JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
bab 96


__ADS_3

Hubungan antara Sashi dan Ken sudah naik level, makin hari makin membaik dengan cara alami apalagi saat ini Sashi sedang mengandung benihnya, begitu pula dengan Abian sebentar lagi akan naik status. Wow sepertinya ini sebuah prestasi.


Dimeja makan yang telah tersedia makanan 4 sehat 5 sempurna tak membuat Sashi bersemangat untuk menyantapnya, malah wajahnya cemberut perkara bola air sedangkan tersangka utamanya pura-pura tak melihat.


" Mommy, aku ingin tambah sup nya lagi. " Abian menyodorkan piring putih yg harganya membuat kantong terjepit.


" iya sayang, Abian makan yang banyak ya nak. biar cepat gede sehat kuat dan pintar. " Sashi mengelus lembut rambut Abian, lalu tangannya menuangkan sup ke piring Abian dengan hati-hati.


" Oke mommy, aku ingin pintar seperti daddy" ucap anak itu lalu tersenyum.


" good boy, kau harus pintar seperti daddy." ucap Ken dengan bangga bahkan kupingnya sudah naik 5 cm. seperti judul film saja.


Tapi Sashi ini terlanjur sensitif, dia agak tersinggung. tak menutup kenyataan kalau dirinya gk pintar-pintar amat. Makin cemberut lah wajahnya. Dasar ibu hamil, ingin dipahami ingin dimengerti dikit-dikit cemberut.


Sashi menunduk, sambil memasukkan sesendok nasi plus potongan daging sapi berkwalitas kemulutnya.


. hikss... hiksss...


Abian dan Ken malah bengong mendengar isak tangis Sashi.


" sayang ada apa? kenapa menangis? " Ken heran, kenapa wanita ini tidak ada hujan tidak ada angin tapi kok nangis.


Ken langsung menyeka air mata Sashi, wanita itu sesegukan. Ken berdiri dari duduknya, dan mendekatkan diri pada Sashi.

__ADS_1


" sayang kenapa? " tanya Ken dengan nada lembut.


" Dad... apa aku ini bodoh? tanyanya dengan mata yang masih berair.


" siapa yg bilang kau bodoh? " tanya ken heran.


" Jadi kenapa Abian harus pintar sepertimu,??? "


"owh tentu, Abian harus pintar sepertiku. " Malah membanggakan diri didepan istrinya, sungguh terlalu.


Makin meweklah bumil, dia memukul2 Ken.


Pria dingin itu sedikit tertawa, ternyata tadi dia hanya bercanda, soalnya garing sekali klo istrinya cemberut, suasana jadi redup.


Ken langsung menuntun istrinya untuk berdiri ia peluk wanita tercintanya, lalu ia kecup keningnya.


"berkat aku? "


" tentu berkat kau, tidak mungkin karna aku. mengingat waktuku terlalu padat dalam urusan kerja. "


ya diakui seorang Kenfredy Mahanta waktu luang hanya sedikit untuk keluarga, untuk urusan financial memang sudah menjadi tanggung jawabnya. Memasukkan Abian ke sekolah yang terbaik, segala kegiatan Abian untuk menunjung tumbuh kembangnya. paling hanya sebatas itu, selebihnya peran Sashi yang paling penting karena dia yang di khusus kan untuk memantau itu semua.


Sashi harus mampu mendidik anaknya agar menjadi manusia yang baik dan berkwalitas tinggi dalam segi apapun, dan itu bukan hal yang mudah untuk seorang ibu.

__ADS_1


Sashi berhenti menangis, ia menyeka air matanya. Pelukan dan ucapan Ken mampu mengobati perasaan sensitifnya.


" Mommy aku juga mau dipeluk. "


sejoli yang tengah hangat-hangatnya malah lupa ada bocil yang sejak tadi menonton drama korea nan romance itu.


" sini sayang biar mommy peluk." Sashi mendekat dan memeluk Abian.


Ken juga gak mau kalah dong, akhirnya mereka berpelukan layaknya telenovela, eh maksudnya teletubbies wkwkw..


" Baiklah, Abian harus bersiap karna harus berangkat sekolah. " ucap Ken sambil melepas pelukannya.


" sipp daddy." Abian senyum menampakkan giginya yang tersusun rapi.


" dan kau, jam makan siang supir akan menjemputmu untuk datang ke kantor, kita cek kandunganmu lalu temani aku untuk mengurus resepsi si brengs*k itu. "


Titah Ken pada Sashi ceplas ceplos tanpa sensor


" Brengs*k itu apa Dad?? " malah si bocil nyambung percakapan orang dewasa.


Ken gelagapan, kenapa ia lupa klo Abian masih disitu, terlalu kebiasaan kalo ngomong tanpa rem cakram. Mata sashi mendelik hampir keluar, rasanya ia tak terima jika anaknya dapat asupan gizi buruk.


" Dadddd .... awas kau ya, nanti malam jaga jarak denganku!! " lalu Sashi melenggang pergi bersama Abian.

__ADS_1


Sedangkan Ken planga plongo tak jelas, terpaksa nanti malam bermesraan dengan guling pikirnya.


ah sial...


__ADS_2