Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 83


__ADS_3

Tian terlihat sedang tidak baik-baik saja, srdari tadi pria tersebut tak hentinya meneguk anggur. padahalan Ujang dan Mang Udin sudah mengingatkan, jangan terlalu banyak mengkonsumsi minuman tersebut.


"Sudah, Den. patah hati, patah hati ajah. jangan nyiksa diri kaya gini." celetuk Udin cemas.


Ujang mengerutkan dahi menatap sang Bapak dengan tatapan tajam, "Lah mendingan minum weh Pak. dari pada gantung diri mah."


"Hust, ari kamu."


Daryani menghampiri para pria tersebut lalu menyentil telinga Tian yang terlihat sudah tepar. "Iki Mas Tian, kenopo?" tanya Daryani.


Ujang dan Udin menggelengkan kepalanya secara bersamaan.


"Bibi yakin sih dia patah hati." celetuk Bi As yang tiba-tiba datang.


"Masa iya toh?" ucap Daryani heran.


Bi As mengangguk, ie mencoba membenarkan posisi Tian lalu membuka mata pemuda tersebut. "Tadi Bibi liat dia abis telponan sama orang, ngomongnya pake bahasa inggris. Bibi gak ngerti, tapi Bibi yakin dia ditolak atau gak di putusin pacarnya yang diluar negri."


Daryani hanya memasang raut wajah datar begitu mendengar penjelasan dari Bi As, gafis itu lalu menyentuh pelipis Tian seperti sedang mengecek suhu tubuhnya. "Lanang iki cocotnya koyo reman, tapi mentalnya lembek. cuma perkara perempuan ajah lari ke minuman."


"Mmmmm, Jess..."


Mereka semua terkejut saat mendengar suara keluar dari mulut Tian. semua orang lantas melirik ke satu arah saat itu.


"Jesss..." Gumam Tian setengah sadar. didetik berikutnya pria itu menarik Daryani hingga Daryani spontan terjatuh kedalam pelukannya.


"Wo, mesum. lanang gendeng! apa-apain iki. lepasin! aku bukan Jesss..." pekik Daryani.

__ADS_1


"Astagfirullah bukan muhrim Den." jerit Bi As terkejut.


"Yallah gusti, itu Daryani Den." tegas Mang Udin memekin


"Daryani masih polos Den." ucap Ujang memucat.


Mereka semua spontan langsung membantu Daryani dan menjauhkan gadis itu dari Tian.


"Jess itu siapa?" tanya Mang Udin.


"Jess No Limit kali Pak." sahut Ujang spontan.


Daryani memasang raut wajah jiji setrlah tubuhnya tersentuh oleh Tian, tak hentinya ia mendelikan mata kemudian berkata. "iki koyone aku harus mandi lumpur tujuh kali."


"Kamu pikir dia najis?" celetuk Ujang srcepat kilat menanggapi ucapan Daryani.


"Sudah-sudah, ayo Jang bantuan bapak bawa Den Tian ke kamar."


Bi As terus menatap kearah Daryani yang sedari tadi terus mengusap bagian tangan dan tubuhnya yang lain. wanita paruh baya itu tersenyum sipu kemudian berkata, "Ciye yang dipeluk Den Tian."


Daryani menghentikan aksinya, ia mengalihkan sorot matanya kearah Bi As dengan bibir yang mengerucut. "Idih, musibah. aku di pegang-pegang karo lanang brengs*ek koyo Mas Tian? ora seneng pisan!"


"Awas nanti suka!" celetuk Bi As.


Daryani menggelengkan kepalanya dengan cepat, seolah tidak terima mendengar ucapan Bi As yang menurutnya adalah suatu ketidak mungkinan.


"Eh, Neng. Den Tiang kenapa ya? bibi penasaran."

__ADS_1


"Sampean tanya langsung ajah, aku sih gak ngurus! batinku masih loro, dia wis fitnah aku. we jelas aku ra terima!" ucap Daryani jengkel, sepertinya gadis itu memang belum bisa melupakan kejadian beberapa waktu lalu. meskipun dengan cara tidak sopan Tian sudah meminta maaf padanya.


Hal itu memang wajar, siapapun akan bersikap demikian jika orang tersebut baru mengenal Tian.


**


Andre dan Alistie sudah sepakat. keberangkatan mereka untuk pergi kejepang akan tertunda, sebab dalam waktu dekat Alistie akan meluncurkan kembali sebuah karya tulisannya. apa bedanya jepang dan indonesai? itu bukan masalah besar bagi mereka asal keduanya bisa saling bersama setiap saat itu sudah lebih dari cukup.


"Ndre kapan ya aku hami lagi? ini udah 5 bulan sejak keguguran loh." ucap Alistie dengan wajah murung.


Andre tersenyum tipis, ia menarik tangan Alistie dan mendudukan wanita tersebut tepat disampingnya. "Sabar," sahut Andre menenangkan.


Alistie menghela nafas panjang, sungguh kecantikannya selalu membuat api cinta Andre bergelora. Cup... kecupan singkat Andre daratkan dibibir Alistie, pria itu terus menyunggingkan senyumnya yang menandakan jika senyum itu adalah senyum kekaguman.


"Kenapa?" tanya Alistie heran.


Andre menggelengkan kepalanya perlahan, kemudian kembali mendekatkan wajahnya kepada Alistie untuk meraih bibir wanita tersebut.


Sudahlah, mereka sangat sering melakukan ini. Andre sendiri nampaknya tidak pernah bosan, justru setelah mendengar keluhan Alistie perihal anak hal itu membuat Andre sendiri semakin bersemangat.


Bibir mereka saling menyatu, menghisap, menyecap, dengan lidah yang saling bertautan. Andre menyusupkan tangannya kenalik mini dres yang Alistie kenakan dan menurunkan lapisan terakhir yang menutupi bagian pribadi Alistie dibawah sana.


Kecupan dan luma*tan yang Andre berikan mulai turun mengabsen setiap titik dileher Alistie, tak berhenti disana setelah meninggalkan begitu banyak tanda cinta Andre mulai menurunkan tali surga milik istrinya. penyangga itu berhasil Andre hempaskan kesembarang arah. secepst kilat Andre menenggelamkan wajahnya didua gundukan tersebut sambil menyapu bersih dua pucuk dada tersebut menggunakan lidahnya.


"Ahhh..." Alistie berhasil meloloskan lenguhan indahnya. tak hentinya mata wanita itu terpejam lalu terbuka merasakan bagaimana Andre memberikan sentuhan gairah dengan sangat nikmat.


Tangan Andre yang sedari tadi sudah menari diantara pangkal pa*ha Alistipun kini sudah berhasil meneroboskan satu telunjuknya kebagian tersebut. Andre bahkan bisa merasakan derasnya cairan yang keluar dari kepemilikan Alistie. sepertinya Alistie sendiri sudah tak kuasa untuk menahanya lagi.

__ADS_1


Kecupan Andre kini turun menelusuri kulit perut Alistie, wanita itu benar-benar sudah tidak karuan dengan deruan nafasnya yang sudah tidak beraturan. lenguhan Alistie terdengar begitu sexy hingga kini Andre mulai ingin memainkan lidahnya dibagian yang paling bawah milik Alistie.


*Tiba-tiba blank denger sirene tukang tahu bulat. maaf ya aku cut :')


__ADS_2