
Aroma mie instan yang dimasak sashi sungguh menusuk hidung siapa saja yg menciumnya, dengan campuran cabe potong bawang sosis dan juga telur makanan sederhana itu mampu menggugah selera.
Sashi juga meletakkan piring dan sendok ditengah, tak lupa ia juga menuangkan air putih untuk kedua pria yang ada dihadapannya.
" Shi, ini piringnya kebanyakan. Ken gk makan yg instan kayak gini. " Adam langsung mengambil mie yang ada dimangkuk dan menuangkan dipiring yang tersedia. " enak banget shi, kamu pinter masak ya. mie instan aja enaknya kebangetan. " sambil menguyah mie didalam mulutnya.
" ya gk juga sih kak, mie instan doang kan gampang. nih kak pake tempenya. " sashi menyodorkan tempe goreng ke piring adam.
merasa diacuhkan, Ken sedikit berdehem memberikan kode. Adam langsung melirik ken sambil tersenyum tipis
" gue tau perut loe laper, jangan banyak gengsi loe ken. hantam aja, ntar gue abisin baru nyesel loe. "
Ken masih dengan duduk bersila, tanpa mencicipi tempe maupun mie buatan sashi.
Merasa tidak enak dengan Ken, sashi mencoba untuk memberanikan diri untuk menuangkan mie dan meletakkan tempe diatas piring ken.
" Tuan makanlah, sesekali makan mie gak masalah. dari pulang kantor tuan belum makan. " sashi mencoba mendekatkan piring pada ken.
Sebenarnya melihat bentuk dan aromanya yang khas Ken sangat tergugah dan ingin sekali memakannya, tapi ken tetaplah ken yang memiliki gengsi yang sangat tinggi.
__ADS_1
" ya ampun ken, loe mau liat mienya kembang. kalo lo takut lemak ntar loe kan bisa nge gym. yaudah jatah loe buat gue aja. " Adam menarik piring yang ada dihadapan ken, tapi dengan cepat ken langsung menariknya kembali.
" rakus banget loe. " gerutu ken
adam berdecih melihat ken, sedangkan sashi hanya geleng geleng kepala melihat keduanya.
perlahan ken membuka mulutnya dan memasukkan mie kedalam mulutnya.
menguyah..
menguyah..
matanya berbinar " sial ini enak banget, baru kali ini gue makan beginian. " batinnya. Lalu tangannya mengambil tempe goreng dan menggigitnya perlahan
kriukk...
" oh my god !!! pantes aja si adam lahap banget "
ken melihat ke arah sahabatnya itu yg masih fokus dengan makanan dipiringnya, lalu pandangan itu berpindah ke sashi . wanita itu juga masih sibuk menguyah mie yg ia masak. sashi sengaja tidak mau terlalu memperhatikan ken saat makan, ia takut ken merasa tidak nyaman dengan acara makannya.
__ADS_1
Semakin lama tanpa Ken sadari ia pun semakin lahap, tangannya kembali mengambil tempe goreng yang masih tersisa, menuangkan saus diatasnya dan memasukkan kedalam mulutnya. Sashi sedikit melirik ia tersenyum kala melihat ken makan dengan sangat lahap, dan begitu juga dengan adam ia ingin sekali rasanya tertawa terbahak bahak melihat ken.
Kedua tangan kekar para pria itu serentak ingin mengambil mie yang masih tersisa di mangkuk. keduanya saling tarik menarik mangkuk berisi mie.
" please ken, loe ngalah napa ama gue. ntar dimansion loe bisa suruh sashi lagi buat masakin buat loe " masih dengan memegang mangkuk
" gk bisa ini buat gue, tadi gue liat porsi loe udah kebanyakan. " ken juga tak mau kalah.
sashi hanya melongo melihatnya, sambil menepuk jidatnya. Baru ini ia melihat pemandangan seperti ini, kedua pria yang terlihat sangat wibawa saat dikantor bahkan mampu bertingkah seperti anak kecil yang sedang merebutkan mainan.
Apalagi sikap ken yang selalu ia tunjukkan pada sashi, seolah olah ia adalah pria yang paling menyeramkan dimuka bumi. Tapi tidak untuk saat ini, Ken benar-benar menunjukkan sisi lain dirinya.
Sashi tertawa kecil melihat keduanya sambil menutup mulutnya, ia yg telah selesai makan tidak mau mengganggu Ken dan Adam yang masih saja berdebat masalah mie. Sashi memutuskan kembali kedapur untuk memulai membuat kue pesanan tetangganya.
( kebayang gak sih klo Ken dan adam lagi rebutan mie šš )
ššš
tetap buat author semangat dengan vote like dan coment positive.
__ADS_1