Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 58


__ADS_3

"Al, sebelumnya aku minta maaf. aku balikin bonus yang udah kamu kasih, aku udah gak pantes jadi editor kamu lagi. maaf banget, Al. aku mau resign."


Alistie yang mendapat pesan tersebut sampai terpelohok, bawasaanya ia merasa tidak ada angin tidak ada hujan. secara tiba-tiba Hana mengundurkan diri dari pekerjaanya yang berstatuskan sebagai editor pribadi Alistie.


"Kenapa, Al?" tanya Andre yang datang menghampiri Alistie.


Alsitie melirik kearah sang suami, "Ini loh, masa Hana ngundurin diri gitu ajah. ngedadak banget, perasaan aku yang mau hiatus kenapa jadi dia yang resign?" gerutu Alistie sebal.


"Kok tiba-tiba gitu? sebelumnya ada masalah?"


"Dari aku pribadi sih enggak, kita baik-baik ajah." sahut Alistie cepat.


Cup, ciuman singkat Andre daratkan. "Yaudah nanti aku cariin editor lain, kamu juga gak bakal bikin cerita dalam waktu dekat ini kan?"


Alistie mengangguk, merasa kecewa dengan keputusan Hana. tetapi mau bagiamana lagi? tidak mungkin ia memaksakan kehendak seseorang atas jalan hidupnya.


"Jangan dipikirin, kok kamu kaya bt gitu sih." gerutu Andre.

__ADS_1


"Wajarlah, Ndre. aku sama Hana itu ngerintis karir bareng-bareng. yang awalnya dia cuma spg di mall, sekarang udah jadi editor. tentu aku syok dong." tegas Alistie.


Andre menyimpulkan senyumnya, ia membelai dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah sang istri. "Yaudah kalo mau hiatus, kamu gak usah mikirin soal itu dulu."


Alistie melekatkan tatapannya pada Andre, "Terus aku harus mikirin apa?"


"Anak buat aku dong."


Alistie mengerucutkan bibir, "ih kamu kamu mah maksain."


"Ya enggak maksain, kalo kamu banyak pikiran gini gimana mau hamil?" celetuk Andre mencubit hidung mungil sang istri.


Andre hanya tersenyum gemas, kecantikan sang iatri yang paripurna selalu sukses membuatnya nyaman dan betah dirumah. Andre bahkan sangat sering mengajukan surat ijin homework. beruntung perusahaan tersebut adalah milik keluarganya, jika tidak mungkin Andre akan terancam mendapat sangsi karna sangat sering meminta cuti pada sang Paman.


***


Jauh ditempat lain, Farhan yang sudah keluar dari penjarapun akhirnya bisa menghirup udara segar kebebasan. memang itu terlalu singkat, bawasannya ia di bebaskan bersyarat dan juga keluarganya sudah membayar tebusan beserta denda yang diajukan oleh pihak kepolisian.

__ADS_1


Cukup beruntung memang, meskipun Farhan sudah berulang kali membuat aib untuk keluarganya. tapi dalam hal apapun pemuda tersebut selalu mendapat pembelaan.


"Kenapa, Han?" tanya Maya yang mendapati sang adik sedang terdiam di sudut kamar.


"Aku kangen sama Alistie, dia apa kabar ya?"


Maya memiringkan senyum, "Kamu besok udah mau nikah. kenapa masih mikirin Alistie? yang jelas dia udah bahagia." celetuk Maya.


Farhan tidak berkutik, ia terus berkaca diri menyesali segala yang sudah ia lakukan pada Alistie. mungkin jika waktu bisa di putar kembali, Farhan sangat menginginkan waktu dimana ia benar-benar dicintai dan diharapkan oleh mantan kekasihnya tersebut. sadar akan sesuatu hal yang sudah tidak mungkin, Farhan terpaksa harus melanjutkan hidupnya. menikah dengan seseorang yang bersedia menerimanya.


"Aku gak bisa bohongin diri aku sendiri Kak, aku bener-bener belum bisa relain Alistie." ucap Farhan prustasi.


Maya yang melihat penyesalan dan keterpurukan sang adik pun cukup merasa iba. Maya melangkah mendekati Farhan dan mengelus kepalanya guna menenangkan, "Syukur deh kalo kamu sadar, terima kenyataan ajah. kalian bukan jodoh."


"Tapi mungkin kalo aku bisa hargain ketulusan dia, semua ini gak bakalan terjadi."


Maya terkekeh seraya meledek, "Kamu nyadar, Han? percuma. udah telat!"

__ADS_1


Mungkin hanya itu, jika Farhan mengeluh soal Alistie pasti Maya hanya akan terus meledek dengan menyalahkan sang adik. berbeda dengan Ani. tak terima dengan penolakan yang Alistie lakukan, wanita paruh baya tersebut selalu saja menyalahkan Alistie tanpa berpikir bagaimana prilaku sang anak terhadap mantan kekasihnya.


"Relain ajah, dia baik. dia pantes bahagia, Kakak sadar punya adik bejat kaya kamu. mungkin sudut pandang Kakak sama Mamah beda meskipun pada akhirnya Kakak sama Mamah gak setuju kamu sama Alistie." celetuk Maya terang-terangan.


__ADS_2