JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 63


__ADS_3

Flashback


" Bukankah kau juga seorang ayah? Hatiku sakit melihat putriku setiap malam menangisi nasibnya."


Jonas memandang Fauzi dengan sangat tajam


" benar aku adalah seorang ayah, maka tidak akan kubiarkan anakku masuk kedalam jurang yang dalam, Harusnya sebagai seorang ayah kau mampu memberikan pengertian pada putrimu bahwa apapun yang diinginkan belum tentu bisa didapatkan. "


Jawab Fauzi dengan ekspresi wajah yang sangat datar.


" cih... bullshit!! " ucap Jonas sedikit mengejek


" Kau meracuni otak putrimu sendiri, kau sangat menyedihkan. " Fauzi tersenyum sinis, lalu pandangannya tertuju pada Nawi. " Nawi lakukan tugasmu. "


" baik tuan. "


Felicia tidak berhasil membujuk Ken untuk memaafkannya dan juga Daddynya hanya kemarahan dari Ken yang ia terima, ia menangis histeris melihat Daddy nya disiksa oleh para bodyguard keluarga Mahanta.


...


Ken sudah berada dirungan lain bersama Fauzi, nafasnya masih memburu, dadanya masih menahan amarah rahangnya mengeras.


Bughh....

__ADS_1


Ken sedikit tersental dengan sebuah tinju yang mendarat diwajahnya. Jarinya mengusap darah yang keluar dari ujung bibirnya


" langsung katakan kesalahan ku." Ken langsung mengerti dengan pukulan yang diberikan Fauzi padanya.


" Bagus jika kau paham. Felicia membayar orang suruhannya menggunakan uangmu. Dan secara tidak langsung kau ikut mencelakai Sashi. " Fauzi sangat geram dengan berita ini.


" Uangku? "


" Ya, bukankah kau memanjakan kekasihmu dengan harta? dia memanfaatkan itu semua. "


Lutut Ken melemah, hingga ia tak sanggup menopang tubuhnya. memang benar selama berpacaran dengan Felicia ia tak pernah keberatan jika Felicia mengambil uang untuk bersenang senang.


Pandangan matanya mengarah kedepan otaknya kembali berputar ia teringat perkataan Adam bahwa Felicia sering mengambil uang dengan nominal fantastis, Ken tidak pernah mengubrisnya atau pun marah pada Felicia karna dulu ia sangat mencintai Felicia. Namun sekarang rasa itu benar-benar musnah, mendengar nama Felicia saja ia sudah merasa murka.


Ken mengusap kasar wajahnya, ia merasa menjadi pria paling bodoh sedunia.


Fauzi melangkah maju mendekati Ken yang masih menundukkan kepalanya


" Kau ingat sahabat Sashi yang bernama Juan? Jonas juga sudah menghabisinya."


Mendengar itu perlahan Ken mengangkat kepalanya,


Ken tau bahwa Juan adalah sahabat terbaik Sashi.

__ADS_1


" sampaikan kabar ini pada Sashi ketika kondisinya sudah benar-benar membaik. " Fauzi membalikkan tubuhnya kemudian duduk dikursi dan masih menghadap Ken yang masih berlutut.


" papi apakah aku lelaki paling bodoh? " tanya Ken begitu hampa


" Tidak. Jika kau marah pada Sashi karna telah menjebakmu itu adalah hal yang wajar, tapi sekarang mulailah untuk melihat dirinya dan mulailah melihat cintanya padamu. Apa kau tidak bisa merasakan kalau dia sangat mencintaimu??. Tanya Fauzi dengan sangat serius .


" ya aku mampu merasakannya, dan itu sangat berbeda. " gumam Ken dalam hatinya.


....


Setelah mendapatkan penyiksaan, tubuh Jonas melemah, Jonas diseret paksa oleh beberapa bodyguard untuk dipindahkan keruangan yang berbeda dengan Felicia.


Felicia hanya bisa meraung raung menyaksikan Daddynya disiksa tepat didepan matanya, Jonas dapat mendengar tangisan itu. Sebenarnya mendengar perkataan Fauzi bahwa ia telah meracuni otak putrinya sendiri timbul rasa bersalah pada dirinya, Kenapa sebagai seorang ayah dia mampu menyesatkan jalan putrinya.?


Jonas dengan mata yang sayup sayup melihat putrinya meraung raung dengan tangisan yang tak ada hentinya, mencoba mengumpulkan tenaga dan berhasil memberontak. Jonas langsung menarik pistol yang ada disaku celana salah satu bodyguard.


sambil memandang nanar wajah putrinya, " maafkan daddy sayang, daddy telah gagal. " Air mata keluar dari netra matanya.


Dorr...


Suara tembakan bergema diruangan itu, Jonas memilih mengakhiri hidupnya dengan menembakkan pistol tepat dikepalanya. Tubuhnya langsung jatuh dengan darah yang mengalir deras.


" Daddy..... daddy... aaakkkkhh.. " Felicia berteriak sekuat kuatnya melihat ayahnya sudah tak bernyawa. Dengan tenaga yang tersisa ia memeluk tubuh ayahnya dan menangis sejadi jadinya.

__ADS_1


......


__ADS_2