
ken masuk kedalam kamar mandi, memandang wajahnya dicermin. Rasa benci itu sangat besar namun melihat sashi seperti itu juga ada rasa ingin menolongnya. ken mengusap wajahnya dengan kasar, lalu ia buka bajunya untuk membersihkan diri namun ntah kenapa ia batalkan niatnya dan kembali memakai bajunya
Ken membuka pintu kamar dengan sangat pelan dan hati-hati, matanya yang tajam melihat sashi sedang meniup-niup lututnya dan ken juga melihat sashi yang kebingungan untuk mengobati Lengannya hingga akhirnya dy memutuskan untuk tidak mengobati lengannya yang memar.
Saat ken yakin kalau sashi sudah terlelap, ia memberanikan diri untuk mendekat. Dengan telaten ia mengobati lengan sashi dengan pelan agar wanita itu tidak sampai terbangun. tak lupa ken mengoleskan minyak herbal pada lengan sashi untuk memudarkan memarnya.
setelah selesai ia merapikan kotak obat seperti semula, sekilas tak sengaja ia memandang wajah sashi dilihatnya wajah istrinya yang sangat sendu, wajah yang menyimpan rasa lelah dan juga rasa bersalah begitu besar. Seketika otaknya kembali berfungsi ken langsung memalingkan wajahnya dan berdiri kembali menuju kamarnya.
.
.
aroma herbal yang ada dilengan mampu menusuk hidung sashi hingga ia mau membuka matanya.
" ini bau apaan..?? " dihirupnya lengannya sedikit-sedikit
" perasaan semalam gk dikasih apa-apa " sashi masih dengan mode bodohnya ia kembali melihat lengannya dengan memar yang sudah mulai memudar.
suara bunyi bel membuyarkan pikirannya.
ia berjalan membuka pintu dengan setengah kepalanya melihat keluar
" selamat pagi nona, ini ada titipan dari tuan ken. "
seorang petugas menyerahkan paperbag untuk sashi
" terimakasih. "
setelah wanita itu pamit sashi langsung menutup pintunya, dan melihat isi paperbag yg ternyata isinya baju dan celana.
" syukurlah tuan ken memberiku ini. "
sashi menepuk jidatnya sendiri
__ADS_1
" ya ampun aku lupa hari ini ada kerjaan, kalau aku terlambat pasti dimarahin pak rahman lagi. "
dengan cepat sashi berlari ke arah kamar mandi untuk mengganti bajunya, ia tetap membawa jaket dan kemeja ken untuk ia cuci dirumah.
mendengar ucapan petugas tadi sashi yakin klo ken sudah keluar dari apartmen, hingga ia langsung buru -buru keluar sampai tidak melihat makanan yang telah disediakan ken dimeja pantry untuk sashi sarapan.
.
.
Restaurant HighClass
" pak belum telat kan? " tanya sashi, pak rahma melihat jam tangan yang melingkar pada lengannya.
" 3 menit menolongmu utk tidak potong gaji. " jawab pak rahman singkat
" syukurlaaaah..." sashi merasa lega, dy juga merasa lelah sebab dy terlalu banyak berlari menuju restauran agar tidak terlambat, ia mengatur nafasnya setenang mungkin.
sashi : " kabar gembira?? " tanya sashi heran
rahman : " kamu d terima bekerja disini, bapak sdh mengajukan kamu dan manager restauran telah menerimanya. kau akan bekerja sbg asisten dapur. "
mata sashi berbinar merasa terharu dengan ucapan pak rahman yg telah mengajukannya untuk bisa menjadi pekerja tetap disini, ribuan terima kasih tak mampu membalas kebaikan pak rahman selama ini padanya
" sashi tidak akan mengecewakan bapak. " sambil tersenyum pada pak rahman.
" hmm baiklah, hari ini kamu masih membantu untuk resepsi pernikahan disini, mulai besok sudah menjadi asisten dapur, nnti bapak akan memberimu seragam utk kamu kenakan besok. "
sashi mengangguk tanda mengerti, sashi sudah tak merasa asing direstauran ini karna pak rahman sering meminta bantuannya, chef dan beberapa koki masak juga sudah tak asing dengan sashi.
semua pekerja sudah mulai melakukan aktifitasnya masing-masing, begitu juga dengan sashi dia sibuk mempersiapkn piring dan gelas untuk para tamu undangan, menyiapkan buah dan lain. fasilitas dan pelayanan terbaik benar-benar disuguhkan oleh pihak restauran agar tak mengecewakan para tamu.
hingga jam menunjukkan pukul 10 malam, akhirnya pekerjaannya selesai juga. sashi duduk d lantai dengan berselonjor sambil memijit-mijit kakinya yang terasa pegal.
__ADS_1
" kelihatannya lelah sekali. " ucap seorang pria tampan berusia 29 tahun, sambil duduk ikut berselonjoran dilantai disebelah sashi.
sashi tersenyum padanya
" ya namanya juga bekerja memang harus lelah, chef apa kau tidak merasa lelah??? "
" tentu saja " jawabnya singkat
" akkhhh aku kira chef sudah mati rasa " ucap sashi spontan
mendengar ucapan sashi chef Dani mengeluarkan sedikit suara tawanya, lalu memberikan seragam pada sashi
" pak rahman tadi menitip ini., selamat bergabung dengan kami. dan mulai besok kau berada dibawah naunganku. " ucap dani sambil tersenyum, tak heran karna dani adalah seorang pria yang ramah, tapi saat di jam kerja dia berubah menjadi chef devil.
mata sashi berbinar menerima seragamnya, dan memeluk seragam itu dengan erat, melihat tingkah sashi yang seperti itu membuat dani menjadi gemas dan mengacak-acak rambut sashi.
melihat rambutnya beracak sashi langsung menatap dani dengan pandangan sengit, dan membuat pria itu makin tertawa.
" kenapa kau tdk terima aku mengacak rambutmu? kalau mau melawan aku sarankan sekarang, karna besok sdh tidak bisa. " ucap dani sambil menahan tawanya
sashi : " owh tenang chef hari ini aku sedang bahagia, baiklah lanjutkan lagi mengacak rambutku, kalau tidak puas bisa acak bulu mata alis dan juga kumisku "
Dani : " tidak kusangka sashi adalah jelmaan lele betina... " sambil mengeleng gelengkan kepalanya
sashi......
.
.
ššš
tinggalkn kesan baik pada author šš
__ADS_1