Kabut Asmara

Kabut Asmara
Bukan Duda & Janda


__ADS_3

Holla...


Permisi mau lewat, numpang iklan guys... Jangan lupa mampir, cerita keren punya kakakkuhhhh, sisterkuhhhh♥️ dijamin nagihhh.


__ADS_1


Haris mengeram kesal. Terpaksa menyudahi kegiatan yang hendak dia mulai, padahal dibagian bawah celana yang dia kenakan sudah menyesak terasa menyiksanya.


Dalam keadaan kesal setelah mati, Haris pun bangkit berdiri bersamaan dengan menarik selimut untuk menutupi bagian atas tubuh Manda yang terlanjur terekspos.


"Aku buka pintu dulu. tetaplah disini, jangan dulu pakai baju," pesan Haris lalu memutar tubuhnya, memungut kaos yang tadi di lempar ke lantai.

__ADS_1


Namun saat pintu sudah terkuak, refleks dirinya mundur tersentak dengan apa yang dilihatnya di depan mata. "Ma—mama ngapain disini?" tanya Haris tergagap dalam keterkejutan yang luar bisa.


Mendengus dengan napas yang naik turun di selimuti emosi, wanita di hadapan Haris sontak berteriak menyemburkan amarahnya. "Harusnya Mama yang tanya, ngapain Papa disini! Mau kawin lagi gitu! Kalau begitu OK, sana kawin lagi. Kita cerai dan kembali kan semua harta pemberian keluargaku!"


"Ma—Ma— Papa bisa jelasin," ujar Haris memohon-mohon mencoba meyakinkan wanita yang dia panggil dengan sebutan mama.

__ADS_1


Berdecih, menatap Haris jijik kemudian wanita itu menepis tangan Haris, dan beranjak masuk ke dalam ruangan kamar menuju ranjang tempat Manda yang dalam keadaan terkejut, bingung dan malu dengan situasi yang tengah terjadi padanya.


"Dasar wanita pelakor! Gak laku apa, sampai suami orang kamu embat!"


__ADS_2