Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 59


__ADS_3

Seseorang selalu memandang dari satu sisi sudut, dan dampak dari hal tersebut dirasakan oleh Loli. gadis kecil yang notabanenya tidak tahu menau perihal masalah yang menimpa ibunya, akhirnya ia harus merasakan dampak dari apa yang telah dilakukan oleh Halisa.


"Aku gak punya temen." ucap Loli mengerucutkan bibir dengan wajah memelas.


Ya, orang tua dari anak-anak yang berada satu sekolah dengan Loli melarang mereka untuk bergaul dengannya. tentu saja itu semua karna Halisa, mereka semua berpikir buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. itu sebabnya Loli sampai sekarang tidak memiliki seorangpun teman yang bersedia bermain dengannya.


"Aku salah apa? kenapa mereka gak mau main sama aku?" gumam Loli lirih.


Gadis kecil tersebut hanya bisa memandang keasikan anak-anak seusianya yang bermain dengan begitu ceria. ingin rasanya Loli menghampiri mereka, namun setiap kali Loli melakukannya mereka akan langsung menjauh dan mengakhiri permainnannya.


Alistie datang menghampiri Loli, ia pun terkejut melihat deraian air mata yang terus mengalir diwajah cantik anak tersebut. "Kamu kenapa?" tanya Alistie cemas.


Loli hanya menggelengkan kepala, ia memeluk erat Alistie kemudian berkata. "Aku mau pulang, aku gak mau sekolah."


Pernyataan Loli semakin membuat Alistie terkejut, ia meraih bahu Loli menatap intens kedua bola matanya. "Jawab Mamah, kamu kenapa? dijahatin temen?"


"Aku mau pulang, aku gak dijahatin sama siapapun." sahut Loli lirih.


"Terus kenapa kamu nangis kaya gini?"

__ADS_1


"Aku gak punya temen, gak ada yang jahatin aku." pekik gadis kecil tersebut, Loli bahkan langsung berlari meninggalkan Alistie memasuki mobil.


Alistie menatap janggal pada Loli, ia melirik kesekitar yang ternyata banyak orang yang sudah memperhatikan dirinya. Alistie melangkah mendekati seorang anak laki-laki yang berdiri tidak jauh dari Alistie.


"Kamu tau kenapa Loli kaya gitu?"


Pemuda kecil itupun mengangguk.


"Kenapa?" tanya Alistie.


"Loli gak punya temen."


"Ngapain disini? Mamah udah bilang jangan deket-deket sama mereka." ucap seorang ibu dari anak laki-laki tersebut yang langsung membawa anaknya pergi jauh dari Alistie.


Alistie paham, ternyata hal itu tidak terjadi dengan kebetulan. ada beberapa dari mereka yang dengan sengaja melarang para anak untuk bermain dengan Loli.


"Tunggu."


Langkah seorang ibu tersebut terhenti saat Alistie mendekatinya.

__ADS_1


"Kenapa? apa ibu punya masalah sama Loli? anak saya."


Ibu tersebut terpaku, ia menyembunyikan anak laki-lakinya kemudian berkata. "Semua orang juga tau kalo kamu cuma ibu sambung."


Alistie mengerutkan dahinya, "Lantas, apa masalahnya?"


"Ibu kandung anak itu dipenjara, semua orang juga udah tau. wanita itu terseret kasus video asusila."


Alistie memiringkan senyum, "Lalu?"


"Dia pasti bakalan bawa pengaruh buruk buat anak-anak disini."


Cukup kesal, Alistie dengan arogant melipat tangannya menatap tajam wanita paruh baya tersebut. "Denger ya, Bu. anak itu gak tau apapun perihal masalah yang menimpa ibunya, gak seharusnya kalian bersikap buruk sama Loli. dia cuma anak kecil yang gak tau apa-apa, semua itu tergantung didikan. kalo kalian semua udah ngajarin anak kalian buat jauhin seseorang yang gk bersalah, mau jadi apa mereka nantinya?" tegas Alistie penuh penekanan.


Pihak sekolah berusaha melerai emosi Alistie yang memuncak, "Bunda tenang, masalah ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan."


"Apa? kekeluargaan? kalian pihak guru ngapain ajah selama ini? anak saya sampe gak mau sekolah gara-gara kasus ini. itu artinya kalian gak memperhatikan dia. Ibu liat Loli," sejenak Alistie menunjuk kearah Loli yang sedang menangis didalam mobil. "itu dampak dari pemikiran kalian, korban dari ulah kalian yang memandang dari satu sudut. kalian mau tanggung jawab gak kalo pada akhirnya Loli depresi? tertekan akibat ulah kalian yang gak manusiawi." gerutu Alistie jengkel.


Semua orang hanya bisa terdiam, bahkan pihak sekolah pun merasa demikian. mereka kurang menyadari hal tersebut. sampai Loli sendiri mengalami pengucilan.

__ADS_1


Loli memang tidak tahu apapun perihal Halisa. mendengar penjelasan dari wanita paruh baya tersebut hanya membuat Loli semakin membenci sang ibu. Loli berpikir entah karna apa pun itu, yang jelas Halisa sudah membuat diri Loli sebagai pengecualian di mata teman-temannya.


__ADS_2