Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 98


__ADS_3

Andre membuka penutup tirai disebuah hotel pusat kota. pemandangan malam yang sukses memanjakan mata dan perasaan Alistie. untuk kali ini, Alistie sangat dan benar-benar merasa dimanjaka. akhornya setelah sekian lama Andre hanya mengurung wanit aitu dirumah, searang keduanya bisa menikmati pemandangan lain.


Alistie sangat ingat benar. dulu saat wanita itu belum berstatuskan sebagai iatri dari Andre, ia sangat sering mendatangi hotel-hotel mahal hanya untuk mendapat ketenangan dari setiap masalah yang menghampirinya.


"Gimana?" Andre melingkarkan tangannya dengan mesra dari belakang diatas perut Alistie, "Kamu suka gk?" tanya Andre penuh perhatian.


Alistie memalingkan tubuhnya perlahan, sorot matanya teralihkan menatap mata indah sang suami. wanita tersebut merasa dirinya samgat bahagia dan beruntung. Alistie meremat tangan Andre dengan tangan kananya yang membelai dada bidang sang pria. Cup... Alistie mendaratkan bibirnya pada bibir Andre, wanita itu menghisap dengan lembut bibir tersebut dan merasa heran karna aksinya tak kunjung dibalas.


Sejenak Alistie menghentikan penyatuan tersebut, "Kenapa? tanya Alistie.


Andre menggeleng pelan dengan raut wajah datar, "Jangan godain aku sekarang, aku takut gak bisa nahan."


Seringai licik terbit dibibir Alistie. bukannya menurut wanita terdebut malah menurunkan tali kecil dressnya dengan raut wajah menggoda.


"Al, STOP!" Andre meraih tangan istrinya dengan dengan dahi yang mengerut, "Jangan begini!"


"Kenapa?" Tanya Alistie sambil menyentuh wajah sang suami penuh kelembutan.


"Kandungan kamu masih muda!"


Alistie tersenyum tipis. Astaga pantas saja selama ini Andre tidak pernah menyentuh Alistie. ternyata pria itu sengaja menahan hasratnya karna takut terjadi sesuatu pada calon bayi yang masih didalam perut istrinya.


"Kan kita bisa pelan," bisik Alistie didaun telingan Andre. spontan suara parau sexy Alistie sukses membangkitkan seluruh gejolak hasrat sang suami.

__ADS_1


Andre menelan salivanya. sepertinya ia masih ingin menahan hal ini karna memang Andre sangatlah menginginkan kehadiran bayi tersebut.


"Nih," Alistie meletakan ponsel ditangan Andre dengan santai.


"Apaan ini?"


"Kamu kemarin cari cara cepet hamil, sekarang cari cara bercinta yang gak ngelukain calon bayi kamu."


Andre melempar ponsel tersebut ke atas ranjang. matanya memincing menatap Alistie, Andre semakin memangkas jarak antara dirinya dan Alistie.


"Kenapa dilempar? tetep gak mau?" tanya Alistie mengerutkan dahi.


Andre menggelengkan kepalanya sambil tersenyum licik, pria itu langsung menyentuh kedua bahu Alistie dan mendekatkan wajahnya untuk mengecup leher sang empu. cup... "Sebelum kamu nyuruh, aku udah pernah cari hal itu duluan."


Andre mendorong perlahan Alistie kebibir ranjang. wanita itu masih memasang raut wajah datar penuh keheranan, ia sendiri tidak mengerti entah apa yang akan Andre lakukan sekarang padanya? cara-cara bercinta yang sudah Andre cari tahu sebelumnya. Andre bahkan tidak mengatakan apapun perihal hal itu. pria berparas tampan tersebut langsung begitu saja meraup bibir Alistie sambil membuka satu persatu kemeja hitamnya.


Sangat lembut, penuh kehati-hatian. tidak ada hal kasar seperti beberapa waktu terakhir kali mereka bercinta. untuk kali ini Alistie merasa jika Andre benar-benar begitu menghayati setiap sentuhannya, ini terasa sangat memabukan. dalam sekejap Alistie langsung terbawa ombak gairah atas ulah suaminya.


"Kamu yakin?" tanya Alistie dengan wajah merona.


Andre terkekeh, padahal sedari tadi Alistie-lah yang terus menggodanya. sejenak pria itu menghentikan aksinya, menjauhkan wajah dari dua gua gundukan yang sedang ia kecupi, "Tadi ngajak. sekarang gak yakin! kamu gak bertanggung jawab banget sih." ucap Andre meledek.


Alistie mengerucutkan bibir dengan perasaan cemas, "Ya ayo ajah, cuma agak takut dikit."

__ADS_1


Andre memiringkan senyum, ia mencubit hidung sang istri kemudian berkata. "Kalo gak jadi juga gapapa,"


Alistie tertunduk, ia tentu tahu jika Andre sudah menahan ini dalam waktu yang cukup lama. apalagi Andre adalah notabane suami yang tidak bisa hidup dengan sentuhan istri yang sangat dicintainya.


"Yaudah pelan!" titah Alistie menggemaskan.


Andre mengangguk, ia kembali menikmati bibir tipis istrinya. keduanya kini saling bekerja sama dengan baik, hisapan, kecupan, hingga lum*atan Andre berikan.


"Mmmhh..." Alistie mendorong pelan sang suami saat gadis itu sudah kehabisan oksigen.


Andre mulai menyapu bersih leher Alistie. meninggalkan tanda cinta didaerah tersebut sampai ke pusat dua gundukan inti. hisapan lembut Andr berikan dibagian pucuk tersebut hingga berhasil membuat tubuh Alistie melengking nikmat.


"Ahhhmmm..."


Suara yang selalu membuat api gairah Andre memuncak. tanpa meninggalkan bagian kesayangannya pria itu menurunkan lapisan terakhir dibawah milik Alistie. tangannya mengelus pelan dan sedikit ditekan, cairan yang membasahi tangan Andre seolah menandakan jika wanita itu sudah sangat terang*sang.


Merasa cukup, pria itu langsung menghempas seluruh pakaian yang masih ia kenakan. Andre memposisikan dirinya diantara dua kaki Alistie. dengan penuh kehati-hatian pria tersebut mulai menenggelamkan miliknya di bagian inti sang istri.


"Aku mulai sekarang," ucap Andre.


Melihat Alistie yang sudah tidak karuan pria tersebut langsung kembali menyatukan bibirnya sebagai pengalihan. Sambil menghentakan tubuhnya perlahan, Andre terus menghujani Alistie dengan cinta dan kasih sayang. setiap jengkal tubuh Alistie bahkan sudah tersapu habis oleh kecupan yang Andre berikan.


Mereka saling menikmati waktu intim yang sudah jarang keduanya lakukan. pergulatan tersebut sekaligus menjadi saksi betapa mereka sangat saling merindukan sentuhan satu sama lain, setelah keduanya sangat sering beradu mulut akibat berselisih paham.

__ADS_1


__ADS_2