
Ken memegang dadanya ia merasakan jantungnya berdetak kencang, ia raih ponsel yang ada di atas nakas memilih kontak utk menelpon seseorang
📞 ken : " laporkan semua kegiatan yang dy lakukan setiap hari. Dan ingat jangan smpai dy tau akan hal ini!! " ken memerintahkan kpd seseorang dy tak perduli kalau ini masih jam tidur bagi umat manusia, bagi ken apapun yg dia inginkan harus tetap d laksanakan.
######
Didalam kamar mandi sudah banyak cucian yang harus dy bereskan, setelah sholat shubuh ia langsung melakukan aktifitas kembali.
Sudah 2 bulan sashi tinggal dikontrakan kecil dan sangat sederhana didalamnya hanya ada 1 kamar tidur, ruang tamu, dapur dan 1 kamar mandi semua berukuran minimalis, sedangkan dindingnya hanya terbuat dari kayu. Dan untuk membayar kontrakan ia gunakan uang tabungannya sendiri.
Selama sashi tdk tinggal bersama ken, tak lupa ia selalu memberi pesan untuk suaminya, walau tk ada 1 pun balasan.
ia selalu mengingat pesan rika bahwa lari tdk akan menyelesaikan masalah. sashi juga memberi tau alamat lengkap dimana dy tinggal. Ada secercah harapan didalam benaknya agar ken mau menjemputnya untuk pulang, tapi hal itu sama sekali tidak terjadi. Semenjak itu sashi mencoba belajar untuk bisa mengikhlaskan apapun yg bukan menjadi miliknya, sdh seminggu ini juga sashi menahan diri agar tidak memberi kabar pada ken, Walaupun hatinya sangat memberontak. Dan saat ini hanya keputusan final dari ken yg ia tunggu dan apapun keputusan itu ia akan menerima dengan lapang dada.
Srek... Srek... Srekk....
Tangannya masih dengan memberus pakaian2 tetangga. Sashi membuka jasa cucian dan strika,. Semenjak tidak tinggal dimansion ken, ia lebih memilih kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa mau menggantungkan hidup pada orang lain.
Setelah selesai dgn cucian, ia buru2 untuk memasak sarapan pagi, terkadang jika tetangga banyak yg memakai jasanya sashi bahkan tak sempat untuk sarapan. Hanya nasi plus telur ceplok dan segelas teh yg ia santap, namun dia benar-benar sangat bersyukur atas apa yg telah dia dapat. Toh masih banyak org yg kurang beruntung diluar sana.
Kehidupan seperti itu sudah biasa sashi lalui, dulu saat masih ngekos dy juga hidup dalam keadaan pas2an.
Matahari mulai kembali menerangi bumi,
Sashi juga sudah memulangkan semua cucian kepada pemiliknya. Sashi tersenyum melihat uang hasil dari cucian hari ini, untuk cucian 2 rumah hanya 40rb rupiah yg ia dapat. Ia masukkan uang itu kedalam saku celananya.
Tak lama ponselnya berdering
📞Daka : " shi loe dh dimana, ini koran dah gue ambilin buat lo . " sashi mengenal daka
📞sashi : " oke ni gue mau gerak, tadi gue antar cucian dulu. "
📞Daka : " gue tunggu "
__ADS_1
Sashi menggunakan angkutan umum menuju tempat ia dan daka biasa berjualan koran.
Sashi telah sampai dan segera membayar sang supir dengan uang pas.
Sashi : " woy " menepuk pundak daka yang sedang merapikan koran
Daka : " lama bgt sih loe, nih dah gue rapiin. "
Sashi mengambil koran dari tangan daka
Sashi : " hehehe baik banget sih loe, mudah-mudahan rejeki hari ini lancar.... "
Daka : "amiiinnn... "
Daka adalah anak jalanan yg biasanya berjualan koran di pagi hari, siang hingga sore dy akan mengamen di jalanan lampu merah. Mereka bertemu saat sashi tak sengaja melihat daka berjualan koran yg ia jajakan di jalanan dan sashi juga tertarik untuk berjualan koran lalu memberanikan diri utk bertanya kepadanya.
Sashi dengan stelannya selalu menggunakan topi dan masker saat berjualan koran, lampu merah menyala mereka mulai menjajakan koran kepada pengendara motor dan mobil.
Keringat membasahi tubuh dan wajahnya, tak kenal lelah sashi untuk mencari uang ia menjajakan ke pengendara satu ke pengendara yang lain.
Felis dan ken masuk kedalam mobil sedan nan mewah Rolls Royce Ghost. Didalam mobil sudah ada adam dan supir yg duduk dibangku depan. Ken akan mengantar felis ke bandara untuk balik ke singapura. Diperjalanan
Keadaan dimobil sangat hening felis sibuk bergelayut manja dan bersandar dilengan Ken, sedangkan adam yang berada didepan tidak mau terlalu banyak komentar.
Mobil terhenti ketika lampu merah menyala, ken melihat ada beberapa orang yang menjajakan koran dijalanan
Ken : " beli koran bisnis " ucap ken singkat
Supir yang berada didepan langsung membuka sedikit kaca pintu mobil
Supir : " mbak... Koran " teriaknya
Sashi yang merasa ada yg memanggil dengan semangat mendatangi mobil itu, lalu membungkuknya sedikit tubuhnya.
__ADS_1
Sashi : " mau koran apa pak?? "
Supir : " koran bisnis mbak "
Sashi : " iya sebentar yah. " sashi menaikkan tubuhnya lagi yg tadinya sedikit membungkuk, memilih koran bisnis yg diinginkan si pembeli,
Lalu ia membungkuk kembali
Supir membuka sedikit lebar kaca jendela, lalu sashi memberikan koran itu, namun seketika tubuhnya menegang tak sengaja dia memandang kedalam mobil, mata itu trtuju pada penumpang yang duduk dibelakang. Mereka adalah ken dan felis.
Hatinya terasa sakit melihat felis bergelayut manja bersandar dilengan ken. Matanya mulai berembun.
" jgn sampe nangis sashii.. Bisa jadi ken tidak mengenaliku karna aku menggunakan topi dan masker, tetaplah tenang sashi kau pasti bisa. " lirih sashi dalam hatinya agar dy tetap bersemangat.
Tapi dugaan sashi kalau ken tidak mengenalinya salah besar, tanpa disadari sashi sedari tadi saat sashi bergejolak dengan hatinya ken sudah memandanginya dengan pandangan yg datar. Mgkin sashi mampu menutupi wajahnya menggunkan topi dan masker tapi ken sangat hafal dengan cincin yang ia gunakan.
Supir : " berapa mbak??? " tanya sang supir
Tak ada jawaban dari sashi, supir itu mencoba bertanya kembali hingga sashi sadar dari lamunannya. Sashi gelagapan dengan situasi ini dan menjawab dengan terbata
Sashi : " a.. a.. Tu tujuh ribu pak. "
Adam sedari tadi terlalu fokus dengan ponselnya, hingga akhirnya dy memasukkan kembali ponsel ke dalam sakunya.
Supir sudah menyodorkan tangannya untuk memberi uang kepada sashi, dengan perlahan tangan sashi mengambil uang tsb. Tapi tiba tiba tangan itu terhenti
Adam : " tunggu... Tunggu...,
( author : tunggu apaan sih adam, org udah galau berkepanjangan juga. udah mau mewek lagi 😢😢😢😢)
🍀🍀🍀
hello readers, author gk kenal lelah untuk ngingatin vote like n commet positif.
__ADS_1
bantu author isi energi sebanyak mungkin 😁😂