Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 36


__ADS_3

Diruangan kamar Alistie menandarkan tubuhnya pada sebuah pembatas ranjang. tatapan tajam Andre yang terus memperhatikan gadis tersebut terlihat tajam, seolah sedang mencurigai sesuatu. terlebuh saat Alistie mendalamkan kerutan didahinya dengan mata yang sama sekali tidak teralihkan dari ponselnya.


"Ngapain?" tanya Andre.


Alistie mengalihkan sorot matanya kepada Andre, gadis itu tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya. akan tetapi setelah itu Alistie kembali menatap ponselnya dengan begitu serius. yang sukses membuat Andre kesal sekaligus geram karna merasa diabaikan. dengan cepat pria jangkung itu langsung merebut ponsel Alistie.


"Ndre...." pekik Alistie sebal.


Andre langsung memainkan ponsel Alistie, melihat isi dalam ponsel tersebut. ternyata benar kecurigaan pria itu, Alistie sedang membaca beberapa spam chat yang Farhan kirimkan padanya. Andre mendengus, rahangnya mengeras menatap Alistie dengan tatapan mematikan.


"Kamu kenapa?" tanya Alistie heran.


"Kalo kamu masih gak bisa relain si, Farhan. mending kamu balik lagi ajah sama dia." tegas Andre meninggikan suara.


Dahi Alistie mengerenyit, ia semakin tidak mengerti setelah mendengar pernyataan Andre. bawasannya sedari tadi ia hanya membaca pesan yang Farhan kirimkan, dan sama sekali tidak meresponnya. Alistie meraih ponsel ditangan Andre, dengan santai ia memblokir, dan menghapus kontak pria itu di hadapan kekasihnya. "Udah kan?"


Andre tidak menggubris, ia masih terlihat sangat jengkel. bisa dikatakan Andre khawatir jika ia kembali khianati oleh seorang wanita.


Alistie memeluk Andre dari belakang, ia menemelkan wajahnya dipunggung Andre kemudian berkata. "Aku tau rasanya dihianatin, kamu tenang ajah. aku gak bakal setega itu." Alistie mengelus punggung Andre, ia sangat tahu jika pria itu sedang cemburu. sadar atau tidak Alistie sudah mulai takut jika Andre marah padanya.


Masih tidak ada tanggapan dari Andre, pria itu hanya terus menatap tajam kearah luar jendela kamarnya. entah apa yang Andre pikirkan sekarang. singkatnya ia sudah tidak ingin bermain-main lagi dalam menjalankan hubungan. terlebih tanggal pernikahannga dan Alistie sudah ditetapkan dalam waktu dekat.


"Ndre. kamu jangan marah, " Alistie memalingkan tubuh Andre agar pria tersebut menghadap kearahnya, dan membalas tatapannya. "Aku gak mungkin macem-macem, kita sama-sama korban."


Tatapan Alistie begitu sendu, matanya sedikit menggenang dan hal itu sukses membuat Andre tidak tega untuk lebih lama lagi mendiamkannya.


"Maafin aku." ucap Alistie memohon dengan tulus.

__ADS_1


Andre menyimpulkan senyumnya, ia mengelus wajah Alistie perlahan. "Blokir media sosialnya, jangan cuma kontaknya." ucap Andre.


Alistie mengangguk cepat, merasa hal itu bukanlah hal yang sulit. ia pun langsung memblokir seluruh akses yang berhubungan dengan Farhan. "Apapun itu, aku gak mau kita berantem cuma gara-gara hal yang gak penting."


Andre merasa cukup lega, ternyata Alistie memahami apa yang ia inginkan. sungguh hal ini cukup membuat Andre terkesan sekaligus kagum, dalam waktu singkat keduanya bisa saling mengensl dan mengerti perihal sifat masing-masing. "Aku sayang kamu," ucap Andre sambil membawa Alistie kedalam pelukannya.


Seperti biasa, Alistie tidak pernah membalas ungkapan perasaan Andre. meskipun tindakan manis yang Andre berikan selalu disambut dengan baik oleh Alistie. bisa dikatakan jika sampai sekarang Alistie belum mengucapkan kata sayang ataupun cinta pada Andre. padahal pria itu sangat inginendengar hal tersebut keluar dari mulut Alistie.


"Loli udah tidur?" tanya Andre.


"Udah barusan."


Andre bergeming, kemudian mengecup setiap inci wajah Alistie dan kemudian mengarahkan ciumannya pada bibir wanita tersebut. tangan Andre mulai mengelus tubuh Alistie perlahan, keduanya saling memagut satu sama lain. seolah sudah terbiasa, dan menganggap ciuman yang selalu mengundang api gairah tersebut adalah hal kecil.


Alistie menahan tangan Andre saat tangan pria itu mulai mengangkat mini dresnya. "Jangan, Ndre. aku mau pulang." ucap Alistie sesaat setelah ia menghentikan ciuman tersebut sepihak.


"Kenapa?" tanya Andre kecewa.


"Tapikan kamu udah pernah tidur disini, kita juga udah sering ngelakuin itu."


Alistie merona, ia menelan salivanya kemudian menjawab. "Kan Mamah gak tau itu, dia taunya aku belum diapa-apain sama kamu." sahutnya tertawa kecil.


Andre menghela nafasnya, untuk kali ini ia mengalah. meskipun raut wajahnya terlihat sangat kecewa.


"Sabar, gak lama kok."


Pria itu mengangguk, ia langsung meraih kunci mobilnya dan menyerahkannya pada, Alistie. "Pulang sendiri ajah ya,"

__ADS_1


Alistie mengerutkan dahi, bibirnya merapat sebal menatap Andre tajam. "Kenapa? kok gak mau nganterin aku pulang?" tegas gadis tersebut memekik.


"Males, orang aku mau tidur sama kamu sekarang. malah maksa pulang." sahut Andre santai.


"Ndre, kamu mah gak ngerti." gerutu Alistie


"Kamu yang gak ngertiin aku."


"Terserah! dasar anak kecil."


Mendengar kata terserah dari Alistie pria itu terkekeh, kali ini Alistie benar-bebar terlihat berbalik marah padanya. dengan cepat Andre meraih ponsel Alistie hingga membuat wanita itu kembali keherana.


"Mau ngapain?" tanya Alistie mengerucutkan bibir.


"Tenang ajah."


Alistie mengerutkan dahinya, ie mengintip Andre yang sedang memainkan ponsel tersebut.


"Mau ngapain sih kamu?"


"Chat Mamah, bilang sama dia kalo kamu gak dibolehin pulang sama Loli."


Alistie terkejut, sungguh menurutnya Andre benar-benar sudah tidak waras. sampai membohongi calon Mama mertuanya sendiri agar Alistie tetap berada disampingnya dengan mengatas namakan Loli.


"Dasar gila." umpat Alistie.


"Gapapa, semua ini karna kamu. asal kamu ada dideket aku terus." sejenak Andre meletakan ponsel Alistie, dan langsung menarik gadis tersebut kedalam pelukannya, "Gak ada Alesan lagi."

__ADS_1


"Ma... mau ngapain kamu? jangan macem-macem!" ucap Alistie gugup saat tubuhnya sudah terhimpit oleh Andre.


"Terserah aku! pokonya ini, ini, ini, cuma milik aku." ucap Andre sambil menyentuh bibir Alistie, dua gundukannya dam terakhir bagian paling sensitif wanita tersebut hingga langsung membuat Alistie membulatkan matanya.


__ADS_2