
LIKE KOMEN DAN VOTENYAAA..
"Pak Andre..."
Alistie dan Andre tersentak saat Bi Astuti tiba-tiba saja datang mengagetkan keduanya.
"Ma... maaf, Bibi gak tau."
Aliastie terpaku, ia tidak bisa berkata apapun. ingin rasanya ia menjerit menahan malu karna hampir saja ia bercinta didepan seorang pembantu secara terang-terangan.
"Ka... kamu laper, Al?" tanya Andre memecah keheningan.
Alistie hanya menganggukan kepalanya dengan cepat dengan raut wajah yang masih terlihat datar.
"Ehmm..." Andre berdehem, ia mendekati Bi Astuti kemudian meraih sebotol saus yang akan wanita paruh baya itu berikan kepada Andre, "Makasih bi." ucap Andre kikuk.
Bi Astuti yang merasa tidak enakpun, hanya mengangguk dan segera berlalu dari hadapan Tuannya tersebut, tanpa mengatakan apapun. untung saja Andre terbilang Tuan yang baik bagi para pelayannya, hal sebesar apapun pasti akan Andre maafkan. sekalipun pak Udin supir pribadinya pernah menghilangkan sebuah mobil kesayangannya.
"Huhhh..." Alistie menghembuskan nafas lega, ia langsung mendekati Andre kemudian berkata, "Hampir ajah."
"Hampir apa?"
Alistie kembali memukul tubuh Andre dengan sawi. "Uhhhh, udah aku bilang kalo mau nyosor liat kondisi." gerutu Alistie kesal.
"Aku gak bisa tahan kalo udah sama kamu." celetuk Andre.
"Dasar mesum!" Alistie mencium aroma mie instan yang cukup menggugah selera, "Kamu bikinin buat aku sekalian kan?" tanya Alistie melembutkan nada bicaranya.
__ADS_1
Andre mengangguk, dan langsung mendorong tubuh Alistie mendudukannya diatas kursi. "Kamu diem disini, duduk manis. biar aku yang nyiapin semuanya."
Tentu saja hal itu sukses membuat Alistie kegirangan, dalam batinnya ia berkata. "Ganteng, kaya, perhatian, bisa ngapain ajah. ah pokonya idaman."
Setiap detik menit yang berlalu Alistie tidak pernah mengalihkan pandangannya, dari Andre yang terlihat begitu epik menyentuh peralatan dapur. kehaluannya mulai bekerja, seketika ia mendapat inspirasi untuk ide tulisannya membuat part romantis dengan berlatarkan dapur. ia terus saja memancarkan senyum sampai pada akhirnya Andre pun menyadari hal tersebut.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Andre sambil meletakan dua mangkuk mie instan dihadapan Alistie.
Alistie langsung membuyarkan lamunannya, ia menggeleng dengan bibir yang menyimpul. seolah sudah tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada sang kekasih.
"Yaudah dimanakan," seru Andre sambil menuangkan segelas air dingin untuknya dan juga Alistie.
Alistie langsung mengalihkan sorot matanya, seketika bibir gadis itu mengerucut dengan tangan yang menyodorkan semangkuk mie tersebut pada Andre. "Gak jadi," ucap Alistie menunduk sebal.
"Kenapa? tadi katanya laper."
"Kan gak bisa pake sumpit." sahut Alistie sepontan.
Tatapan Alistie semakin tajam, ia mengeratkan giginya sengan tangan yang mengepal. "Dasar gak romantis." batin Alistie.
Hal yang Alistie inginkan, selalu diperlakukan dengan manis setiap saat. meskipun hal itu terbilang sedikit kekanak-kanakan, tapi jika sudah kebiasaan ia malah akan menjadi agresif dan hal kecil pasti akan menjadi masalah.
Andre yang sedang menyantap mie instannya pun melirik kearah Alistie, yang sedari tadi hanya mengaduk mie tersebut. "Kenapa masih gak dimakan? gak enak?" tanya Andr heran.
Alistie masih terdiam, dengan bibir yang mengerucut. "Dasar gak peka!"
Andre tersenyum tipis. ia mendekatkan kursinya disamping Alistie kemudian meraih potongan sayur menggunakan sumpit mengarahkannya pada mulut Alistie. "Aaaaa...."
__ADS_1
Alistie membuka mulutnya dengan raut wajah jengkel.
"Kalo mau apa-apa tuh bilang, jangan ngambek kaya anak kecil." ucap Andre kemudian mengacak pucuk kepala Alistie gemas.
"Salah sendiri, kamu yang merlakuin aky kaya anak kecil terus."
Andre tersenyum tipis, ia kembali meraih mie instan tersebut dan mengarahkannya ke mulut Alistie. "Manjanya kamu tuh ngalahin, Loli. tau gak?"
Sejenak Alistie menyudahi aktifitas makannya, ia langsung meraih segelas air kemudian berkata. "Aku lupa minum pil kb,"
Andre menyentuh wajah Alistie mengelusnya perlahan. "Kenapa? kamu hamil?"
"Ya belum, cuma takut ajah."
"Takut apa? hamil kan ada bapaknya." sahut Andre diselingi candaan.
"Nikah ajah belum!"
Cup... Andre mengecup pucuk kepala Alistie singkat, "Kan tinggal ngitung hari, semua juga udah disiapin."
Alistie mengangguk, senyum kebahagiaannya terukir. lagi-lagi mereka terjebak oleh keheningan yang selalu membuat keduanya saling terpacu untuk saling menyatukan bibir. hembusan nafas Andre saling beradu, Alistie menyentuh bahu prianya dan perlahan memejamkan mata untuk menerima sentuhan bibir yang akan Andre berikan.
"Dreettt... Drttt...."
"Sial..." Andre berdecak kesal, selalu saja ada seauatu yang menghentikan moment manisnya bersama Alistie.
Gadis itu terkekeh, Alistie meraih ponselnya dan langsung menerima panggilan yang masuk dari ponselnya. "Iya kak?"
__ADS_1
"Al, Farhan dua kali ngelakuin percobaan bunuh diri. kakak gak tau lagi harus gimana."
Deg... Andre dan Alistie saling menatap terkejut.