Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 72


__ADS_3

Menurut Alistie cuaca yang mendukung adalah saat mentari tidak terlalu menyengat, disertai hembusan angin yang menyejukan. ia akan merasa dirinya benar-benar tenang sehingga hal itu membuat jiwa kepenulisannya bekerja.


"Jusnya, Neng." ucap Bi As.


Alistie melirik sambil menyunggingkan senyumnya yang selalu berkesan cantik bagi siapapun yang melihatnya.


Bruak... kedua wanita itu tersentang saat mendengar dorongan pintu yang cukup keras.


"Andre..."


Alistie menatap garang kepada seseorang yang baru saja datang dengan sangat tidak sopan. pria berkulit putih, dengan mata yang sedikit tipis itupun langsung berteriak memanggil-manggil nama Andre dengan sangat kencang. sontak prilakunya langsung membuat Alistie geram.


"Siapa dia, Bi?" tanya Alistie.


Bi As tersenyum kikuk, "Dia Den Tian, Neng. anak pamannya pak Andre."


Tian menghampiri Alistie dan langsung mendudukan bokongnya disofa yang berada tepat di hadapan Alistie.


"Ambilin gue minum, Bi." seru Tian sambil menyilangkan kaki.


"Ba... baik, Den." sahut Bi As, kemudian berlalu.


Alistie masih saja menatap Tian dengan tatapan sinis, ia sikap pria itu benar-benar memuakan. ini adalah kali pertama mereka bertemu, karena Tian sebelumnya memang tinggal diluar negri.


"Siapa, lo?" tanya Tian, yang merasa agak risih saat dirinya menyadari jika Alistie terus menatapnya dengan kejam.


"Harusnya aku yang nanya! kamu siapa? dateng-dateng udah bikin ulah, gak sopan banget sih."


Tian mengerutkan dahinya, "Ini rumah Andre! gue bebas ngapain ajah. lo siapa?"

__ADS_1


"Aku Nyonya di rumah ini. aku istrinya Andre, itu artinya ini rumah aku juga! jadi kamu udah gak bisa seenaknya. kalo gak..."


"Kalo gak apa?" Tian langsung memotong ucapan Alistie dengan tatapan tajam.


"Aku gak segan-segan nyuruh Andre buat ngusir kamu!"


Andre yang mendengar keributan itu pun langsung menghampiri sumber suara. teriakan Alistie dan Tian sukses membuat kefokusan Andre terhambat dalam menyelesaikan pekerjaan kantor yang sengaja ia bawa pulang.


"Al..." Andre langsung merangkul istrinya, "Ada apa?"


"Ini, orang gak punya sopan santun banget! siapa sih dia?" gerutu Alistie kesal.


Andre tersenyum tipis, "Dia anak dari Paman aku, kenalin."


Alistie melirik kearah Tian dengan bibir yang mengerucut.


"Jadi ini istri lo! lumayan." ucap Tian sambil menilai.


"Maklum A ujang. gede di luar negri."


Ujang mengangguk, kemudian menjawab. "Iya Bi paham."


Tian menghela nafasnya, memandang Alistie yang sepertinya benar-benar tidak menyukai sikap kecerobohannya. "Maaf," ucap Tian mengulurkan tangan untuk berjabat.


Alistie mengerutkan dahinya, ia mengalihkan tatapannya kearah tangan Tian.


"Al dia udah minta maaf, sikap Tian emang kaya gitu. kamu bisa tanya sama, Bi As." Andre mencoba memberikan pengertian pada Alistie dengan menjelaskan segalanya secara singkat.


Pada akhirnya Alistie pun menurut, ia membalas uluran tangan Tian dan mereka pun saling berjabat.

__ADS_1


"Maaf, yang gak terbiasa emang kaya gitu." ucap Tian.


Alistie hanya membisu dengan perasaan yang mengganjal. raut wajah Alistie spontan berubah, saat Tian memainkan ibu jarinya mengelus telapak tangan Alistie.


Tian tersenyum, pria itu bahkan tak kunjung melepaskan tangannya dari Alistie meskipun sedari tadi Alistie sudah berusaha menariknya.


"Ahhhh, Ndre dia gak mau lepasin aku. dia kurang ngajar!"


Andre menghela nafas kasar. ia langsung memutuskan jabatan tangan antara Tian dan Alistie kemudian berkata. "Jangan gangguin istri gue, Yan. jangan terapin budaya luar ke istri gue!"


Tian terkekeh, meskipun niatnya hanyalah bercanda tapi kali ini Andre terlihat tidak senang dengan sikapnya. "Lo tau gue kan, cuma iseng, gak mungkik gue ganggu istri sodara gue sendiri."


"Bagus!" Andre langsung menggenggam dan menarik halus tangan Alistie, "Kamar lo udah disiapin sama, Bi As. jaga jarak dari istri gue!"


Mendengar hal itu Alistie langsung menarik tangannya dari Andre. "Apa? dia mau tinggal disini?"


Andre tersenyum kikuk, "Dia emang biasa tinggal disini kalo lagi pulang ke Indonesia."


"Kenapa gak tinggal dirumah orang tuanya ajah? Ndre kamu udah punya istri." gerutu Alistie yang secara terang-terangan dihadapan Tian.


"Gak lama sayang, dia aslinya baik kok." Andre berusaha menenangkan Alistie.


"Kamu gak waras, Ndre." umpat Alistie, sejenak ia menatap kearah Tian dengan tatapan benci lalu pergi begitu saja dengan emosi yang memuncak.


Tian terlihat kikuk, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Istri lo kayanya bener-bener gak suka sama gue, Ndre."


"Salah lo sendiri, dia tuh sensitif. kan udah gua bilang harus jaga sikap kalo depan iatri gue! lo malah sengaja bikin dia takut."


Tian tertawa getir, "Gue pikir dia gak akan marah."

__ADS_1


Andre menghela nafasnya, ia langsung meninggalkan Tian dan bergegas menyusul Alistie yang benar-benar terlihat marah.


__ADS_2