Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 88


__ADS_3

Rumah benar-benar sunyi dan sepi. tibalah saat dimana para pembantu dan sopir sudah benar-benar pergi meninggalkan kediaman Andre tersebut untuk merayakan hari raya dikampung mereka masing-masing.


Untung saja Alistie bisa sedikit-sedikit bisa memasak. wanita itu tidak khawatir perihal hidangan meskipun Bi As sedang berada di kampung halaman. hanya saja Alistie merasa bosan, setiap harinya ia hanya menjaga Loli tanpa bantuan Andre.


Aneh, Alistie sendiri merasa jika sikap Andre sedikit berbeda terhadap Loli sejak pria itu mengetahui kebenaran jika Loli bukan anak kandungnya. Alistie mencoba menampik hal tersebut karna sikap Andre masih terlihat baik dan peduli. akan tetapi setiap Loli meminta sesuatu darinya, Andre akan selalu menolak halus meskipun itu adalah permintaan yang cukup simple.


Alistie mendekap tubuh Andre dari belakang, dan menempelkan wajahnya di punggung pria tersebut. "Akhir-akhir ini kamu jarang manjain, Loli."


"Asal aku gak jarang manjain kamu!"


Alistie menghembuskan nafas pelan, ia memalingkan tubuh Andre perlahan dengan mata yang saling bertemu. "Aku ngerasa kamu terus acuhin Loli."


Andre memiringkan senyumnya, "Perasaan kamu doang."


Alistie tertunduk kikuk, dalam batinnya ia pun berharap jika ini hanya perasaan ia saja. namun seiring berjalannya waktu ketidak pedulian Andre terhadap Loli semakin terlihat. dari cara Andre selalu memasrahkan keputusan untuk Loli pada Alistie pun seolah-olah Andre sudah tidak ingin ambil pusing perihal anak tersebut.


"Kedokter yu," Ucap Andre mengajak lembut.


Alistie mendongakan wajahnya menatap lekat sang suami. "Mau apa? kamu sakit?"


Andre menggelengkan kepala dengan senyum tampan yang terukir. "Buat program, sekaliam periksa kenapa sampe sekarang kamu belum juga hamil."

__ADS_1


Ya, beberapa waktu lalu Alistie sempat mengeluh dan sedikit iri melihat Jessi dan Tian yang seolah sangat berantusias menunggu kelahiranbayi mereka. rasanya begitu tidak adil, mereka yang baru akan menikah tapi sudah akan dikarunia buah hati. sedangkan Alistie yang sangat mengharapkan hal itu masih belum diberikan kepercayaan oleh Tuhannya untuk mengandung.


Alistie takut jika akibat keguguran kemarin membuat rahimnya sedikit bermasalah dan itu sebabnya ia tak kunjung hamil. sebelum meneriksakan hal tersebut ia sendiri sudah merasa cemas.


"Semua pasti baik-baik ajah, ada baiknya kita konsul ke dokter. biar mereka yamg jelasin sekaligus kasih solusi." Andre mencoba memberikan keyakinan pada Alistie agar sang empu mengiyakan ajakannya.


"Tapi aku..."


"Ustt..." Andre meletakan telunjuknya di bibir Alistie, sungguh ia sangat memperlakukan istrinya dengan baik. "Ada aku, percaya sama aku."


Alistie masih bingung, ia benar-benar enggan. tapi tidak ingin mengecewakan sang suami.


Tenang dan menghangatkan, itu lah yang selalu Alistie rasakan saat tubuhnya tersentuh oleh Andre.


"Kasih aku waktu," pinta Alistir terhadap sang suami.


Andre mengangguk pasrah, ia sendiri terlihat tidak ingin memaksa istrinya. pria itu mengecup singkat bibir Alistie sejenak.


"Aku cinta kamu," ucap Alistie penuh ketulusan.


Andre hanya membalas hal itu drngan senyuman, wajahnya kembali mendekati Alistie lalu mendaratkan ciuman tepat di leher dan area selangka Alistie.

__ADS_1


Alistie tentu tahu setelah ini apa yang akan terjadi. wanita itu hanya terdiam pasrah menikmati setiap kecupan lembut yang mendarat di tubuhnya. Alistie juga menganggap hal ini adalah salah satu usaha untuk dirinya dan Andre agar segera mendapatkan momongan.


Saat Andre mendorong perlahan tubuh Alistie ketempat tidur tidak ada reaksi apapun darinya. bahkan Andre sendiri tidak pernah mempermasalahkan hal itu, asal Alistie menurut dan patuh atas tindakan yang ia lakukan itu sudah lebih dari cukup. keduanya kembali menyatukan bibir mereka, ciuman yang awalnya begitu lembut hingga pada akhirnya semakin menuntut. Andre terus mendesak lidahnya yang saling berpautan dengan sang istri.


Meskipun ini sudah terlalu sering Andre sama sekali tidak pernah bosan. nyatanya gairahnya bisa begitu mudahnya terpancing saat melihat kemole*kan tubuh istrinya. tubuh yang selalu Andre hujani dengan tanda kepemilikan.


Andre dan Alistie menaruh harapan besar, mereka sama-sama berharap jika benih yang akan Andre tanam kali ini akan membuahkan hasil. keduanya sudah terbakar oleh api gairah, suhu tubuh mereka sudah meningkat dengan singkat. helai demi helai pakaian yang Alistie kenakan berhasil Andre hempaskan, hanya menyisakan lapisan penyangga dua gundukan dan penutup bagian inti dibawah milik Alistie.


Hembusan nafas Andre yang menyapu perut Alistie sampai membuat wanita itu melengking nikmat. Alistie meremat alas yang menyangga kepalanya saat Andre mulai memainkan lidahnya di bagian kecil pucuk dada Alistie. bagian yang paling menggemaskan menurut Andre, sebab jika tubuh Alistie sudah terhentak bagian itupun akan bergoyang mengikuti tempo permainan.


"Ahhmmm..." Alistie melenguh panjang saat merasakan jika miliknya sudah terdesak oleh milik sang suami.


Andre mengkondisikan gerakan tubuhnya dengan gaya bercinta yang khas, lembut tetapi penuh penekanan. hal itu sangat disukai oleh Alistie.


"Mmm..."


Sebelum Alistie kembali meloloskan lenguhannya, kali ini Andre langsung membungkam bibir sang empu. Andre memberikan lum*atan dibagian tersebut dengan tubuh yang terhentak menyentuh titik terdalam lubang kenikmatan milik Alistie. lubang yang selalu membuat Andre tidak puas hanya dalam sekali bermain. Alistie baginya benar-benar candu.


Sesering apapun keduanya bercinta, cengkraman dibawah disana masih sangat terasa kuat. Andre merasa kepemilikannya benar-benar dimanjakan meskipun hanya satu kali ketukan. bahkan jika hasratnya sudah diujung tandu Andre akan seperti pria perjaka yang bisa dengan mudah mencapai puncak kenikmatan.


BERIKAN LIKE KOMEN PANJANG DAN CINTA KALIAN DONGG...

__ADS_1


__ADS_2