
Apa ini? kenapa masalah terus aja bertambah? Alistie sendiri belum menemukan dalang dibalik kasus yang menimpanya. belum lagi Andre yang telah dicurigai oleh pihak kepolisiaan, Andre bahkan hanya dibebaskan untuk sementara waktu. dan sekarang, sesuatu hal yang mengejutkan kembali membuat Alistie terpelohok. bagaimana mungkin Ayah dan Anak memiliki golongan darah yang berbeda? itu sangatlah sulit untuk Alistie cerna.
Alistie membisu, sejujurnya ia tidak berani mengatakan fakta tersebut kepada sang suami. apalagi dirinya secara diam-diam melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan Andre. dan hasil menyatakan tingkat Loli dan Andre bukanlah Ayah dan putri kandung. Alustie sudah membulatkan niatnya untuk jujur pada Andre dan menghadapi apapun bersama.
"Kamu kenapa? dari tadi keliatan cemas." tanya Andre sambil memainkan leptop kerjanya.
Alistie menelan salivanya, "A... aku..."
"Kamu bikin kesalahan?"
"Enggak!" bantah Alistie spontan.
Andre menghentikan pekerjaannya sejenak, kemudian menatap lekat wajah sang istri. "Terus kenapa? gak biasanya kamu begini."
Alistie meraih secarik kertas didalam tas kecilnya, ia kemudian memberikan kertas tersebut pada Andre.
"Apa ini?" tanya Andre heran.
"Laporan cek golongan darah milik Loli. sama itu..."
"Ohhh..." sahut Andre santai, pria itu bahkan meletakan kertas tersebut dan tidak membukanya.
"Gara-gara aku bales chat kamu lama ya?"
__ADS_1
Alistie menganggukan kepalanya, "Coba kamu cek hasilnya Ndre."
Andre membuka lipatan kertas tersebut, "Kenapa?"
"Informasi yang kamu kasih sama hasil lab beda." ucap Alistie kikuk.
Andre terkejut, ia terpaku dengan mata yang membulat melihat laporan tersebut. "Gak mungkin ini pasti salah."
"Aku juga gak tau, tapi aku sama pihak dokter disekolah Loli udah cek dua kali. dan hasilnya tetep sama." ujar Alistie menjelaskan.
"Jadi maksud kalian?"
"Ndre, aku gak ada maksud. aku juga gak tau soal hal ini. semua murni hasil ketidak sengajaan." ucap Aliatie, raut wajahnya terlihat merasa bersalah. ia takut jika Andre berpikiran yang tidak-tidak tentang dirinya.
"Ndre aku..."
"Jadi aku udah ditipu sama Halisa? dan aku udah besarin anak orang lain?" Wajah Andre merona, matanya menggenang. sulit baginya untuk menerima kenyataan, tidak sebentar waktu yang sudah ia lewatkan bersama Loli.
"Ndre, anggap ajah gak terjadi apapun. Loli tetep anak kita." Alistie mencoba menenangkan Andre, ia meraih tangan sang suami kemudian menggenggamnya.
Andre menggelengkan kepalanya, "Enggak ini semua gak bener!"
"Ndre kamu tenang, Loli gak salah!"
__ADS_1
"Tapi kenyataannya dia anak orang lain!"
Alistie menjatuhkan air matanya, ia langsung memeluk Andre dengan begitu erat. "Dia gak salah, tolong jangan permasalahin hal ini. anggap ajah dia adalah anak kandung kita."
Andre melepaskan perlahan Alistie dari tubuhnya, tanpa menghalihkan sorot matanya menatap Andre wanita tersebut terus mencengkram kuat kaus rumahan yang Andre kenakan.
"Kenapa?" tanya Alistie datar.
"Aku butuh waktu buat sendiri," Andre beranjak, ia memajukan langkahnya mencoba menjauhi Alistie.
"Kamu mau kemana, Ndre?"
"Ruang kerja."
Alistie menghela nafasnya, tidak ada gubrisan dari mulut Andre perihal status Loli bukanlah anak kandungnya. Alistie mengerti, mungkin hal itu sulit untuk Andre terima mengingat bagaimana ia membesarkan Loli seorang diri tanpa ibu dari anak tersebut.
***
Farhan terus saja menyembunyikan dirinya. ia memanglah pengecut, bahkan Farhan mengakui hal itu.
"Kamu gila tau gak!" pekik Farhan penuh amarah.
Hana memincingkan senyumnya, ia mengelus dada bidang milik pria tersebut kemudian berkata. "Tanpa aku, kamu gak mungkin bisa lolos dari kejaran polisi."
__ADS_1