
"Kenapa belum mandi?" tanya Andre mendekati sang istri.
Alistie yang sedari tadi hanya bermalas-malasan memainkan ponsel pun memutar kepalanya. "Ngapain emang?"
"Katanya mau dateng ke pernikahannya, Farhan."
"Males banget ah, mending di rumah manjain kamu." sahut Alistie menggoda.
Andre tersenyum licik, ia meraih sebuah handuk kemudian mengangkat tubuh sang istri dan membawanya masuk kedalam kemar mandi.
"Kenapa di angkat segala?" pekik Alistie terkejut.
"Kalo gak gini, kamu gak bakalan mandi." celetuk Andre.
Pria jangkung itu langsung mendaratkan tubuh sang empu diatas bathtub.
"Jangan..." Alistie berteriak saat sang suami langsung menyentuhkan dirinya kedalam air, tanpa memberi kesempatan untuk melepas pakaian. "Kamu ngeselin sih, kan jadi basah."
"Mandi ya basah, Al." ucap Andre terkekeh.
Alistie mengerucutkan bibir, kesal dengan kejahilan Andre. wanita tetsebut langsung melepaskan pakaiannya tanpa rasa malu. Alistie melirik kearah sang suami yang sedari tadi terus menyorot tubuhnya dengan mata nakal.
"Keluar!" titah Alistie.
"Gak!" tolak Andre spontan. ia bahkan langsung melepaskan pakaiannya seperti yang Alistie lakukan.
"Ngapain?" tanya Alistie jengkel.
"Ikut mandi."
"Gak mau, aku bisa sendiri." tolak Alistie.
Tidak ada gubrisan dari pria tersebut, tidak perlu menunggu lama Andre kembali menerkam Alistie tanpa ampun. meskipun awalnya menolak, pada akhirnya Alistie akan pasrah. menerima rangsangan yang Andre berikan.
"Lusa udah begini, sekarang begini lagi. gak bosen apa?" tanya Alistie ketus.
"Masa jamah istri sendiri bosen, dari pada aku minta sama cewe lain."
Alistie terpaku. jika Andre sudah berkata demikian Alistie langsung tidak berkutik. bagaimana pun juga semua ini adalah kewajibannya.
__ADS_1
"Main lembut ajah, aku gak mau kamu kasar."
Cup... Andre mengangguk dengan senyum ynag terukir, ia langsung menikmati tubuh Alistie dengan penuh kehati-hatian. agar wanita tersebut tidak merasakan sakit.
"Jangan lama," pinta Alistie.
Meskipun Andre merasa jika akhir-akhir ini Alistie cenderung lebih cerewet dari biasanya. tapi itu bukan masalah, nyatanya suasana hati Alistie yang buruk mampu terobati oleh kelembutan Andre yang selalu sukses membuat Alistie melayang. baik itu menyangkut hal ranjang maupun yang lainnya.
Setelah melakukan aktifitas bercinta Andre menaruh besar harapan, ia mengelus perut Alistie kemudian berkata. "Mudah-mudahan ada yang jadi."
Terlihat jelas keinginan Andre untuk memiliki buah hati dari hasil bercintanya dengan Alistie sangatlah besar. Alistie mendukung penuh hal itu, bahkan semenjak menikah ia sudah tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan pencegah kehamilan. hal itu karna ia sendiri memang menginginkannya.
Aktifitas bercinta dan mandi bersama sudah terselesaikan. sekarang Andre dan Alistie sedang bersiap untuk pergi keacara pernikahan Farhan. sebenarnya mereka tidak menerima undangan dari pihak manapun, akan tetapi demi menghargai Maya yang sudah memberitahukan hal ini secara pribadi akhirnya Andre dan Alistie pun sepakat untuk datang.
"Aku heran deh, siapa cewe yang msu niksh sama Farhan." ucap Alistie sambil menata rambut dihadapan cermin.
Andre yang sedangmengenakan kemejanya pun melirik kearah sang istri. "Kenapa memangnya?"
"Farhan baru keluar dari penjara, dia punya catatan buruk dong."
"Bilang ajah kamu cemburu." celetuk Andre.
Andre memiringkan senyum, "Lagian repot banget."
"Yaudah gak usah dateng!" Alistie langsung melepas kembali gaun yang ia kenakan.
Astaga, sungguh Andre harus memiliki keaabaran ekstra. bawasannya Alistie sekarang benar-benar pemarah, pria itu menggelengkan kepala menarik Alistie dan mendekapnya. "Mau dateng bulan ya?"
"Gak!"
"Galak banget sih." ucap Andre menggoda.
"Kamu yang mancing!" sahut Alistie ketus.
Pria itu menghela nafasnya, ia mendaratkan ciuman di wajah Alistie. "Jangan marah-marah terus, kalo enggak..." sengaja Andre tidak menyelesaikan ucapannya.
"Kalo enggak kenapa?" tanya Alistie medalamkan lipatan didahinya.
"Kalo enggak..."
__ADS_1
"Kalo enggak apa?"
"Aku nikah lagi." ucap Andre terkekeh.
Wajah Aliatie memanas, "Berani kamu nikah lagi?"
Andre menggelengkan kepala. "Satu ajah aku kewalahan."
"Ahhhhh..." Alistie memelas, ia langsung menjatuhkan dirinya diatas tempat tidur kemudian tertunduk bingung.
"Kenapa si Al?"
"Aku..."
"Apa sih? dari pagi gak jelas marah-marah mulu."
"Aku hamil." ucap Alistie kemudian langsung memecahkan tangisannya.
Andre terkejut sekaligus heran, bawasannya ia sendiri baru memgetahui perihal kehamilan sang istri. dan Alistie malah terisak dihadpannya.
"Kamu hamil? serius? anak aku?"
Sejenak Alistie menyentil bibir Andre menghentikan tangisannya. "Ya terus anak siapa lagi? gila kamu ya."
Andr langsung memeluk tubuh Alistie dengan begitu erat. "Astaga, kenapa baru bilang."
"Aku kan mau kasih kejutan." sahut Alistie.
"Terus kenapa nangis?"
"Aku takut lahirannya."
Andre menghela nafasnya, bagaimana mungkin Alistie berpikir demikian? sedangkan perutnya saja masih terlihat rata.
"Ndreee... kok diem? gak seneng ya?" tanya Alistie memelas.
"Ya seneng, kamu aneh-aneh ajah. perut belum buncit tapi udah mikirin lahiran."
Cup... Andre mencoba menenangkan Alistie, ia kembali menghujani wajah sang istri dengan kecupan. Andr bahkan mengelus perut Alistie kemudian mendekatkan wajahnya keperut yang masih terlihatbrata tersebut. "Sehat-sehat ya kamu didalem sana."
__ADS_1
Tenang, hangat, dan merasa benar-benar dicintai. itulah yang Alistie rasakan sekarang. sungguh batinnya jauh lebih lega, dan suasana hatinya semakin membaik setelah ia berhasil mengatakan jika dirinya telah mengandung saat ini.