Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 102


__ADS_3

Tak terasa waktu terus saja berlalu. Alistie sedang terduduk menikmati hembusan angin sejuk dibalkon kamar sambil melihat Loli ya g begitu asik bermain dengan sang editor. sampai sekarang Daryani bahkan masih setia menemani Alistie. terlebih setelah beberapa bulan lalu Bi As telah mengundurkan diri dari pekerjaannya.


Andre cukup kecewa, karna saat itu Alistie sudah menginjak usia kandungan tujuh bulan. untung ada Daryani, gadis polos yang menawarkan dirinya pada Andre dan Alistie untuk bekerja menggantikan Bi As sebagai asisten rumah tangga.


"Pinggang aku kok gampang pegel ya," gumam Alistie mengeluh.


"Sayang..."


Alistie melirik kesumber suara.


"Ayo sekarang!" ucap Andre dengan membawa tas berukuran besar ditangannya.


"Kemana?" tanya Alistie heran.


"Loh, kata dokter kan besok kamu lahiran. kita dianjurin buat nginep semalam disana! masa kamu lupa?"


Astaga Alistie melupakan hal tersebut. tetapi Andre? dia sangat cekatan dan siaga. segala sesuatunya Andre siapkan, pria itu bahkan benar-benar menepati janjinya pada Alistie untuk menjadi suami yang selalu mengutamakan kebahagiaan sang istri.


"Pinggang aku sakit banget," rengek Alistie manja.


Andre tersenyum tipis, kemudian mendekati istrinya perlahan. "Mau aku gendong?" tanya Andre menawarkan sambil merangkul Alistie.


Wanita tersebut menggelengkan kepalanya. Alistie mengembangkan senyum kagum akan kesiagaan Andre dalam menjaganya. dalam hal ini Alistie merasa dirinya sangatlah beruntung.


"Aku udah ngehubungin orang tua kita. mereka udah antusias nunggu jagoan aku keluar."


Alistie terkekeh, teknologi kedokteran yang canggih sekalipun tidak Alistie dan Andre gunakan. sampai sekarang mereka masih tidak mengetahui apa jenis kelamin sang buah hati, Andre dan Alistie sendiri sudah sepakat untuk tidak mempertanyakan hal ini pada dokter. karna mereka ingin semua ini benar-benar menjadi kejutan.


Dirumah sakit, Andre terus saja mondar-mandir tidak karuan. padahal Alistie sendiri sedari tadi terlihat santai membaringkan tubuhnya sambil memainkan ponsel.


Merasa pusing melihat sang tingkah sang suami, wanita tersebut itupun berkata. "Kamu kenapa sih? gak bisa diem dari tadi."

__ADS_1


Andre melirik kearah Alistie dengan sorot mata cemas, "Aku takut, perasaan aku gak karuan." sahut Andre memucat.


"Aku yang mau lahiran, kok kamu yang takut!"


Ya, padahal Alistie dulu pernah mengatakan jika ia takut menghadapi masa ini. tapi semua itu tidak semenyeramkan pikirannya. sekarang malah Andre yang terlihat cemas dan khawatir, padahal Alistie sendiri belum merasaka reaksi apapun.


"Aku mau minum," ucap Alistie pada sang suami.


Dengan cepat Andre mendekatkan dirinya pada nakas. ia menuangkan air dalam botol kesebuah gelas untuk Andre berikan pada sang istri.


"Perut aku rasanya kram ya."


Andre membulatkan matanya dan langsung meriah tangan Alistie, "Itu tanda-tanda kayanya."


"Aduhh..." Alistie meringis kesakitan saat bagian perutnya terasa begitu nyeri.


"Kamu kenapa, Al?"


Andre langsung menekan tombol darurat agar dokter segera datang untuk segera menangani sang istri.


"Padahal katanya besok," ucap Andre berkeringat.


"Ah sakit..." Alistie mencengkram tangan Andre sambil memekik kesakitan, "Ndre sakit..."


"Iya sayang!" tak hentinya Andre menekan tombol darurat, sambil menenangkan sang istri. "Dokter sia*lan kenapa lama banget sih." umpat Andre diselingi rasa takut dan khawatir.


Tak lama setelah itu, Dotker dan perawatpun datang. mereka langsung meneriksa keadaan Alistie yang terus merintih kesakitan.


"Dok buruan, bayinya udah mau keluar! kasisn istri saya kesakitan!" gerutu Andre kesal.


"Ibu tenang, sekarang ikutin intruksi saya. tarik nafas kemudian hebuskan secara perlahan agar sedikit lebih rilex."

__ADS_1


"Dok istri saya mau melahirkan! bukan mau yoga!" pekik Andre penuh kecemasan.


Astaga, Dokter dan perawat disaba sampai ingin terkekeh setelah mendengar pernyataan Andre. tentu Dokter sendiri lebih tau dari pada Andre mengenai hal ini. meskipun begitu mereka terlihat memaklumi sikap Andre yang demikian karna sedang mencemaskan keadaan istrinya.


Alistie sampai menangis menahan bagaimana sakitnya melahirkan. mungkin karna ini adalah kehamilan pertamanya, terlebih Alistie sendiri benar-benar selalu dimanjakan oleh suaminya.


"Aku disini. aku disebelah kamu," ucap Andre menenangkan. Andre terus menggenggam tangan Alistie, mengecup wajah dan pucuk kepalanya guna memberikan suport pada sang istri.


Alistie terus berusaha, ia mendorong dengan sekuat tenaga agar bayi dalam perutnya busa cepat terlahir kedunia. bayi yang selalu Andre dan yang lainnya harapkan. butiran keringat dan air mata menjadi saksi perjuangan Alistie kala itu.


Andre melihat istri manjanya menangis. mengejan dengan sekuat tenaga, bertaruh nyawa untuk melahirkan anak mereka. tubuh Andre sampai bergetar hebat dengan mata yang menggenang.


"Kamu kuat. kamu bisa lahirin anak kita dengan selamat. kamu pasti bisa sayang," ucap Andre kemudian mendaratkan lagi-lagi kecupan penuh kasih sayang diseluruh wajah sang istri.


"Ahhhh..." Alistie mengerahkan seluruh kemampuannya, ia mendorong sambil meremat kuat tangan sang suami hingga pada akhirnya suara tangisan bayi pun terdengar didaun telinganya.


"Eaaaaaa..."


Andre terpaku dan membisu, ia mengalihkan sorot matanya kearah sang dokter yang telah mengambil bayi tesebut diantara dua kaki Alistie.


"Al, anak kita Al." ucap Andre berbinar penuh kebahgiaan.


Alistie benar terlihat lemah, dengan nafas yang tersenggal ia hanya membalas ucapan Andre dengan senyuman. para perawat bahkan langsung memasangkan alat bantu pernafasan pada Alistie.


"Bayinya laki-laki, Pak Andre. dalam kondisi sehat dan lengkap." ucap Dokter.


Andre menelan salivanya, sungguh ia sendiri merasa lemas setelah menyaksikan hal ini secara langsung. dua bola mata pria itu menatap kearah sang huah hati yang masih berlumuran darah. Andre bahkan sampai meneteskan air matanya setelah melihat bagaimana proses kelahiran tersebut secara langsung meskipun sukses dan berjalan lancar.


"Makasih sayang," sejenak Andre mengecup tangan Alistie. "Terima kasih kamu udah lahirin malaikat kecil buat aku, aku sayang kamu. aku cinta kamu." ucap Andre meneteskan air mata.


Adegan yang begitu dramatis. perawat disana bahkan sampai merasa kagum melihat kepedulian Andre terhadap istrinya. pria yang terus menggerutu, memarahi perawat dan dokter selama proses persalinan itu dilangsungkan. tentu mereka tidak melihat Andre sebagai pria arogant, justru sebaliknya. sikap Andre tersebut benar-benar mencerminkan tabiat aslinya yang lembut penuh kasih sayang dalam cara ia mengkhawatirkan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2