Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 43


__ADS_3

Sejenak Alistie menatap kecantikan dirinya di cermin. dalam ruangan kamar yang cukup luas wanita itu meluapkan kebahagiaannya atas semua yang sudah terjadi hari ini.


"Senyum-senyum terus, kenapa?" tanya Andre sambil membuka satu persatu kancing kemejanya.


Alistie memalingkan tubuhnya, ia menatap sang suami intens. "Karna sekarang aku udah jadi istri kamu,"


Andre memiringkan senyumnya, pria tersebut mulai mendekati Alistie kemudian mengeus wajah cantiknya. "Kamu bahagia?"


Alistie tersenyum, ia menganggukan kepalanya dengan cepat.


Tangan Andre mulai menggerayangi bahu Alistie, menyingkirkan setiap helai rambut yang menutupi wajah sang istri. satu tangan Andre berhasil menyentuh relsleting gaun pengantin yang Alistie kenakan, dengan perlahan pria itu menurunkannya.


"Jangan sekarang, aku mau mandi dulu." ucap Alistie.


Tidak ada gubrisan dari Andre, pria itu langsung mengecup ceruk leher Alistie dan memainkan lidahnya diarea selangka.


"Ndre sabar..."


Andre menurunkan gaun yang Alistie kenakan, ia bahkan menekan tubuh Alistie hingga Alistie terduduk diatas meja riasnya dengan wajah yang mendongak keatas. Andre menyusupkan satu tangannya kebalik gaun yang Aliastie kenakan.


"Ndre mandi dulu!" ucap Alistie mendorong perlahan tubuh prianya.


Oke, untuk kali ini Andre mengalah. ia langsung menghentikan aksinya meskipun dalam batinnya ia sudah tidak tahan.


"Dasar mesum!" umpat Alistie memainkan mimik wajahnya sambil berlalu meledek Andre.

__ADS_1


Andre tersenyum, sungguh ia pun merasa sangat bahagia karna sudah benar-benar mendapatkan cintanya. hari yang Andre tunggu-tunggu bercinta tanpa memikirkan dosa akibat belum menikahi sang wanita. sekarang semua itu bisa Andre lakukan kapanpun dan dimanapun tanpa harus merasa bersalah.


Alistie mengatur suhu air, ia membelai rambutnya dengan sedikit kesal dibawah kucuran shower. "Rambut gue kaku banget, diapain si ini?" gumam Alistie.


Alistie menutup matanya, merasakan tetesan demi tetesan air yang menyentuh kulit tubuhnya. rasa lelah yang sedang menyelimuti Alistie seolah sudah terbayarkan dengan kebahagiana dihatinya. gadis itu tersenyum, perlahan ia membuka matanya dan, "Ahh..." sejenak Alistie terdiam dengan mata yang membulat, "Kamu ngapain disini? aku malu." gerutu Alistie mencoba menutupi bagian tubuhnya yang sedari tadi sudah Andre amati saat wanita tersebut memejamkan matanya.


Andre langsung memeluk tubuh Alistie, menyentuh setiap inci tubuh telanjang istrinya dengan penuh kelembutan. "Kenapa malu? kan kamu udah sering telanjang sama aku." ucap Andre menggoda.


Seluruh tubuh Alistie terasa disengat listrik, ia mulai tidak karuan saat tangan Andre memainkan pucuk bongkahan padatnya dengan sangat terlatih. "Mmmm... Aku malu,"


"Kamu harus terbiasa!" Andre langsung merengkuh bibir Alistie, perlahan pria itu memagutnya dengan tangan yang mere*mas satu gundukan sang istri.


Alistie mulai pasrah, ia melemaskan tubuhnya agar tidak terlalu tegang. kemudian melingkarkan tangannya diatas bahu Andre. keduanya saling mendalami ciuman, saat Andre mulai mel*umat bibirnya kemudian beralih mengabsen setiap titik dibagian ceruk leher Alistie. tidak bisa di pungkiri, kepiawaian Andre dalam memberikan rangsangan memang patut diacungi jempol. sesekali Alistie memejamkan matanya dengan menggigit bibir bawahnya sendiri, saat Andre mendaratkan wajahnya di bagian dada Alistie.


"Mmmmhhh..." suara desahan Alistie yang terdengar ditahan, seolah menandakan kesuksesan Andre yang berhasil membuat sang wanita bergairah.


"Ahhh..." lenguhan Alistie yang terdengar sangat indah didaun telinga Andre. pertanda jika wanita tersebut menginginkan hal yang lebih dari sekedar kecupan.


Alistie merinding saat hembusan nafas Andre berhasil menyapu bagian perutnya.


Andre beranjak, ia memeluk erat tubuh Alistie kemudian berbisik. "Lanjut disini?"


Alistie tidak menggubrisnya, ia sudah dibutakan dengan api gairah. wanita tersebut malah meraih wajah Andre dan langsung merengkuh bibirnya. seolah sudah dibolak-balikan oleh keadaan, sekarang malah Alistie sendiri yang tidak sabaran. keduanya saling memberikan kepuasan bermain, sebelum pada akhirnya Andre akan mendaratkan kelelakiannya ditempat yang seharusnya.


Andre mengangkat tubuh Alistie, membawanya keatas ranjang. tidak perduli tubuh keduanya yang basah, mereka terus saja saling menyerang satu sama lain.

__ADS_1


"Aku mulai sekarang." ucap Andre.


Alistie mengangguk pasrah, tidak perduli apapun yang akan Andre lakukan padanya. sentuhan Andre benar-benar sudah membuat Alistie tidak karuan.


"Pelannnn!" ucap Alistie meringis.


"Tahan, ini masih sempit." Sesuatu yang selalu Andre rasakan saat melakukan penyatuan bersama Alistie. meskipun sudah berulang kali, tetapi lubang tersebut masih terasa sempit, dan sulit untuk Andre masuki.


"Mmmmmhhh..." Lagi-lagi Alistie meringis, setetes air matanya sampai keluar saat Andre mendesak miliknya.


Andre tidak langsung memainkan tubuhnya, ia mendiamkan sejenak sampai milik Alistie benar-benar menerima kelelakian Andre. hal yang selalu Andre lakukan, ia pasti akan memberikan kenikmatan lain dengan tangan yang berada dibagian dada Alistie, atau pun bibirnya sekalipun yang bertindak menenangkan wanita tersebut. setelah cukup tenang, peralahan Andre memaju mundurkan dirinya penuh kehati-hatian dengan tempo lambat.


"Masih sakit?" tanya Andre berbisik pelan.


Alistie menggelengkan kepalanya dengan mata terpejem, menikmati setiap desakan yang Andre berikan.


Dipotong, mau kencan.


"Sial," Andre mengutuk dirinya sendiri, jepitan yang ia rasakan terasa sangat kuat. dan sepertinya untuk ronde ini akan Alistie menangkan. bagaimana tidak? Andre selalu saja merasa sedang bercinta dengan seorang gadis perawan. padahal hal ini sangat sering mereka lakukan.


Merasa gerakan Andre mulai sedikit kasar, Alistie mencengkram kuat bahu Andre. "Ahhh... Ndree pelannn!" lenguh wanita tersebut kesakitan.


Andre menghentikan hentakannya, seketika tubuhnya melemah saat ia berhasil mengeluarkan cairan kentalnya didalam milik Alistie. hingga dapat Alistie rasakan, cairan hangat tersebut berhasil menembak rahimnya.


Cup... Andre mengecup pucuk kepala Alistie. "Kalo kurang kita tambah lagi, aku masih sanggup." ucap Andre agar terlihat perkasa didepan sang istri.

__ADS_1


LIKE KOMEN YANG PANJANG DAN VOTE...


__ADS_2