JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 19


__ADS_3

Pov Kenfredy


Malam itu aku telah memikirkan ide yang akan aku jalankan dan tentu saja itu melibatkan sahabatku adam, tapi mengingat kembali betapa liciknya sashi memperlakukan aku, seketika kuhapus semua ide yg ada dikepalaku.


Sudah lebih dari seminggu dy tak memberiku kabar tapi hari ini dy memberiku banyak pesan, namun tak ada satu pun yang aku balas. Aku hnya membacanya, dy bukan orang yg terlalu penting untuk hidupku jadi untuk apa aku membalas semua pesannya.


Siang ini orang yg ku suruh untuk mengikuti sashi memberiku laporan bahwa sashi sudah berada di luar kantor dengan keadaan mengendap2.


Aku keluar kantor bukan untuk menemuinya tetapi untuk makan siang direstauran favoritku, bahkan aku tdk perduli sama sekali dengan apa yg dilakukannya.


Setelah aku berada diluar, ku lihat karyawanku sedang memarahi seorang wanita, aku belum melihat wajahnya tapi aku sangat yakin kalau itu sashi. Semua itu bisa ku tebak dari postur tubuh dan pakaian yg ia gunakan hampir sama saat aku melihatnya berjualan koran dan sialnya akulah orang yg membeli koran itu.


Tanpa ada beban dengan entengnya ku langkahkan kaki ku untuk mendekatinya, kulihat ia begitu takut dia terus2an memohon maaf, tak seperti pertama kali aku berjumpa dengannya dia sangat berani melakukan hal yg diluar nalar.


Aku menegaskan pada karyawanku untuk segera menemui adam dan kulihat ia dengan sengaja menabrakkan bahunya pada sashi hingga sashi mundur kebelakang menabrak tubuhku.


Perlahan sashi membalikkan pandangannya padaku,


Kutatap manik indah pada matanya, aku sedikit tertegun. Jantungku tak beraturan sama seperti mimpi yg ku alami waktu itu. Aku mencoba menenangkan diriku sebaik mungkin, agar reaksi tubuhku tak mudah terbaca olehnya.


Beberapa detik kami saling pandang, tapi ntah kenapa tiba2 ia langsung mengusap2 kemejaku dengan tanganya.


" mm mmaaf tuan aku akan membersihkan bajumu." ucapnya dengan sedikit terbata, dia tetap membersihkan kemejaku dengan tangannya


" te tttenang lah, kemejamu tidak akan kotor. "


dy berusaha untuk meyakinkanku sambil menepuk nepuk pelan kemejaku seakan ada debunya.


Ku tatap dy dengan pandangan dingin, dy hanya sedikit menabrak tubuhku tapi kenapa reaksinya terlalu berlebihan.


Namun pandanganku kepadanya semakin membuatnya kikuk, dia kelihatan bingung.


" kkaau... Ti tidak suka wanita kotor tuan, mmm... Bajuku tadi sudah kena keringat, aku takut mengotori kemejamu. Tapi tenanglah tanganku tidak kotor, tadi aku sempat mencuci tangan. " ia memaksakan senyumnya padaku.


DEG...

__ADS_1


Detak Jantungku semakin tak karuan darahku mengalir kencang, aku ingat pernah memarahinya kala ia menampar felisia tepat dihadapanku dan aku juga ingat perkataanku padanya waktu itu.


Timbul rasa bersalah pada diriku, Wajahnya tampak lelah, mungkin karna dy terlalu banyak bekerja. dy begitu lusuh hanya baju kaos yg kebesaran dan celana ponggol yg menempel ditubuh kecilnya, jauh dari kesan mewah. Jika dy tidak meninggalkan kartu yg aku berikan padanya mungkin dy bisa membeli barang2 mewah, karna aku sendiri tak pernah melarangnya untuk berbelanja.


Setelah selesai membersihkan kemeja ku, ia mundur satu langkah.


" maaf tuan, tadi aku hanya kebetulan lewat dan tak sengaja menyenggol mbak yg tadi. "


Dy mencoba memberi penjelasan padaku dan tentunya dengan kebohongan, sebab aku sudah tau tujuannya datang kesini.


Aku tak bergeming sama sekali, melihat reaksi yang tak ada respon sama sekali padanya, dia memutuskan untuk pamit


" kalau begitu aku permisi tuan. " ia lemparkan kembali senyum padaku.


Ia berbalik dan mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ku.


" apa kau sudah makan? " ucapku dengan nada yg sangat datar, dan itu berhasil menghentikan kakinya yg baru bergerak 3 langkah saja. Aku juga tidak tau kenapa pertanyaan itu bisa keluar dari mulutku, rasanya lepas begitu saja.


Ia membalikkan tubuhnya kearahku


Lalu dy pergi meninggalkan ku.


Aku juga tau dy menjawab dengan kebohongan lagi, karna orang suruhan ku selalu menginfokan kegiatan sashi dengan sangat lengkap dan detail.


" ken.. "


ya aku tau suara itu


ken : " kenapa? "


adam : " loe ngapain sih nyuruh si mira jumpai gue??


ken : " tadi minumannya tumpah kena ke baju, gue suruh dy cari loe biar diganti. "


adam : "cihh... sejak kapan loe perhatian ama baju karyawan krna ketumpahan air? males lh gue lagian gue mana tau ukuran baju tu anak. "

__ADS_1


aku sangat suka membuat sahabatku ini kesal,


dan jika dy tidak mau melakukan apa yg aku suruh tentu saja aku ancam dy dengan potongan bonus, dan saat melihat Ekspresinya itu rasanya aku ingin terpingkal2.


ken : " loe yakin gk tau ukurannya?? tapi gue ingat loe pernah curhat tentang ukuran dalaman mira. "


skakmat , adam gelagapan melawanku


adam : " a. ..a.. aakkhhh... sial !! itukan dulu wktu gue masih pacaran ama dy, yaaa sekarang gue udah gak tau lagi lah. " adam menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal, aku tatap saja dy seakan- akan ingin mengintrogasinya. dan benar saja dy merasa sangat risih


adam : " tapi gue gak pernah apa2in tuh anak ya, loe ingatkan gue juga pernah bilang kyk gitu ke loe ken. "


ken : " kalau itu gue gak ingat sama sekali "


ucapku dengan santai, aku hanya berpura pura lupa.


wajahnya mulai memerah menahan malu.


aku kenal sahabatku ini walaupun dy sok ganteng dan playboy tapi dy tidak pernah melakukan hal hal aneh pada wanita.


adam kesal padaku dan kembali kedalam kantor,


dasar bodoh padahal dy bisa memberi uang cash pada mira untuk membeli bajunya sendiri, ntah kenapa dy berpikir aku akan menyuruhnya membelikan baju untuk mira.


kualihkan lagi pandangan pada kemeja ku yg tidak kotor sama sekali, aku sedikit berlari untuk mengambil mobil dan ingin mengikuti sashi hari ini.


" semoga dy belum pergi jauh dari sini. " lirihku dalam hati


.....


( Author : sebenarnya thor sedih waktu sashi ingat ken pernah bilang benci ama wanita kotor 😢😢 )


šŸ€šŸ€šŸ€


tinggalkan vote like n comment positif ya readers, thor sangat mengaharapkan dukungan dari kalian šŸ˜„šŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2