Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 45


__ADS_3

Alistie benar-benar tidak berdaya, sampai siang hari menjelang sore ia baru membersihkan diri. sebab sebelum itu tubuhnya benar-benar terasa remuk, kakinya terus saja bergetar sampai ia harus berulang kali memukul tubuh Andre karna jengkel.


"Cape ya?" ucap Andre meledek.


Alistie melirik kejam pada sang suami, kemudian kembali menyisir rambutnya dengan santai di depan meja rias.


"Jangan cemberut gitu dong," sejenak Andre mendekati dan memeluk Alistie dari belakang. "Kalo masih kurang nanti malem lanjut lagi." bisik Andre yang terdengar menggelikan didaun telinga Alistie.


"Dasar mesum! gak waras!" umpat Alistie kesal.


Andre terkekeh, ia langsung mengacak pucuk kepala Alistie dan meraih remot tv ynag terletak dihadapan sang istri.


"Jangan nonton tv," ucap Alistie meipat tangannya garang.


"Kenapa?"


"Kan kita mau jemput, Loli. kamu sengaja ya." gerutu Alistie, Ya. sedari kemarin Loli memang dibawa oleh ibunya Andre. Andre sengaja menitipkan sang buah hati, karna ia tidak ingin malam bahagianya terganggu.


"Nanti ajah, sore. aku masih lemes." tolak Andre santai.


Alistie berdecak kesal, bagaimana tidak? ia sudah sangat berantusias meskipun dirinya sudah dilumpuhkan oleh Andre selama semalaman penuh, belum lagi ditambah pagi tadi Andre kembali menjamahnya.


"Jangan marah-marah mulu, Al. nanti kalo udah terbiasa pasti minta nambah terus."


Alistie membulatkan matanya tidak berkutik, Astaga. Andre benar-benar semakin berani, kedok aslinya semakin hari semakin terbongkar. bahkan pria tersebut terus menggoda sang istri dengan ucapan-ucapannya yang sedikit fulgar.


"Tuhkan diem," sambung Andre diselingi tawa kecil.


"Dasar ya kamu! kemaren ajah so polos. so ngerasa berdosa udah nidurin aku, pas aku lagi tepar. sekarang malah terang-ternagan begini godain aku."

__ADS_1


Andre terkekeh, sambil terus menekan remot tv untuk mengganti chanel. "Tapi kamu suka kan?"


"Idih, suka apa? aku hampir gak bisa jalan gara-gara kamu."


"Yaudah gapapa, biar makin romantis. kalo mau apa-apa aku tinggal gendong kamu."


Seolah tidak ada habisnya jika sudah berdebat dengan Andre, Alistie langaung mendekati pria itu dan mencubit perutnya.


"Aww... iya ampun, aku becanda." rengek Andre kegelian.


"Coba bilang sekali lagi!"


"Aw. geli Al, iya maaf ampun aku becanda." Seoalh sudah tidak tahan menahan geli, dan rasa sakit akibat cubitan Alistie, Andre langsung mendorong tubuh sang istri dan menindihnya kembali.


"Ihhh..." Alistie memekik, ia mencoba melepaskan dirinya daei Andre, "Kamu mau ngapain aku lagi."


"Abisnya kamu cubitin aku terus."


"Gak!" tolak Andre spontan.


Alistie mengerutkan dahinya, ia langsung menyentil bibir Andre yang sedari tadi semakin mendekati wajahnya. "Kebiasaan, dikit-dikit nyosor."


Andre kembali terkekeh, ia melepaskan Alistie dan kembali membenarkan posisinya. meskipun mata liciknya terus menatap wanita tersebut dengan penuh keinginan.


"Seorang Wanita yang berinisial (H) tersebut mendapat penyerangan dari seseorang yang tidak dikenal. diketahui (H) adalah Wanita yang berada didalam video yang tengah menghebohkan jagat media seperti yang sudah kita ketahui beberapa waktu lalu."


Andre melirik kearah televisi, sedangkan Alistie memilih untuk membuka ponselnya yang belum tersentuh sejak semalam. Alistie langsung mengarahkan tujuannya membuka pesan grup yang ternyata sangt ramai, ia membaca perlahan apa yang teman-temannya bicarakan.


"Ndre..." Alistie membulatkan matanya, saat memutar video yang Rara kirimkan kedalam grup chat tersebut.

__ADS_1


"Kenapa sayang?"


"Itu, Halisa!"


"Apanya?" sahut Andre heran.


"Yang didalem tv."


Andre mengerutkan dahinya, ia langsung memdekati Alistie dan melirik kearah ponsel sang istri. keduanya melihat dengan jelas rekaman Halisa dan Farhan yang sedang berhubungan badan.


"Biarin ajah." ucap Andr seolah tidak perduli.


Alistie menghela nafasnya kasar, "Oke bagi kamu ini bukan masalah, tapi buat Loli?"


Andre kembali menyatukan alis tebalnya, ia menajamkan tatapannya menatap Alistie.


"Kalo Loli tahu hal ini gimna? apa masalah ini gak akan berpengaruh sama masa depan dia?" ujar Alistie.


Andre berpikir keras, sejenak ia mencerna ucapan Alistie yang terdengar ada benarnya. "Ya aku tau, tapi mau gimana lagi."


Alistie sendiri kebingungan, dalam hal ini Andre memang tidak bisa berbuat banyak.


"Jangan bahas dia lagi, kita fokus ajah sama rumah tangga kita." Andre tersenyum tipis membelai rambut Alistie.


"Bukan gitu, aku kasian sama, Loli. cepet atau lambat dia bakal tau masalah ibunya."


"Biarin semua itu ngalir, kamu gak usah khawatir." ucap Andre penuh kelembutan.


Alistie mengangguk menyimpulkan senyum, ia meraih wajah Andre dan mengelusnya. "Sebisa mungkin aku bakalan jagain, Loli. biar dia gak terpuruk."

__ADS_1


Andre membalas senyuman Alistie, ia langsung memeluk sang istri dan menyandarkan kepala wanita tersebut tepat didada bidangnya. tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan, menurut Andre kehadiran Alistie bisa membantunya untuk mengisi kekosongan dihati Loli. sebab gadis kecil tersebut memang sangat kekurangan perhatian dari figur seorang ibu. Andre sangat yakin jika Alistie adalah orang yang tepat, sebab sebelum Andre memiliki niat untuk mempersuntingnya, Andre selalu memperhatikan kedekatan Alistie dan Loli yang sepertinya kedua orang tersebut bisa saling menyayangi.


LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG, JANGAN LUPAAA.


__ADS_2