
Mahanta Company
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore dan ini adalah waktunya pulang untuk semua karyawan Mahanta Company.
Ken masih setia duduk dikursi kebesarannya, ia masih fokus dengan laptop yang ada didepannya. Begitu banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Terdengar suara langkah yang menggunakan highheels mendekatinya.
" sayang ini sudah waktunya pulang. " Felicia kembali mendekatkan diri hingga ia berada disamping Ken sambil memeluk pria itu.
" Aku masih ada pekerjaan yg harus diselesaikan. " jawab Ken dengan datar.
Felicia mengerutkan dahinya. "kau lupa sudah janji akan menemani ku berbelanja? "
" hmm aku ingat." Ken menjawab tanpa mengalihkan pandangan pada laptopnya.
Felis melepaskan pelukannya, dan menarik nafas dalam lalu membuangnya. " mungkin aku terlalu lama disingapura, hingga aku baru menyadari kalau kekasihku ini sepertinya berubah padaku." Felis berjalan menjauh dari Ken dan memilih untuk duduk disofa sambil menatap Ken yang ada didepannya.
" apa kau sudah mulai tertarik dengan wanita itu? " tanya felis sambil menyilangkan tangannya didepan dada.
Jari jemari Ken langsung berhenti mengetik pada tombol tombol dilaptopnya, ia menyandarkan punggungnya dikursi dan menatap felisia.
" Baiklah aku akan menepati janjiku untuk menemani mu berbelanja." Ken langsung berdiri dan menyambar kunci mobil yang ia letakkan dimeja.
felisia ikut berdiri dan kembali menghampiri Ken yang masih berada didekat meja kerjanya. felis langsung melingkarkan tangannya pada tangan ken sambil tersenyum penuh kemenangan, lalu tak sengaja mata felis tertuju pada sesuatu yang ada dimeja Ken.
__ADS_1
" sayang sejak kapan kau suka bola air? "
Mata Ken juga tertuju pada bola air yang ada dimejanya, " Seseorang memberikannya padaku. "
" bisa kau berikan untukku? " tanya felis.
Ken memandang wajah felis, lalu ia keluarkan seuntai senyum keterpaksaan untuk wanita itu. " maaf tidak bisa."
Ken menolak untuk memberikannya pada felis, karna itu adalah bola air milik Sashi yang ia temukan didalam kamar mansion, dan itu adalah bola air yang dibeli sashi dengan hasil keringatnya sebagai kenang-kenangan mendapat gaji pertama, sashi seorang penyuka bola air langsung membelinya.
" ayo kita pergi. " Ken langsung menarik tangan felis agar wanita itu tidak terlalu banyak pertanyaan tentang bola air yang dilihatnya.
.
.
" sayang terima kasih. " seraya tersenyum lalu mengecup bibir Ken.
" Kau senang? " tanya Ken
" tentu saja, kau selalu memberi apa yang aku inginkan. " Felis mengelus wajah Ken, kembali ia cium bibir Ken dengan sangat lembut. Ken hanya menerima ciuman itu tanpa membalasnya.
Setelah menyadari tidak ada balasan Felis melepaskan ciumannya. " sayang kenapa kau tidak membalas ciumanku? " felisia sedikit heran pada Ken
" Aku sedang lelah." Ken mengelus rambut felisia " ini sudah jam 10 malam, aku harus segera pulang dan melanjutkan pekerjaanku yang tertunda."
__ADS_1
" Padahal aku masih ingin bermanja denganmu" felis mengerucutkan bibirnya.
" lebih baik kau istirahat. " Ken mengecup pucuk kepala felis lalu melangkah pergi meninggalkannya.
.
.
Ceklek
pintu apartemen Ken terbuka dan pria tampan berwajah dingin itu masuk kedalam, Sashi yang masih mengelap meja dapur tak lepas dari pandangan Ken.
Ken sudah hafal jam kerja sashi, setengah jam yang lalu Sashi juga baru sampai di apartemen ia langsung melakukan pekerjaan rumah seperti biasa. Walaupun Sashi bekerja diluar ia juga tak lupa akan tugasnya.
" tuan sudah pulang, mau aku siapkan air untuk mandi? atau mau makan dulu? " Sashi sedikit menundukkan kepalanya tak berani menatap Ken.
Ken sedikit melirik sashi lalu duduk d sofa "buatkan aku kopi." sambil membuka satu kancing atas kemejanya.
" baiklah tuan. " Sashi berbalik membuka kitchen set yang tergantung diatas dinding, sashi tidak bisa melihat kopi yang biasa ia letak.
" aku meletakkannya sedikit lebih atas. " ucap ken sambil memainkan ponselnya.
" haiss kenapa dipindah sih, dia sih enak tinggi lah gue?? " Sashi bermonolog pada dirinya sendiri dengan suara yang sangat pelan.
Sashi berusaha menjinjit lalu melompat lompat untuk bisa mengambil kopi hitam, namun tangannya tak sampai hingga sebuah tangan kekar mengambilkannya dari arah belakang. Ken langsung meletakkannya tepat dihadapan Sashi.
__ADS_1
Bola air yang dibeli Sashi pake gaji pertama