
" kenapa kau yg mengantar ini, apa dia tidak mau bertemu denganku? " Ken menatap kesal pada pria yang ada didepannya.
Adam hanya mengangkat bahunya, setelah meletakkan paperbag diatas meja ia langsung pamit untuk keluar, karna lambungnya juga sudah meraung menahan lapar.
Ken berdecih kesal, ia berdiri dari kursinya dan berjalan menuju sofa untuk mengambil makan siangnya. " sial... aku ingin sekali bermanja malah.. " Ken menghentikan ucapannya. " shittt...!! bermanja? " Ken memijit pangkal hidungnya.
.
.
Apartemen
Ken memandang sengit Sashi yang tengah mengepel lantai apartemen, Setelah selesai membantu Sashi memasak untuk Ken ia langsung menyuruh pelayan untuk kembali ke mansion. Awalnya pelayan tidak mau tapi Sashi berhasil meyakinkannya. Namun Sashi juga tak menyangka kalau hari ini Ken cepat pulang ke apartemen.
Sashi mengelap keringat yang keluar dari keningnya, ia menunduk mendapati tatapan devil dari suaminya.
" tu tuan kenapa hari ini cepat sekali pulangnya. " tanya Sashi gugup
" bukan urusanmu. " Ken masih berdiri di hadapan Sashi yang sedari tadi menundukkan kepalanya, tangannya masih memegang gagang pel lantai.
" Mana pelayan? kenapa kau yang mengepel, kau ingin melihat dia kupecat karna melanggar perintahku. ternyata kau suka melihat orang lain menjadi pengangguran. "
" bukan tuan, bukan seperti itu. Aku hanya bosan tidak melakukan apa-apa. Tadi pelayan juga sudah melarangku tapi aku tidak mau. " Sashi menggigit jarinya ia takut Ken akan marah padanya.
__ADS_1
" kali ini pelayan itu kumaafkan, jika ini terjadi lagi langsung kupecat dia" ancamnya pada Sashi.
" lalu tadi siang kenapa kau tidak mengantar makanan keruanganku? kau tidak mau melayaniku? " tanya lagi dengan tatapannya yang datar.
" kalau ituuu... sedikit sulit bertemu denganmu dikantor tuan. Resepsionis yg aku temui bilang harus punya janji dulu denganmu baru bisa bertemu. " Sashi kembali menundukkan kepalanya.
Memang benar peraturan dikantornya jika ingin bertemu dengan CEO, tamu ataupun clien harus punya janji khusus terlebih dahulu. Ken menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan.
" Cepat mandi, aku ingin kau mentraktirku hari ini. " Sambil berjalan Ken mengambil air mineral yang ada dimeja pantry lalu meminumnya hingga kandas
Sashi membulatkan matanya bagaimana bisa ia mentraktir Ken. " tuan aku tidak punya uang mentraktirmu." ucapnya pada Ken.
" teruslah berbohong, kau punya blackcard dan sekarang kau bilang tidak punya uang untuk mentraktirku??? aku tidak mau tau cepat mandi dan aku ingin kau traktir. " Saat dikantor Ken juga mengecek pengeluaran Sashi, ia melihat Sashi tidak pernah menggunakan blackcard yg ia berikan pada istrinya. Istilah traktir itu hanya modus sebenarnya Ken ingin berjalan-jalan dengan Sashi lalu membeli semua keperluan Sashi.
.
.
Ken yang kelihatan sangat tampan hanya dengan pakaian casualnya membuat Sashi menelan salivanya, sedari tadi juga Ken terus menggenggam tangan Sashi. Ken membawa Sashi ke toko yang menjual barang-barang wanita seperti tas baju sepatu yang semuanya tentu branded. Ken meminta pelayanan VVIP sehingga mereka dilayani secara khusus dan tentunya sangat nyaman.
" tuan tapi kenapa kesini, ini menjual keperluan wanita. bukannya kau ingin aku traktir.?? " tanya Sashi begitu heran
Ken yang sedang memilih baju yang dipilihkan oleh pelayan toko langsung mengalihkan pandangannya pada Sashi dan...
__ADS_1
Cup..
Ken mengecup bibir Sashi, pelayan toko langsung menundukkan kepalanya agar privasi mereka tidak terganggu. Wajah Sashi jangan ditanya lagi pastinya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Ken menarik ujung bibirnya dan kembali memilih baju untuk Sashi.
Setelah begitu banyak memilih tas baju dan sepatu sampailah mereka pada stan yang memajangkan pakaian dalam wanita.
" pilih " ucap Ken pada Sashi
Sashi membulatkan matanya, spontan ia menutup dadanya dengan kedua tangannya, dia sangat malu memilih bra didepan Ken.
" baiklah jika kau tidak bisa memilih biar aku saja yang memilihnya untukmu, aku juga sudah tau ukurannya. " ucapan Ken mampu membuat Sashi terkejut hingga membulatkan matanya, tentu saja Ken tau mereka sudah pernah melakukan hubungan suami istri walau baru sekali saat itu Ken yang meminta haknya terpenuhi.
Ken kembali membuat Sashi melongo, Ken memilihkan pakaian dalam yang sangat sexy untuknya. Bagaimana ini pasti sangat tidak nyaman jika dipakai batin Sashi meronta melihatnya.
.....
Multimultivitamiiiiinnnnn
"adakah cinta untukku? " sudah up.
like vote n coment yang membuat othor makin semangat.
__ADS_1