
Farhan terus melarika diri karna sadar sekarang ia sudah menjadi seorang buronan. beberapa waktu lalu ia bertemu dengan Maya, untuk meminta pertolongan. Maya bahkan menjelaskan semua yang terjadi, polisi terus saja mengunjungi kediaman mereka. beberapa pihak juga menjelaskan jika Halisa bukan penyebar video tersebut.
Farhan mengacak rambutnya prustasi, ia sendiri kebingungan memikirkan siapa pelaku penyebaran video itu. apa dia adalah orang yang sama yang menyerang Halisa di apartemenya? Tentu saja pelaku penyerangan itu bukanlah Farhan. malam saat dirinya akan melakukan sesuatu pada Halisa, di apartemen tersebut sudah terdapat beberapa polisi dan wartawan, beberapa waktu sebelum itu Halisa bahkan mendapat penyerangan dari seseorang yang tidak keduanya ketahui.
"Andre..." Entah kenapa pikiran Farhan langsung tertuju pada pria yang sudah menjadi suami dari Alistie tersebut, "Gue yakin ini semua pasti ulahnya!"
***
"Aku mau cantik, kaya Mamah Al." ucap Loli, gadis kecil itu sangat terlihat dekat dengan Alistie, bahkan kedekatan mereka sampai menjadi boomerang untuk Andre sendiri, karna Loli selalu menginginkan untuk tidur bersama Alistie. tengu hal tersebut sedikit membuat Andre kesal.
"Loli, malem ini kamu tidur dikamar kamu." titah Andre lembut.
Loli mengangguk, ia langsung melirik kearah Alistie dan melingkarkan tangannya pada ibu sambungnya tersebut. "Tapi sama Mamah, Al."
"Gak bisa!" sahut Andre spontan.
Loli mengerucutkan bibir, matanya mulai menggenang seolah tidak terima mendengar penolakan sang Papa. "Kenapa?"
Alistie mecoba menahan tawanya, sungguh kelakuan Ayah dan Anak tersebut sangatlah menggemaskan.
"Mamah kamu mau kerja lembur."
Alistie mengerutkan dahinya menatap Andre tajam, "Lembur apaan? orang naskah aku tinggal di cetak doang." batin Alistie.
"Tapi Loli..."
"Gak ada tapi-tapian, harus nurut sama Papah."
__ADS_1
Gadis kecil tersebut menganggukan kepalanya perlahan, bibirnya masih mengerucut. dengan terpaksa Loli mengalah karan ia berpikir tidak mau mengganggu pekerjaan lembur sang Mama.
"Besok aku mau daftarin Loli, sekolah. umurnya udah cukup buat masuk TK." ucap Alistie meminta ijin, karna segala sesuatu yang berhubungan dengan Loli harus ia bicarakan dengan sang suami. mengingat bukanlah anak kandungnya, Alistie sendiri tidak ingin lancang.
"Aku baru mau ngomongin hal itu sama kamu."
"Jadi kamu setuju?"
"Ya setuju ajah, selebihnya aku bakalan nyuruh Bi Astuti buat nemenin dia."
Alistie menggelengkan kepalanya, "Gak perlu, biar aku ajah. Naskah aku udah selesai, dan aku gak ada rencana buat bikin novel baru dalam waktu deket ini."
Andre tersenyum tipis mengelus wajah Alistie, "Jadi kamu gak keberatan? gak ngerasa direpotin?"
"Apaan sih Ndre? Loli itu juga anak aku. masa ngurusin anak sendiri itung-itungan." gerutu Alistie.
Sungguh bagi Andre ini sangat membahagiakan, sudah beberapa lama ini menjalani kehidupan rumah tangga bersama Alistie, ia sama sekali belum dikecewakan. Andre semakin yakin, cerita ibu tiri kejam itu hanya ada didalam sinetron. pada kenyataanya dalam kisah hidup Andre ia tidak pernah melihat Alistie membentak, memarahi, ataupun mengeluh. karna sadar Loli terbilang gadis kecil yang aktif dan nakal.
Pria tersebut tersenyum nanar. Andre sangat mengagumi kecantikan sang istri, kemudian berkata. "Bulan madu yu."
Alistie langsung melirik kearah Andre dengan ekspresi terkejut. "Serius?"
"Emang aku keliatan lagi boong?"
"Terus Loli gimana?"
"Sama neneknya."
__ADS_1
Alistie berpikir keras, apalah arti bulan madu? Alistie sendiri tidak mengetahuinya. "Males ah, kasian Mamah kamu." tolak Alistie.
Inilah yang Andre sukai dari istrinya, wanita tersebut sangatlah berbeda. beberapa orang mungkin mmegharapkan hal tersebut. tapi tidak dengan Alistie, karna Alistie sendiri berpikir bulan madu hanya diisi dengan liburan yang sudah bias ia lakukan. mungkin akan sedikit berbeda, karna ia berpikir akan melakukan aktifitas bercinta dengan suasana yang berbeda.
"Biar kaya orang-orang." celetuk Andre.
Alistie terkekeh, ucapan seuaminya sekarang benar-benar menggelikan. "Ngikutin orang mulu, sekali-kali orang lain yang ngikutin kita lah."
"Jadi gak mau?" Andre kembali menanyakan hal tersebut, dengan jahil pria itu mendekatkan wajahnya pada Alistie sambil berbisik.
Alistie pun merespon, Cup... kecupan singkat wanita itu daratkan pada bibir Andre. "Untuk sekarang masih belum mau."
"Belum? berarti akan dong?"
Alistie mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Kamu nakal ya sekarang." celetuk Andre.
"Tapi kamu suka kan?"
"Yaudah, ayo."
Alistie memiringkan senyumnya, ia mengelus wajah Andre penuh kelembutan. "Ayo kemana?"
"Aku pengen."
Sejenak Alistie terdiam menatap lekat wajah pria tersebut, ia kemudian mengangguk seolah mengiyakan ajakan Andre.
__ADS_1
"Aku cinta kamu." Andre langsung mengangkat tubuh sang istri, membawanya masuk kedalam kamar untuk segera melakukan aktifitas ranjangnya.
LIKE KOMEN DAN VOTE...