
sashi mengeluarkan ponselnya, menekan icon bergambar kamera pada ponsel, ia berkaca melalui kamera ponselnya, menatap wajahnya pada layar
" mana ada lele betina secantik aku. " ucapnya dengan polos. sejenak sashi melihat ke arah Dani
" chef... ayo berselfie" ajak sashi dengan semangat
"tidak, kau tau aku tidak suka berselfie. " dani menggelengkan kepalanya
" makanya biar aku ajarin mulai hari ini, ayo sini. " sashi menarik paksa lengan dani, mereka sudah pada posisi yang lumayan dekat. " tuh tatap ke kamera, ekspresikan wajah sekeren mungkin. "
cekrek
cekrek
cekrek
.......
sudah ada beberapa foto yang mereka hasilkan, dani hanya pasrah saat diajak berselfie ria oleh sashi. berbeda dengan sashi yang sangat pede untuk menunjukkan ekspresi wajahnya mulai dari wajah cantik sampai wajah gokil.
Tentu saja ada alasan kenapa sashi mengajak Dani untuk berselfie ria, yaitu untuk menghilangkan kecanggungan diantara keduanya.
Yaa... Dani telah mengutarakan perasaannya kepada sashi sejak lama, bahkan setelah Dani tau kalau sashi telah menyandang status sebagai istri orang perasaannya tetap tidak berkurang pada sashi.
memang sashi sudah berkata jujur kepada dani bahwa ia telah menikah, namun sashi tidak mengatakan ia telah menikah dengan pengusaha tersohor siapa lagi kalau bukan kenfredy. sashi sangat menutup rapat-rapat berita pernikahannya, hanya pak rahman dan dani sajalah yang mengetahui kalau sashi sudah menikah. sedangkan dengan siapa sashi menikah hanya Juan orang yang tau akan hal itu.
sashi sangat pintar mencairkan suasana, dia sama sekali tidak menjauhi dani, sashi berusaha menjalani hubungan baik dengannya. apalagi saat ini dia akan berada dibawah naungan dani.
__ADS_1
sashi masih asik melihat lihat foto selfienya bersama dani
" shi.. apa kau bahagia? " pertanyaan itu berhasil menghentikan kegiatan sashi
wajahnya berubah menjadi sendu, namun persekian detik ia mengubah mimik wajahnya agar kelihatan bahagia
" tentu. " jawabnya singkat
dani : "kau berbohong "
sashi : " aku tidak bohong chef "
dani : " buktinya kau belum pulang sampai jam segini dia tidak menelponmu"
sashi : " mm ta tadi aku sudah mengabarinya "
Dani tersenyum, mengalihkan pandangannya kedepan
sashi terdiam, dia tak tau harus menjawab apa.
dani : " minggu depan aku akan mengajakmu ke suatu tempat."
sashi menatap dani dengan rasa bingung
dani : " tenanglah, hanya untuk menghilangkan penat saja. aku akan mengatur agar shift kerja kita bersamaan. "
sungguh memang penat yang dirasakan sashi, ia juga ingin sekali menghibur diri, hingga tanpa sadar ia mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
.
.
Sashi berjalan dari gang menuju rumah kontrakannya, sashi berjalan pelan dia merasa seperti diikuti dari belakang. dia berhenti membalikkan tubuhnya ke arah belakang, menoleh ke kanan dan ke kiri, namun dilihat sama sekali tidak ada orang. perasaan was was menyelimuti dirinya dengan sisa tenaga yang masih ada ia berusaha lari sekencang kencangnya, hingga akhirnya ia sampai ke rumah dan cepat cepat mengunci pintu lalu bersandar dengan nafas yang terengah engah
" kok gue ngerasa ada yang ngikutin ya, apa hantu?? "
sashi terkejut dengan suara ponselnya sendiri, ia ambil benda pipih itu dari saku celananya, dan ia tambah terkejut melihat nama yg tertera diponsel
š ken : ke apartmen sekarang !!" suara itu penuh dengan penekanan
š sashi : " gak tuan, aku gk mau "
wanita itu masih takut untuk keluar apalagi ini sudah hampir tengah malam
š ken : " supir akan menjemputmu, aku tidak mau tau kau harus ke apartmen sekarang juga. "
tut.. tut.. tut
ken menutup telpon secara sepihak, sedangkan sashi masih merasa takut karna ia merasa ada yang tidak beres, sashi langsung mengganti pakaiannya dan tak lupa ia memasukkan baju seragamnya dan beberapa hal yang akan ia gunakan untuk bekerja besok ke dalam paperbag.
" aku numpang tidur diapartmen aja dulu, kenapa aku jadi takut ya. " ia mengelus dadanya sendiri agar lebih tenang
" tapi kalau dia tidak mengizinkan aku tidur diapartmen gimana ya, haduuhh... " sashi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
ššš
__ADS_1
jangan lupa vote like and komen positif,
dan tunggu bab selanjutnya ya