JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 74


__ADS_3

Sudah seminggu ini Sashi seperti tawanan yang disandra didalam apartemen mewah, Ken memang memaksanya untuk istirahat total. Pelayan dari mansion juga didatangkan khusus untuk memenuhi keperluan Sashi, jika Ken sudah pulang ke apartemen pelayan akan langsung kembali ke mansion. Ken tidak mau ada orang lain yang mengganggu dia dan istrinya ketika sedang diapartemen.


Seperti biasa Ken tetap mengajari Sashi agar makan sayuran setiap pagi hari ketika ia akan berangkat kerja.


" Mungkin kau punya peternakan dirambutmu, kenapa harus garuk-garuk kepala. " tanya Ken dengan menatap intens istrinya.


Sashi memasang wajah masam, kepalanya tidak gatal hanya saja dia pusing harus menghadapi sayuran yang berada tepat dihadapannya. Sashi sedikit merapikan rambutnya yang sudah dipotong hingga sebahu dengan sedikit poni tipis didahinya, semenjak tragedi yang menimpanya tidak ada lagi rambut panjang ikal yang ia punya, sebab salah seorang warga telah memotong asal rambut Sashi.


Sashi sedikit melirik kearah jam dinding dan ia mengeluarkan senyum tipisnya. " tuan tidak berangkat bekerja? ini sudah... " Ucapan Sashi langsung terhenti


" Aku bosnya, siapa yang berani mengaturku." selah Ken dengan cepat.


Sashi tak mau bertanya lagi pada tuannya, ia langsung menarik piring berisi sayuran memasukkannya kedalam mulutnya sesendok. Sashi memejamkan matanya sambil menguyah dia benci rasa ini. Tapi inilah yang paling Ken sukai melihat wajah menggemaskan Sashi ketika disuruh makan sayur.


wanita itu memasukkan sesendok, menguyah, lalu minum air, menguyah, minum air, mengunyah dan minum air seperti itulah cara Sashi agar ia tak memuntahkan makanan yang mati-matian berusaha ia telan.


TARAAAAPPP....


Sashi bertepuk tangan melihat piring yang dihadapannya telah kosong sambil mengeluarkan senyum menggemaskan. Ken sedikit mengeluarkan tawanya namun ia tutup mulutnya dengan tangan kanannya.


" hmm.. bagus, ada kemajuan." Ken langsung berdiri dari duduknya. " aku akan ke kantor, sebentar lagi pelayan akan datang kesini." ucap ken sambil merapikan lengan kemejanya yang ia gulung setengah.


Ken berjalan menuju sofa diruang tengah, mengambil dasi yang terletak disana dan belum sempat ia pakai.

__ADS_1


Tangannya yang kekar mengkode Sashi untuk mendekatinya, Sashi pun langsung mendekati Ken dengan cepat tangannya menangkap dasi yang Ken lemparkan padanya.


" pakaikan " perintah Ken pada Sashi.


" a aku? yang memakaikannya?? " tanya Sashi sedikit gugup.


" lalu siapa lagi. Cepat pakaikan aku harus segera berangkat ke kantor. "


" ba baiklah tuan. " Sashi mendekati Ken, tingginya yang tak sepadan membuat ia agak kesulitan melingkarkan dasi ke kerah kemeja Ken, Sashi menjinjitkan kaki. " tuan bisa sedikit menunduk?"


Seperti kena serangan, tiba-tiba Ken menundukkan tubuhnya untuk mempermudah Sashi.


Mata Sashi langsung melotot, jarak mereka sangat dekat.


" a a.. i iya, aku hanya tidak sampai untuk memasangkan dasinya. "


Jantung Sashi terasa dagdigdug, dengan cepat tangannya memasangkan dasi untuk Ken.


Rasanya sudah plong ketika dasi itu telah terpasang sempurna. Ken menarik ujung bibirnya, kakinya jenjangnya langsung melangkah menuju pintu keluar.


Saat akan menarik handle pintu, Ken berbalik melihat Sashi yang belum berpindah dari posisinya.


" jam makan siang kau harus kekantor mengantar makan siang untukku, dan makanan itu harus kau yang memasak. Aku akan menyuruh supir untuk menjemputmu. " Tak mau mendengar bantahan, Ken langsung keluar dengan santainya meninggalkan istrinya yang melongo mendengar perkataannya.

__ADS_1


.


.


Mahanta Company


" brotha.. " Adam yang baru pulang dari Taipei langsung ke kantor untuk menemui Ken.


Ken tersenyum sinis melihat sahabat laknatnya itu. "tidak guna kau memakai arloji dengan harga mahal." sindirnya sambil menyilangkan kakinya


Adam menautkan kedua alisnya, lalu ia pandang arloji yang melingkar ditangannya. "shiitt.... Come on, begitu sampai gue gk langsung pulang kerumah malah langsung ke kantor tapi... akhh sial.!! Gue tau lo mau ingetin ini jam kerja." umpatnya pada Ken. " Ekhhem baiklah tuan. " Adam langsung berdehem.


Ken berdecih, menyenderkan punggungnya pada kursi kebesarannya. " Bagaimana lokasi proyek? "


" Tuan, saya baru saja sampai. apa tidak bisa kita menikmati teh atau kopi terlebih dahulu?? " tanya Adam dengan sejuta sumpah serapah dihatinya. Baru sampai ke Indonesia ia langsung dilempar pertanyaan proyek, bahkan lelahnya saja belum hilang .


" BAGAIMANA LOKASI PROYEK ! " pertanyaan itu kembali diulang oleh Ken tanpa perduli dengan urusan teh atau kopi seperti saran Adam.


....


othor mau kasih info juga ini, kalo karya othor yang satu lagi juga sudah up. Ada waktu luang bole dilirik karya othor " ADAKAH CINTA UNTUKKU? "


Baca karya othor mah gratisπŸ˜‚πŸ˜… tapi jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya., karna thor juga butuh multivitamin πŸ˜†

__ADS_1


__ADS_2