JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 23


__ADS_3

Masih tetap menggendong sashi ala bridal style ken terlihat sangat santai seperti tak mengangkat beban sedikit pun, berbeda dengan sashi yang merasa sangat malu dalam situasi ini. pasalnya ken mengangkat tubuh sashi saat akan menuju lift dan tentu saja banyak orang yang melihat perlakuan ken terhadapnya, namun ken tetaplah ken yang selalu acuh.


ting..


pintu lift terbuka, ken menekan tombol menuju unit apartmennya. Didalam lift tidak ada yg membuka suara, sashi yang sedari tadi sudah berdebar dalam gendongan ken akhirnya angkat bicara.


" tuan tolong turunkan aku, aku baik-baik saja. "


sashi tidak mau berlama-lama terlalu dekat dengan ken, karna dia telah berjanji pada diri dan juga hatinya untuk mau memperbaiki semua kesalahan yang telah terjadi.


Dengan terpaksa ken menuruti kemauan sashi untuk lepas dari gendongannya, masih terasa canggung berada didekat ken, sashi berusaha menjaga jarak dan meremas remas kedua tangannya yang berada didepan.


sedangkan ken sedikitpun tidak menoleh kepada sashi yang jaraknya sudah mundur kebelakang, namun dia bisa melihat ekspresi sashi dari pantulan dinding lift.


ting...


pintu lift kembali terbuka, ken berjalan keluar dari lift diikuti sashi yang berada dibelakangnya. sashi melihat ke kanan dan kiri sambil berjalan pelan, pasalnya dia tidak pernah masuk ke gedung yang sangat mewah seperti ini.


buggh...


sashi menabrak dada bidang ken,


saat sashi tengah asik melihat ke kanan dan ke kiri, ken membalikkan tubuhnya menunggu sashi yang menurutnya sangat lama sekali berjalan.


sontak sashi meminta maaf berulang ulang pada ken sambil menundukkan kepalanya


" ma maafkan aku tuan, aku tidak sengaja."


" apa aku harus menggendongmu lagi agar kau bisa lebih cepat?? " selah ken pada sashi


sashi mengangkat kepalanya sambil bergeleng menandakan dy tidak mau digendong oleh ken.

__ADS_1


" kalau begitu tidak perlu memperlambat jalanmu, aku tidak suka buang-buang waktu. " ucap ken dengan nada tegas.


" baik tuan. " sashi merasa malu pada ken karna kelihatan seperti orang norak. sashi kembali mengikuti langkah ken menuju unit apartmentnya


Ken membuka pintu apartmennya


" masuk " perintah ken pada sashi


ken menunggu sashi agar masuk terlebih dahulu ke dalam apartmen, sashi masih ragu-ragu antara melangkah masuk atau tidak.


" kenapa kau diam saja, mau sampai kapan aku menunggumu masuk ke dalam? " tanya ken


" se sepertinya aku sudah merasa baikan tuan, lebih baik aku permisi pulang. " sashi mundur selangkah, perlahan ingin membalikkan diri namun gagal karna tangannya langsung dicegat oleh ken.


ken menarik paksa sashi agar masuk kedalam apartmennya, sebenarnya ia masih merasakan sakit pada lengannya dan warna biru tua juga sudah mewarnai lengannya yg putih.


Ken menutup pintu dengan kuat hingga membuat sashi terkejut, lalu kembali memandang sashi dengan tatapan dingin lalu pandangan itu turun menuju lengannya yg sudah memar, sashi berusaha menutupinya.


" apa kau mau terus-terusan berdiri disana? apa kau lupa caranya untuk duduk??? " tanya ken dengan datar


bukan sashi tak ingin duduk, tanpa perintah dari ken dia tak berani duduk disofa, ntah kenapa sashi berubah menjadi wanita yang penakut. mungkin karna rasa bersalahnya yang terlalu besar hingga dia tidak memiliki keberanian untuk menghadapi ken secara langsung.


sashi mulai melangkahkan kakinya menuju sofa dan duduk disana, ken dengan sigap langsung menaikkan kedua kaki sashi disofa karna ia akan mengobati lutut sashi terlebih dahulu. ken duduk berhadapan dengan sashi, ia mulai menuangkan alkohol dikapas untuk membersihkan lukanya terlebih dahulu.


" tuan .. " tangan sashi menghentikan tangan ken yg akan mengusapkan kapas beralkohol dilukanya, mendapat pandangan tak sedap oleh ken dengan cepat sashi menarik kembali tangannya .


" tuan kalau tuan obati sekarang percuma, aku sudah seharian bekerja dan tubuhku sudah sangat lengket karna keringatan." ucap sashi mencoba menjelaskan pada ken.


" lalu? " tanya ken


" aku mau mandi dulu, makanya tadi aku menolak untuk ikut kesini. " jawab sashi smbil menundukkan kepalanya

__ADS_1


" mandi disini " ucap ken singkat


sashi menaikkan kepalanya dan membulatkan matanya


" ta tapi disini tidak ada baju ganti untukku. "


ken : " pakai bajuku "


sashi : " apa?? "


ken : " kau tidak dengar?? pakai bajuku. aku punya banyak baju disini. "


sashi mencari alasan lain lagi


" terus gimana dengan... dengan... " sashi tak melanjutkan ucapannya.


.


.


.


( author : dengan apah? šŸ˜‚ )


.


.


šŸ€šŸ€šŸ€


tetap dukung author ya .

__ADS_1


like vote n coment , itu juga udh cukup kok.


__ADS_2