juga berani melarangku hah ??? kau hanya ja*** yg hina dan tidak tau malu!! "
ken melepaskan cengkramannya dengan kasar membuat sashi mundur beberapa langkah.
sambil memengangi lehernya yang sakit akibat ulah ken, sashi memandang ken dengan senyuman yang menantang
" tuan, kau bilang aku tidak tau malu??? lalu bagaimana denganmu lelaki yg telah menikah dengan terang2an mengatakan ingin menemui kekasihnya, bahkan kau juga terlihat hina. ! "teriak sashi
ntah keberanian dari mana muncul pada diri sashi,
cinta itu membuat sashi sangat posesif dan ambisius.
emosi ken makin naik saat sashi mengatakan hal itu, matanya memerah menandakan jiwa devilnya sedang berkobar kobar, tapi ia lebih memilih beranjak pergi dari tempat itu dan membanting pintu dengan kerasnya
Braakkkk....
sashi menutup telingannya menangis terisak2 ,lututnya melemah tak bisa menahan tubuhnya dy terduduk dilantai dengan menangis sekencang kencangnya....
ššš
author : emang apa sih yg buat sashi sampe cinta biut dengan babang ken???
hehehe... šš
makanya reader vote like dan komen yg positif agar semuanya terjawab
__ADS_1