
Andre menghela nafas pelan. nyatanya daru semalam ia sudah mencoba belajar untuk menerima keadaan. tapi ada satu hal yang membuat emosinya kian memuncak saat dirinya tak sengaja melihat pil kb yang dibeli oleh Alistie.
"Jangan nangis lagi," ucap Andre menenangkan. Andre bahkan bisa merasakan tubuh Alistie yang sedikit demam, mungkin itu akibat ulahnya semalam. istrinya terus menangis sampai Alistie sendiri merasa kepalanya terasa berat akibat kurang terpejam.
Untuk saat ini perasaan Alistie sudah cukup membaik. perlahan ia melepaskan dirinya dari Andre tanpa mengalihkan tatapannya sama sekali. "Aku cape, aku mau istirahat ajah dikamar. kepala aku pusing banget, nanti ajah sarapannya."
Cup... kecupan singkat Andre daratkan dipucuk kepala istrinya, "Aku mau nemenin Loli main. perlu aku siapin obat? badan kamu agak anget."
"Gak perlu, dibawa tidur nanti juga sembuh."
Andre menganggukan kepalanya. saat Alistie beranjak sambil meringis pria itupun langsung memegang tangan sang empu dengan raut rajah khawatir.
"Kamu baik-baik ajah kan?" tanya Andre.
"Iyah, cuma agak sedikit nyeri ajah kalo dibawa gerak."
Andre pun berdiri sejajar dengan Alistie sambil merangkul bahu istrinya. "Biar aku bantu kamu jalan, maafin aku. gara-gara aku, kamu jadi kesakitan."
Alistie hanya tersenyum nanar. wanita itupun melangkahkan kakinya perlahan dibantu oleh sang suami. sejenak Alistie terdiam, pandangannya agak sedikit kabur. ia pun mengerjapkan mata sambil memegangi kepala. "Ndree pusing..."
"Al..." Andre menatap wajah Alistie dengan cemas, "Kita kedokter ajah ya."
Alistie tidak bisa mendengar apa yang Andre katakan. semua yang berada dihadapannya terlihat hitam. suara Andre terdengar sangat jauh.
"Al..."
Brukk... Alistie menjatuhkan tubuh lemahnya begitu saja, ia tidak sadarkan diri. dan beruntung Andre berada tepat disisinya dan langsung menangkap tubuh wanita tersebut.
"Al, sadar Al..." Andre mencoba membangunkan Alistie, ia menepuk wajah sang empu perlahan. tidak lama setelah itu Andre langsung menangkat tubuh Alistie membawanya kedalam kamar.
__ADS_1
Sudah merasa bersalah akibat semalam, sekarang Alistie malah jatuh sakit. hal itu sukses membuat Andre sang suami semakin terpukul, dalam batin Andre terus mengutuk dirinya sendiri. suami macam apa dia ini? menghukum sampai membuat istrinya kesakitan, bodohhh. kalimat tersebut terus berkutat dalam benak Andre.
Andre membaringkan tubuh Alistie perlahan. secepat kilat ia meraih ponsel untuk menghubungi dokter. Andre benar-bebar merasa cemas, ia merasa dirinya sangatlah berdosa melihat ketidak berdayaan Alistie diatas ranjang.
Dua puluh menit berlalu, dokter pribadi yang sering meneriksa keluarga Andre pun akhirnya datang. seolah tidak ingin berada jauh dengan Alistie, Andre terus menggenggam tangan istrinya meskipun. saat itu sang dokter sedang memeriksa Alistie.
Melihat tingkah laku Andre, Dokter itupun mendengus sambil menggrlengkan kepalanya. "Masya Allah, Ndre. lagi diperiksa ajah sampe gak mau lepas itu tangan."
Ya, ucapan Dokter itu memang terdengar akrab sebab sang Dokter adalah teman Santi, Ibunda dari Andre.
Masa bodo dengan ucapan Dokter tersebut, nyatanya Andre tidak melepaskan genggaman tangannya dengan mata yang sama sekali tidak teralihkan. "Ada apa sama Alistie, Tante? dia sakit apa?" tanya Andre khawatir.
"Makanya kalo istri lagi hamil tuh jangan dihajar terus, kalo udah begini siapa yang repot? Tante lagi nyemur jengkol sampe langsung ditinggal gara-gara kamu doang!"
Andre mendongak dengan raut wajah terkejut. "Hamil?"
"Iyah! usianya tiga minggu," ucap Dokter sambil menuliskan resep. "Kurangin hasratnya, hamilnya masih muda takut berpengaruh ke janinnya. kalopun kebelet harus hati-hati, jangan kaya singa kelaperan."
"Ini resepnya, jaga istrinya yang baik. calon cucu kedua Santi tuh, awas kalo lecet kamu bisa digantung sama Mamah galakmu."
Andre mengangguk kikuk meraih resep tersebut. tatapannya teralihkan pada sang Dokter yang sedari tadi terus mengamati wajah cantik Alistie.
"Kamar kamu banyak nyamuk ya, Ndre. kasian Alistie sampe merah-merah gitu. nyamuk atau serangga tuh?" celetuk Dokter meledek.
Astaga, Andre mulai menyadarinya. bagian dada dan leher Alistie terlihat jelas yang dimana ada tanda kepemilikan yang tersorot disana. untuk Dokter tersebut adalah seorang wanita paruh baya. pantas saja sedari tadi Dokter terus menyetil Andre perihal masalah ranjang.
"Mmmm, ini Alistie beneran hamil?"
Dokter dengan raut wajah galak itu menatap tajam kearah Andre. "Jadi menurut kamu Tante ini lagi becanda? Ndre asal kamu tau ya, Tante ini orang yang ngeluarin kamu dari perut Santi. Tante ini senior, masalah beginian doang Tante udah paham!"
__ADS_1
Andre tersenyum kecut, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ingin rasanya Andre menjawab pernyataan Dokter galak dan lemes tersebut dengan kalimat pertanyaan, kapan dirinya akan pensiun. hal itu Andre urungkan mengingat dimasa lalu Andre pernah dimarahi habis-habisan oleh dokter tersebut. "I... iya Tante." sahut Andre terbata.
"Inget! harus hati-hati kalo kebelet. ini terjadi karna terlalu berlebihan, untung janinnya kuat. Bapaknya buas si cabay pengertian."
"Ca... cabay? pedes Tante?"
"Calon bayi Ndre, kamu baru jadi bapak dari anak satu ajah udah katro. dasar... Tante pulang. jangan lupain pesen Tante, kalo gak Tante laporin Mamamu." tegas Dokter tersebut pada Andre.
Ingin rasanya Andre menyembunyikan wajahnya. saking cemasnya Andre sampai tidak menyadari bagian tersebut. percuma saja, meskipun ditutupi Dokter itu pasti akan membukanya untuk mengecek pernafasan Alistie. Andre sampai berkeringat dengan wajah merona akibat ulah Dokter itu.
"Ndree..."
Andre memutar badannya, dan langsung mendekap dan meraih tangan Alistie, "Apa sayang aku disini."
"Pusing..." rengek Alistie sambil meringis.
Cup... cup... cup... Andre menghujani wajah sang empu dengan kecupan, kemarahannya semalam sudah terbayarkan dengan kabar baik kehamilan Alistie.
"Kenapa?" tanya Alistie dengan suara parau.
Cupp... Andre mendaratkan kecupan diatas perut Alistie.
"Aku?"
Andre menganggukan kepalanya dengan senyum yang berbinar, "Kamu hamil. Loli akan punya adik."
Tawa haru Alistie terpancar, matanya sampsi menggenang. wanita itu bahkan langsung memeluk suaminya dengan penuh kebahagiaan. "Aku hamill..."
"Iya sayang, kamu hamil."
__ADS_1
"Ahhhh..." Alistie memekik sambil mengeratkan pelukannya pada Andre, air mata kebahagiaan itupun mengalir. akhirnya setelah sekian lama mereks menunggu. penantian Alistie dan Andre sukses membuahkan hasil."