
"Andre dimana bi?" tanya Alistie tergesa pada Astuti.
"Didalem, Neng."
Wanita tersebut langsung menerobos masuk dan berteriak mencari keberadaan calon suaminya, "Ndreee..."
"Gak usah teriak."
Aliatie melirik kesumber suara, ia berlari kearah Andre dan langsung meraih tangannya. "Ndre, aku bisa jelasin tolong jangan salah paham!"
Pria tersebut tidak menggubrisnya, ia malah menyibukan diri memotong sebuah sawi sebagai pelengkap mie instannya.
"Ndre..." Alistie merengek, air matanya tidak terbendung. ia terus menarik kemeja yang Andre kenakan agar pria itu merespon ucapan dan tindakannya. "Jangan diemin aku, sumpah ini gak seperti apa yang kamu pikirin." tegas Alistie lirih.
Andre menghela nafasnya, ia memalingkan tubuhnya menatap Alistie intens. "emang apa yang aku pikirin?"
Sejenak Alistie menghapus air matanya, mebalas tatapan Andre. "Emang apa yang kamu pikirin?"
Andre tersenyum tipis, ia menggelengkan kepalanya kemudian meraih anak rambut yang menutupi wajah Alistie. "Kenapa kamu nangis?"
"Karna aku..."
"Kenapa?" tanya Andre menajamkan tatapannya. sungguh ia sangat ingin mendengar Alistie mengatakan jika gadis itu mencintai Andre. sebab selama ini Alistie tidak pernah mengatakan hal tersebut.
"Karna aku..."
Andre merasa kesal, mungkin Alistie masih belum mencintainya. pria itu kembali memalingkan tubuhnya mencoba menyalakan kompor.
"Ndree kamu mah diemin aku lagi." gerutu Alistie kembali memecahkan tangisannya.
__ADS_1
Sebenarnya Andre sudah melihat segalanya, melihat bagaimana Alistie menolak Farhan dan bahkan menamparnya. karna ingin melihat sejauh mana Alistie serius dengan hubungan yang mereka jalani, Andre memilih untuk bersandiwara seolah sedang terjadi salah paham diantara keduanya.
"Ndree..." Alistie menarik kemeja yang Andre kenakan dan melingkarkan tangannya ditubuh Andre dengan begitu erat.
"Kenapa kamu nangis?" tanya Andre dingin.
"Ya karna aku takut kamu marah! kamu salah paham." pekik Alistie.
Bukan itu jawaban yang Andre inginkan, pria jangkung itu kembali terdiam.
"Ndree... jangan diemin aku!"
"Udah kamu pulang ajah, aku cape mau makan." ucap Andre.
Alistie langsung melepaskan tangannya begitu saja, ia menghentikan tangisannya dan memundurkan langkahnya agar menciptakan jarak antara dirinya dan Andre. "Kamu keterlaluan banget sih! jauh-jauh aku nyusulin kamu, minta maaf biar kamu gak salah paham. sampe sini aku malah diusir."
"Ya aku kan tadi udah tanya, kenapa kamu nangis?" sahut Andre.
Andre tersenyum nanar, ia mendekatkan dirinya pada Alistie, "Apa kamu bilang?"
"Aku gak mau kamu salah paham!"
"Bukan yang itu,"
"Aku mau hubungan kita baik-baik ajah."
"Buk..." Andre tidak melanjutkan ucapannya, ia berdecak prustasi sambil mengacak rambutnya. "Terserah deh!" sahut Andre kesal.
Alistie kembali mengerucutkan bibirnya, ia tertunduk dengan mata yang mengembun. "Aku cinta kamu!"
__ADS_1
Merasa puas, Andre langsung menarik Alistie kedalam pelukannya dan menghimpit tubuh gadis itu diantara dirinya dan tembok. "Ini yang mau aku denger sedari dulu."
Mata Alistie membulat, gadis itu menelan salivanya kemudian berkata. "Ndre, kamu... kamu..."
"Aku gak marah, aku gak salah paham, aku percaya sama kamu."
Alistie langsung melingkarkan tangannya diatas bahu Andre, ia memeluk erat kekasihnya dengan penuh kebanggaan. "Kamu bikin aku panik, kenapa harus diemin aku."
"Jadi pacar kamu gak gampang ya, cuma pengen denger kamu bilang cinta ajah harus dipukulin pake sayur dulu."
Alistie tertawa kecil, ia melepaskan pelukannya memandnag wajah Andre lekat. "Aku kemarin masih belum terbiasa, gengsi buat bilang gitu sama kamu."
"Kenapa harus gengsi? aku biasa ajah." sahut Andre spontan.
"Bodo, aku sebel kamu tadi ninggalin aku."
Andre tersenyum tipis, ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Alistie kemudian mengecup bibir wanita itu dengan singkat. "Aku sayang kamu!"
"Bohong!"
"Beneran, sayang."
"Sayang kok ninggalin gitu ajah, ditengah jalan."
Andre terkekeh, Alistie benar-benar sangat menggemaskan. "Maaf."
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Alistie, keduanya hanya saling menenggelamkan diri mereka masing-masing dalam sebuah tatapan. didetik berikutnya Andre mendekatkan wajahnya pada Alistie mencoba meraih bibir manis gadis tersebut dan menciumnya.
"Pak Andre..."
__ADS_1
Alistie dan Andre tersentak saat Bi Astuti tiba-tiba saja datang mengagetkan keduanya.
MAAF ATAS KETERLAMBATA UPDATE, YU TERUS KAAIH AKU DUKUNGAN, KOMEN YANG MEMBANGUN DAN LIKENYA JANGAN LUPA. VOTE YG BANYAK. KECEPATAN UPDATE TERGANTUNG KALIAN.