
" chef, dia menggajiku 3x lebih besar dari gajiku direstauran. jadi aku tidak mau sampai dia memecatku chef. " itulah bisikan maut yang dilontarkn oleh sashi.
" baiklah kalau itu mau mu. " Dani tersenyum pada sashi, lalu dia membalikkan badannya kebelakang melangkahkan kaki menuju motor sportnya.
Sepeninggalan Dani, Ken langsung menarik Sashi untuk masuk ke mobil. Mereka berdua duduk dibangku penumpang.
" yaelah kayak supir gua " gerutu adam
sashi yang merasa tidak enak pada adam memberanikan diri bertanya pada ken
" tu tuan tidak duduk di depan. "
ken yang moodnya sedang tidak baik sama sekali tidak mau menjawab, dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Saat sashi mengatakan bahwa ia adalah majikannya ada rasa sakit dihatinya, ntah kenapa bahkan ken sendiri tidak tau. Padahal Ken akan mengatakan pada Dani bahwa ia adalah suaminya. namun gagal karna selaan sashi begitu cepat.
Disepanjang perjalanan hanya keheningan yang ada didalam mobil, adam yang mengumpat karna dijadikan seperti supir dan ken yang bergejolak dengan Pikirannya. sesekali sashi melirik ken yang sedari tadi hanya memandang kearah luar jendela dengan wajah yang begitu datar.
" habislah aku..., pasti dia akan memarahiku lagi. "
sashi mengutuk kebodohannya sendiri.
melihat jalanan bukan menuju kearah rumahnya, sashi memberanikan diri untuk bertanya
" tuan, ini bukan jalan ke rumahku. "
ken menghembuskan nafas kasar
" kita akan ke mansion, beberapa jam lagi papi akan sampai. "
" pa pi?? " sashi terkejut mendengar mertuanya akan kembali ke indonesia, padahal setiap fauzi menelepon, sashi selalu memintanya untuk pulang ke indonesia karna ada hal penting yang ingin ia bicarakan. namun sekarang mendengar pernyataan ken bahwa mertuanya pulang ke indonesia secara mendadak malah membuatnya menciut, sebab ia belum mempersiapkan apapun akan hal yang akan diceritakannya.
" tuan tapi tolong antar kerumah dulu, aku sudah berjanji pada tetangga untuk mengantarkan kue malam ini. dia juga sudah membayarku tuan. " sashi memohon pada ken agar mau diantarkan kerumah terlebih dahulu.
__ADS_1
" akan kubeli kue ditoko, berikan pada tetanggamu. kau tidak perlu repot-repot membuatnya. "
" tidak bisa, itu gak profesional namanya. aku akan tetap membuatnya sendiri. " selah sashi pada ken
adam yang mendengar ucapan sashi juga ingin ikut nyantel " bener tuh, klo dikasih amanah harus bisa bertanggung jawab. "
" terserah kalian saja, aku tidak mau tau. sebelum papi tiba dimansion. aku dan kau sudah harus sampai disana. " perkataan ken sangat tegas
" baiklah tuan aku janji tidak akan lama, kue yang dibuat juga tidak terlalu banyak. "
mendapat lampu hijau dari Ken, adam langsung mengantarkan kerumah sashi.
.
.
Kedua pria dewasa itu sudah masuk kedalam rumah sashi yang terlihat begitu sederhana, keduanya sama-sama celingukan ,melihat tidak ada apa-apa didalam rumah tersebut. bahkan tv untuk menghibur diri saja sashi tak punya.
adam menyindir ken
" jangan nyalahin gue, salahin dia yang gk mau pake kartu yg gue kasih. " ken langsung membela diri
" paksa noh bini loe pake kartu, jangan cuma felis aja yg lu urusin keuangannya. bosan gue liat tagihan dia. "
Ken melirik sinis adam, sedangkan adam hanya terlihat acuh tanpa beban.
Ken dan adam menunggu sashi yang sedang membuatkan teh untuk mereka berdua. kedua pria itu duduk dilantai yang hanya beralaskan karpet tipis.
tak lama sashi keluar dari dapur membawa nampan berisi teh dan menyuguhkannya kepada Ken dan Adam. " cemilannya nyusul ya, masih digoreng. "
" aman shi... aman... " jawab adam yang langsung meneguk teh hangat yang dibawakan sashi
__ADS_1
sashi kembali lagi ke dapur, masih sibuk mengurus segala adonan dan juga cemilan yang akan diberi untuk ken dan adam.
sekitar 15 menit sashi kembali menghampiri mereka sambil membawa tempe goreng tepung dan juga sebotol saus untuk pelengkapnya.
" maaf cuma ada yang beginian. " sashi sedikit nyengir
sedangkan adam matanya berbinar melihat tempe yang ada di hadapannya. sudah lama ia tidak memakan gorengan seperti ini. tangannya langsung mengambil satu potong tempe goreng dan meletakkan saus diatasnya
kriukkk...
kriukk...
kriukk..
kunyahan adam terdengar jelas.
" busett renyah beneer... Ken loe gk makan yang beginian kan?? sumpah ini enak banget.. " Adam kembali menggigit tempe goreng yang ada ditangannya. Ada godaan tersendiri saat melihat adam memakan tempe goreng buatan sashi yang terlihat sangat enak. Tapi ken tetap dengan gengsinya. ken hanya meneguk teh yang ada dihadapannya.
sashi yang melihat adam langsung tersenyum karna terlihat ia sangat menikmati tempe buatannya.
" tuan ken dan kak adam pasti belum makan ya?? sashi masakin mie instan ya, mmm.. soalnya disini gada stok makanan yg lain. " sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Ken mengerti dengan kondisi sashi yg serba paspasan, ada rasa sedih dihatinya. mana kala ia memakan makanan yang sangat enak, mahal dan juga sehat. tapi istrinya hanya memakan makanan yg sangat sederhana.
yang penting kenyang itulah rumus yang diterapkan oleh sashi.
( othor : rumusan anak koskosan ššš)
ššš
tak bosan thor ngingetin vote like n comment positif
__ADS_1