
Sashi sedikit menggaruk kepala mendapati Ken sedang menertawakannya, ia bangkit jadi jongkoknya dan melangkah maju ke meja kerja Ken lalu meletakkan pen itu diatasnya.
" ehemmm " Ken kembali berdehem untuk mengakhiri tawanya, tangannya membuka laci dan mengambil sesuatu dari dalam.
" ambil ini. " tangan ken menyodorkan blackcard yang ditinggal Sashi dikamar mansion.
Mata Sashi melihat blackcard itu, lalu bergantian ia melihat ke arah Ken.
" Bagaimana pun aku punya tanggung jawab atas dirimu, pakai sesuka hatimu aku tidak akan melarangnya. " intonasinya berubah kembali menjadi datar.
Ken kembali melanjutkan pekerjaannya, tangan Sashi perlahan mengambil blackcard diatas meja Ken, matanya sedikit berembun. Bagaimana bisa Ken yang membenci dirinya tapi tetap memberikan tanggungjawab atas dirinya.
" terima kasih tuan, kalau begitu aku permisi "
Sashi berbalik berjalan menuju pintu.
" Jangan tidur disofa ! " suara bariton itu berhasil menghentikan langkah Sashi yang hendak keluar dari ruang kerja Ken.
Sashi kembali berbalik kearah Ken, ia berfikir bahwa diapartemen Ken hanya ada satu kamar dan itu milik Ken. " ja jadi tuan aku harus tidur dimana? "
" apa kau tidak bisa melihat ranjang yang begitu besar dikamar?? " Ucap Ken tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
" Tapi itu milikmu tuan. "
" aku tidak suka berbicara hingga dua kali, tapi kali ini aku berbaik hati untuk mengulanginya. Jangan tidur disofa. paham!! " nada yang penuh dengan penekanan.
Sashi menjawab hanya dengan anggukan kepala, lalu kembali pamit keluar dari ruang kerja Ken.
" dan kau juga milikku. " Ken bermonolog pada dirinya sambil mengeluarkan sedikit senyum dibibirnya.
__ADS_1
.
.
Hari dimana Sashi akan kembali ke kampung halaman telah tiba, setelah berpamitan dengan Ken ia langsung pergi ke terminal bus sendirian tanpa ditemani oleh Ken.
Dengan mata yang sayup-sayup Sashi memilih tempat duduknya didalam bus, mulutnya sedikit menguap merasakan kantuk karena Ken yang menjahilinya membuat Sashi tidak bisa tidur tenang.
Ken melingkarkan tangan kekarnya pada tubuh Sashi ketika sedang tidur, Saat Sashi melihat kearah Ken tampak pria itu sudah tertidur pulas, dan dengan pelan Sashi menurunkan tangan Ken dari perutnya, Lalu ia berbalik memunggungi Ken sambil sedikit mengambil jarak.
Tapi ntah kenapa Ken kembali bergerak dan tangannya kembali melingkar diperut Sashi, ntah sengaja atau tidak tapi itulah yang mampu membuat Sashi tak bisa tidur nyenyak berkali kali Ken melakukan hal yang sama, dan berkali juga Sashi mencoba untuk menepisnya bahkan Ken juga menaikkan kakinya yang panjang ke kaki Sashi seolah olah wanita itu bagaikan sebuah guling, hingga akhirnya Sashi pasrah dengan keadaan dan membiarkan Ken tertidur dengan memeluknya.
.
.
Mahanta company
Para staff memberi hormat pada Ken dan permisi untuk keluar dari ruang meeting.
Adam sedikit melirik kearah Ken yang masih duduk disebelahnya.
" Tumben banget meeting gak pake ngamuk, biasa salah sedikit aja langsung ngamuk ni orang. " Adam bermonolog pada dirinya sendiri.
Menyadari bahwa Ken dalam mood yang sangat baik hari ini , Adam tidak menyia-nyiakan kesempatan emas.
" Pak, sepertinya bonus saya belum ada tanda-tanda. "
" berikan cek padaku. " Ken mengulurkan tangannya tanpa melihat kearah Adam.
__ADS_1
Adam langsung membulatkan matanya, tidak pernah semudah ini ia mendapatkan bonus dari bosnya. Dengan cepat Adam memberikan cek kosong pada Ken.
Tanpa banyak bicara dengan lancarnya Ken menulis nominal pada cek kontan tersebut dan memberikannya pada Adam.
mata Adam kembali membulat melihat bonus yang ia dapat hari ini, "si Ken kesurupan setan apa, akh bodo yang penting gue dapat 200juta. " hatinya bersorak kegirangan, pasalnya Adam tengah menabung untuk membeli mobil sport keluaran terbaru.
Adam kembali memanfaatkan moment baik ini, otaknya kembali berputar berharap Ken mau memenuhi permintaannya. " Pak, untuk proyek baru sepertinya saya sudah mendapat patner yang lebih pas untuk bersama saya, jadi sepertinya Mira yang diusulkan lebih baik digantikan saja. "
Ken hanya manggut manggut. " baiklah, Mira akan aku cancel sekarang juga. " tangannya kembali menulis nominal angka pada cek kontan.
Bak ketimpa durian runtuh, ini adalah hari yang sangat baik untuk Adam. Hatinya kembali bersorak sorak.
" Mana cek tadi? " ucap Ken dengan datar
karna sangat bahagia, tak pikir panjang Adam memberikan cek 200juta tadi pada Ken, lalu Ken memberikan selembar cek pengganti pada Adam.
" aku berubah pikiran dan itu adalah bonusmu. " Ken langsung berdiri dari duduknya.
Mulut Adam langsung menganga, " p pak... ke kenapa bisa nol nya hilang satu?? " Lututnya sudah terasa lemas melihat cek yang dipegangnya berubah nominal menjadi 20juta.
" Bekerjalah dengan baik bersama patnermu yang baru. " sambil menepuk nepuk pundak Adam. Dengan senyum menyeringai Ken langsung meninggalkan Adam yang masih syok karna kehilangan uang 200juta.
Adam langsung menekuk lututnya hingga menyentuh lantai, ia merasa lemas. Niat hati ingin memanfaatkan mood baik bosnya malah Adam yang dipermainkan.
" dua ratus juta gueeee....... " šššš
....
Hai hai readers, gimana puasanya lancarkah???
__ADS_1
tetap selalu beri multivitamin untuk othor ya, dan komen positif juga sangat diharapkan.
Happy reading readers.. ššš