JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 36


__ADS_3

Semua penjaga dan pelayan dimansion menunduk menyambut kedatangan tuan besar mereka. Fauzi keluar dari mobil dan dengan gagahnya melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion, tak dipungkiri walaupun pun Fauzi sudah berumur tapi ketampanannya tidak luntur sedikitpun.


fauzi merentangkan tangannya memeluk ken ala pria dewasa. " tumben sekali menyambut papimu " fauzi memberikan senyum sinisnya.


" papi tidak senang jika aku menyambutmu? " Ken memberi senyum yang tak kalah sinis


" tentu aku senang, dan juga terheran. " pandangan fauzi teralih kepada sashi yang berada di belakang ken.


" kemari lah nak, apa kau tidak mau menyambut papi?? " sashi melangkah maju dan sedikit berlari langsung memeluk fauzi. sashi memeluk pria paruh baya itu layaknya anak kecil yang sangat merindukan ayahnya.


fauzi mengecup pucuk kepala sashi. " apa kau merindukan papi sampai kau antusias sekali. ??"


" iya papi, aku sangat merindukan mu. " masih memeluk fauzi dengan eratnya.


.


.


Mereka bertiga sudah duduk disofa ruang tengah, fauzi dan Ken sibuk dalam perbincangan masalah bisnis tidak ada nampak kemesraan antara ayah dan anak, yg mereka urus hanya bisnis bisnis dan bisnis.


Sashi sedari tadi memainkan ujung dress yang ia kenakan, wanita itu bingung harus memulai dari mana. Hingga fauzi meliriknya nampak sekali dari raut wajah sashi yang sedang menyimpan sebuah keraguan.

__ADS_1


" Sashi ada apa denganmu?? apa kau baik-baik saja? " pertanyaan fauzi mampu menyadarkan sashi dari kegelisahannya.


" a aku baik-baik saja pi, jgn khawatir " sashi hanya bisa menyengir, dan pandangan fauzi beralih pada ken.


" apa istrimu baik-baik saja? "


" papi sudah mendengar jawaban darinya, lalu kenapa bertanya padaku. " ucapan dan wajah pria itu sama saja datarnya.


fauzi menyenderkan punggungnya ke sofa sambil menatap sashi yang duduk bersebrangan dengannya


" saat papi di canada, kau selalu meminta papi untuk pulang ke indonesia karna ada hal yang ingin kau sampaikan, dan sekarang katakanlah. "


deg...


lalu fauzi tersenyum melihatnya " menantu papi sedang berbohong, kau bilang baik-baik saja. tapi wajahmu kelihatan pucat. pasti kau kurang sehat, istirahatlah nak, ini sudah sangat malam. " fauzi mengeluarkan senyumnya lagi.


" baiklah papi juga akan istirahat, perjalanan papi cukup jauh dan itu melelahkan."


fauzi berniat bangkit dari duduknya


" papi tunggu "

__ADS_1


sashi menghentikannya, baik ken maupun fauzi terfokus pada sashi.


" ada yang ingin kau katakan sashi?? " tanya fauzi


Dengan segala keberanian yang ia kumpulkan, sashi bangkit dari duduknya. ia merasa gugup, bagaimana tidak mata kedua pria itu sedang tertuju padanya.


perlahan ia mendekati fauzi yang masih duduk disofa dan langsung duduk bersimpuh sambil menundukkan kepalanya.


" aku berbohong pi, aku sangat berdosa.. "


sashi tak kuasa menahan air matanya dia tidak sanggup menatap wajah pria yang sudah dianggapnya seperti ayah kandungnya sendiri


" apa maksudmu?? kau berbohong pada siapa?? " tanya fauzi dengan penuh ketegasan.


sashi menarik nafas perlahan lalu membuangnya, dengan mata yang masih berembun perlahan menaikkan wajahnya untuk bisa menatap fauzi.


" Aku berbohong padamu pi, Ken tidak pernah melakukan hal yang tidak senonoh padaku. " airmatanya jatuh berlinang " aku telah menjebak ken, aku menjebak anakmu pi. aku memfitnahnya dengan warga desa agar mereka bisa menikahiku dengan ken, aku berdosa pii... aku sungguh berdosa... Ken memiliki cinta dihatinya pada wanita lain. tapi dia harus menguburnya karna fitnah yang aku timbulkan. aku sangat menyesal pi.. aku menyesal... "


Ken hanya dengan wajah datarnya melihat sashi yang terisak isak akan penyesalannya, sepatah katapun tidak ada yang keluar dari mulutnya. Namun bagaimana dengan hatinya???


Rahang fauzi mengeras, tatapannya berubah menjadi tajam . " kau mempermainkan keluarga Mahanta.???.... "

__ADS_1


šŸ€šŸ€šŸ€


bantu vote like n comment ya readers yang baik hati 😊


__ADS_2