Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 77


__ADS_3

Alistie mengerjap, ia sampai harus tertidur diruang tamu akibat menunggu sang suami. Apa ini? Andre berada di bawah kaki Alistie, pria jangkung itupun terlelap dalam keadaan dasi dan jas yang masih terpakai.


"Ndree..." ucap Alistie dengan suara parau, wanita itu bahkan menyentuh wajah Andre dengan penuh kelembutan. kerutan didahi sang suami menandakan jika pria itu benar-benar sudah sangat kelelahan.


Andre membuka matanya perlahan, dengan tangan yang menyentuh pelipisnya. sungguh untuk kali ini kepala Andre benar-benar terasa berat. sejenak pria itu memulihkan kesadarannya, kemudian menatap lekat mata indah sang istri. "Maaf..."


Alistie tersenyum kecut, mungkin sudah ratusan kali ia mendengar ungkapan tersebut dari Andre. pada kenyataannya Andre masih sering pulang larut akibat pekerjaan yang terus mendesaknya.


"Bersihin diri kamu, kita tidur dikamar." ucap Alistie.


Andre pun mengiyakan hal tersebut, ia langsung beranjak lalu mengangkat tubuh istrinya tanpa permisi hingga membuat wanita itu terkejut.

__ADS_1


"Ndre kamu ngapain? turunin aku!" pekik Alistie.


Andre menggelengkan kepalanya, "Aku mau nebus kesalahan aku, maaf akhir-akhir ini aku terlalu sibuk sampe aku nelantarin kamu kaya gini."


Alistie tertegun, ia menatap wajah Andre tanpa mengedipkan matanya sekalipun. pernyataan Andre memang selalu terdengar tulus, tapi siapa sangka? pria ini akan kembali memfokuskan dirinya pada pekerjaan setelah jam kerjanya dimulai hingga lupa waktu.


Andre melangkah menuju kamar sambil menggendong Alistie. hal ini Alistie manfaatkan dengan baik untuk memenuhi jeritan rindunya terhadap sang suami. mata, bibir, hidung bahkan seluruh tubuh Andre benar-benar sangat Alistie rindukan. ia tak ingin momen seperti ini cepat berlalu.


Perlahan Andre menurunkan Alistie diatas ranjang dengan penuh kehati-hatian. lalu ia mengecup pucuk kepala sang empu dengan singkat, "Aku sayang kamu."


Andre menggelengkan kepalanya, ia tersenyum tipis sambil membelai rambut Alistie. "Aku bisa sendiri, kamu tidur ajah."

__ADS_1


Alistie tersenyum tipis dan terlihat mematihi perintah suaminya. Andre pun beranjak menciptakan jarak diantara mereka berlalu kekamar mandi.


"Pengen marah, tapi aku tau semua kesibukan kamu itu juga buat aku." batin Alistie, entah sampai kapan ia hanya akan terdiam dan menyimpan semua itu sendirian.


Demi menghindari peetengkaran, Alistie rela menyiksa batinnya sendiri. entah apa yang ada dalam pikiran Andre, sesering itu ia mengucapkan kata maaf, sesering itu juga ia melakukan kesalahan. mungkin Andre berpikir ini hanya soal waktu, tanpa ia sadari tindakannya tersebut sudah membuat batin Alistie tersayat.


Dua puluh menit berlalu, Alistie melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul dua dini hari. seperti yang sebelum-sebelumnya, Andre pasti akan pulang dijam-jam seperti ini. dan paginya ia harus kembali berangkat menuju kantor.


Setelah menyelesaikan aktifitasnya dikamar mandi, Andre pun kembali mendekati Alistie yang sudah memejamkan mata. meskipun Alistie sedang berpura-pura terlelap, tapi Andre menganggap jika istrinya benar-benar sudah tertidur. Andre membaringkan tubuhnya disebelah Alistie, sorot matanya menatap mata rendup sang empu, rasa bersalah pun muncul pada diri pria tersebut. "Maafin aku, Sayang. kamu pasti lelah nunggu aku,"


Andre mendekap Alistie, mengecup bahu indahnya lalu menarik selimut dibawah sana untuk menutupi tubuh mereka. ia pun memutuskan untuk terlelap karna rasa kantuk dan lelahnya sudah sangat menyiksa. tanpa Andre sadari, Alistie telah kembali menjatuhkan air matanya. ingin rasanya ia memeluk, menangis dan mengatakan segalanya apa yang sebenarnya ia inginkan. tetapi ia takut hal itu hanya akan menciptakan pertengkaran diantara mereka.

__ADS_1


"Aku juga butuh kamu, Ndre. aku butuh waktu dari kamu. aku mau kita kaya dulu, kamu sering ngeluangin waktu dan manjain aku setiap hari. aku rindu kamu yang dulu." Jerit Aliatie dalam batinnya.


Sabar, mungkin kata itu sudah tertanam didalam dada Alistie. ia hanya berharap Andre akan sadar dengan sendirinya. selama yang Andre lakukan tidak melebihi batas Alistie akan memaklumi, di duakan dalam jalinan hubungan selama lima tahun lamanya ia sanggup. Alistie yakin, hanya hal spele seperti ini ia bisa menyelsaikannya tanpa harus adu mulut bersama sang suami.


__ADS_2