
Alistie menatap sepucuk surat yang Hana tinggalkan untuk Alistie. wanita itu menghela nafasnya dengan kasar, bagaimana tidak? setiap kali ada masalah pasti semua itu selalu berhubungan dengan Farhan. tidak heran jika Alistie sendiri dulu sangat kesulitan untuk meninggalkan Farhan, bawasaanya ketampanan pria tersebut sukses menarik semua orang terdekat Alistie untuk jatuh cinta padanya. sang editor yang sangat dipercaya Alistie bahkan sampai tertarik pada Farhan, lalu menjalin hubungan cinta dalam satu malam bersama pria tersebut.
Hana yang merasa dirinya sangat burukpun akhirnya memutuskan untuk pergi, ia merasa malu dengan prilakunya sendiri. Hana bahkan mengembalikan kembali bonus banyak yang sudah Alistie berikan. karna merasa tidak pantas untuk mendapatkan hal tersebut.
Cup, kecupan singkat Andre daratkan dibibir Alistie. Andre mengelus wajah cantik istrinya kemudian berakata. "Kenapa?"
Alistie memberikan lembaran surat tersebut pada Andre, karna memang ia tidak ingin menyembunyikan masalah apapun pada suaminya tersebut.
Andre memiringkan senyumnya, sambil membaca isi surat. "Farhan lagi?"
Alistie mengangguk dengan mimik wajah bosan.
"Cinta sama aku?" tanya Andre.
"Banget!" sahut Alistie spontan.
Andre langsung memeluk Alistie dengan penuh kasih sayang. "Istirahat gih?" seru Andre.
Alistie melepaskan dirinya dari Andre, ia langsung mengalukan tangannya pada sang suami kemudian berkata, "Gendong." pinta Alistie dengan suara manja.
__ADS_1
Andre mengangguk, ia langsung beranjak menggendong sang empu dan membawa wanita tersebut kedalam kamar. dalam masa cuti karna terus menemani Alistie selama menjalani masa pemulihan akibat keguguran, pria itu sangat perhatian. Andre bahkan tidak membuat Alistie merasa lelah, sebab segalanya selalu Andre siapkan dibantu oleh Bi Astuti.
***
Senyum lepas yang terukir diwajah Rara beberapa hari kemarin akhirnya berubah dalam waktu singkat. tidak lama setelah pertengkarannya dengan Farhan terjadi, wanita tersebut langsung dijemput paksa oleh polisi atas tuntutan yang telah Andre dan Alistie layangkan.
Farhan yang notabanenya sudah mengetahui apa yang telah Rara lakukan hanya bisa pasrah dan membiarkan sang iatri dibawa oleh pihak kepolisian. menyesal? tentu saja, Farhan sekarang hanya meratapi kesendiriannya. ingin rasanya ia kembali pada Alistie, memaksakan wanita tersebut untuk menerimanya kembali seperti dahulu. namun hal itu sudah tidak mungkin Farhan lakukan, mengingat jika sekarang Alistie sudah berstatuskan istri orang.
Serasa dihukum atas kesalahannya, setiap kali Farhan pergi kesuatu tempat ia selalu dipertemukan dengan Alistie dan Andre. ia melihat bagaimana Alistie dicintai oleh suaminya, disayangi dan bahkan Farhan bisa melihat dengan jelas jika Andre benar-benar memperlalukan Aliatie dengan baik. Andai semua bisa diperbaiki, mungkin sekarang dirinyalah yang sedang berada di posisi Andre, menjalani segalanya dengan sangat bahagia bersama Alistie.
Batin Farhan benar-benar tersayat, dan setiap kali ia bertemu dengan sang mantan kekasih Farhan akan menghindari mereka. sadar akan dirinya hanya akan semakin terluka melihat keharmonisan Alistie dan Andre dalam menjalani rumah tangganya.
Farhan dan Alistie saling menatap, Alistie mencoba bersikap tenang. ia mengalihkan pandangannya seolah tidak melihat Farhan dihadapannya kemudian kembali berjalan santai meskipun saat itu wajah mereka saling bertemu.
Mata Farhan seketika menggenang, mungkin ini saatnya untuk ia mengatakan segalanya dan meminta pengampunan pada sang mantan kekasih atas semua kesalahannya.
Farhan menatap kearah Alistie yang terus menjauh darinya, dengan tatapan sendu tersebut Farhan memberanikan diri. "Alistie..."
Seketika langkah Alistie terhenti, namun ia sama sekali tidak memalingkan wajahnya untuk melirik kearah Farhan.
__ADS_1
"Aku... aku minta maaf."
Merasa ha itu hanyalah omong kosong, Alistie kembali melangkahkan kakinya.
"Aku minta maaf."
Tetap saja Alistie tidak meresponnya, hingga membuat Farhan membuntuti wanita tersebut.
"Aku gak ada maksud apapun, tolong maafin aku."
Alistie kembali menghentikan langkahnya, dan kali ini ia memalingkan wajahnya menatap kearah Farhan. "Aku udah maafin kamu, tolong jangan ikutin aku!" titah Alistie ketus.
"Untuk sekarang boleh aku jadi temen kamu?" tanya Farhan penuh harapan.
Alistie menatap datar pria tersebut, ia menggelengkan kepalanya perlahan kemudian menjawab. "Aku gak butuh cowo lain buat jadi temen Aku, Andre ajah cukup buat jadi temen hidup sekaligus suami yang baik buat aku."
Farhan tersenyum nanar, ia mengangguk kemudian berkata. "Terima kasih, Al."
Farhan cukup lega, sadar akan dirinya yang hanya selalu menyulitkan Alistie. ungkapan maaf yang sudah Farhan lemparkan bermaksud untuk menebus semua kebodohannya. setetes air mata Farhan mengalir saat Alistie benar-benar sudah tidak terlihat oleh matanya.
__ADS_1
Meskipun Alistie menolak untuk menjadikan dirinya sebagai seroang teman. itu bukan masalah, yang terpenting adalah Farhan sudah mengatakan ungkapan permintaan maafnya dengan tulus pada Alistie. mungkin jika Alistie menerima pertemanan yang Farhan tawarkan, pria itu akan menganggapnya sebagai bonus dari keberaniannya karna sudah mengakui kesalahan.