
Pria paruh baya yang masih terlihat gagah masuk kedalam ruangan dimana tempat itu juga ada anak laki-lakinya.
Mendengar suara yang tak asing baginya Ken langsung menarik senyum tipis, dan memalingkan wajahnya melihat pria yang ada dibelakangnya. Ken langsung menghampiri Fauzi hingga mereka saling berhadapan.
Betrand yang sedari tadi ikut bersama Fauzi hanya bisa menggelengkan kepala melihat antara ayah dan anak tersebut, sementara Jerry langsung menunduk memberi hormat kepada tuan besarnya.
" salam hormat Tuan besar. " ucap Jerry dengan sopan
Fauzi tersenyum melihat Jerry lalu pandangan kembali tertuju pada Ken yang posisinya tepat dihadapannya.
" lihatlah Jerry dia langsung menyambutku dengan sangat sopan." sambil menunjuk Jerry dengan jarinya
" sementara kau menyambutku dengan tatapan devil. "
Fauzi memukul mukul pelan bahu Ken sambil mengeluarkan senyum sinisnya.
" segitu bencinya papi pada Sashi? bukankah dia sudah papi anggap seperti putrimu sendiri? " tanya Ken dengan penuh penekanan, Ken adalah lelaki yang tidak suka berbasa basi dia adalah pria yang suka berbicara langsung pada intinya.
Fauzi tertawa. "hahaha... ya aku menganggapnya seperti putriku, tapi dia cukup berani mempermainkan keluarga Mahanta"
Fauzi melangkah maju, mengambil pistol yang ia bawa.
dorr....
satu tembakan berhasil membuka ikatan besi yang diikat ditangan Nawi yang merupakan bodyguard Fauzi.
__ADS_1
" Terima kasih tuan. " ucap Nawi pada tuannya.
Fauzi kembali berbalik dan melangkah menuju pintu keluar diikuti Betrand dan juga Nawi. Saat sudah diambang pintu langkah kaki Fauzi terhenti, ia tau putranya tidak mengikutinya dan itu membuatnya kesal.
" kau yakin tidak mau ikut?? jika kau ingin tau semuanya papi sarankan kau mengikuti papi sekarang juga. " Fauzi kembali melangkahkan kakinya keluar.
dan Ken berdecih dengan kelakuan papinya.
.
.
Fauzi melirik kearah spion ia tersenyum melihat sebuah mobil sport sedang mengikuti mobilnya dari belakang.
" Of course dia darahku, bagaimana bisa dia tidak sepertiku. "
Jawab Fauzi santai.
2 unit mobil telah sampai dilokasi rahasia dimana hanya orang-orang terpercaya yang bisa memasukinya. Bangunan yang berdiri hanya sederhana namun memiliki lorong menuju kedalam ruang bawah tanah.
lokasi itu dikhususkan untuk menyiksa orang-orang yang bermain kotor untuk menyaingi perusahaan Mahanta, dan juga tempat penyiksaan untuk para penghianat. Penjagaan disana sangatlah ketat.
Ken dan Jerry keluar dari mobil, begitu pula Fauzi Betrand dan juga Nawi. Mereka langsung masuk kedalam bangunan melewati lorong dan turun keruangan bawah tanah yang hanya diterangi dengan lampu yang remang.
" Nawi buka pintunya. " perintah Fauzi pada bodyguardnya.
__ADS_1
" baik tuan" Nawi langsung membuka gembok dan membuka pintu besi.
Mereka masuk kedalamnya, mata Ken terbelalak melihat dua orang yang berada dihadapannya yaitu Jonas dan Felicia.
Jonas masih dengan keadaan terikat ia masih menahan rasa sakit yang ada disetiap tubuhnya, sedangkan Felicia pingsan tak sadarkan diri.
" Siram wanita itu dengan air. " perintah Fauzi
Nawi langsung mengambil air dan menyiramkan ketubuh Felicia.
" jangan lakukan itu pada putriku! " teriak Jonas
Fauzi menyinggung senyuman sinis. "lantas bagaimana dengan putri ku? Kau menusuk perutnya, kau membakar rumahnya, kau membuat dia hingga dihakimi masa. " nada yang sangat lantang juga dikeluarkan Fauzi.
" Persetan dengan wanita itu!! hahaha... aku yakin dia akan segera tamat. " Jonas memandang tajam kearah fauzi.
Darah Ken memanas mendengar ucapan Jonas, Ken tak pernah menyangka pelakunya adalah Jonas dan juga Felicia.
" D dad... " ucap Felicia terbata, matanya mengerjip ngerjip tubuhnya sedikit bergerak ia juga berusaha bangkit, matanya langsung tertuju pada pria yang sangat dicintainya.
Felicia merangkak mendekati Ken, tangannya langsung memeluk kaki Ken. " sa sayang to tolong aku.... hiks.. hikss.. ini semua bukan kemauanku, Daddy yang memaksaku. hiksss hikss. "
" Diam!!! " Ken langsung membentak Felicia hingga membuat tubuhnya bergetar.
ššš TBC
__ADS_1