
Ujang menghentikan laju kendaraan yang ia kemudikan tepat di area parkir restauran. pemuda itu melirik kearah Alistie yang ada di kursi belakang kemudian berkata. "Udah sampe, Bu."
Alistie melirik kekiri dan kekanan, ia mengangguk lalu membuka pintu mobil tersebut sambil berkata. "Pulang ajah kam, Jang. biar nanti aku pulang bareng Andre."
Ujang mengangguk patuh, setelah Alistie benar-benar sudah keluar mobil pemuda itupun langsung meninggalkan area tersebut.
Alistie berjalan sambil memainkan ponsel, ia terus saja menghubungi Andre dan mengirim pesan kepada suaminya agar Andre bisa segera menyusul Alistie. setelah memilih sebuah meja dan memesan minum, Alistie terduduk disana ditemani oleh lantunan musik yang dinyanyikan oleh seorang musisinya langsung.
Tiga puluh menit berlalu, Andre tak kunjung mengangkat panggilan dari Alistie atau bahkan sekedar membalas pesannya. kekesalan Alistie mulai datang, saat ponsel Andre malah tidak aktif selang beberapa waktu.
"Astaga..." gumam Alistie, ia meletakan ponselnya secara kasar. "Si*alan!" umpat Alistie jengkel.
Meskipun begitu Alistie tetap menenangkan diri dengan cara mengatur nafasnya agar sedikit lebih rile, "Sabar, tunggu 20 menit lagi."
Dan percuma saja, bahkan sudah lebih dari dua puluh menit berlalu setelah Alistie mengatakan hal tersebut. tapi Andre tak kunjung datang. lagi-lagi Alistie harus menelan pahitnya dikecewakan, dan lagi-lagi Andre tidak menepati janjinya.
"Cape juga ya!" ucap Aliatie tersenyum penuh kecewa.
Seolah Tuhan sudah merancang segalanya, kekesalan Alistie bertambah saat seorang pelayan mengatakan jika restauran tersebut akan ditutup. Apa ini? menyedihkan sekali bukan? ia menunggu suaminya disana sampai melupakan waktu jika saat itu hari sudah benar-benar larut.
Ditempat lain, Ujang yang telah kembali setelah mengantar Alistie pun terkejut saat mendapati Andre ada dihadapannya.
__ADS_1
"Hah, Pak Andre ngapain?" celetuk Ujang spontan.
"Saya baru pulang, kenapa?" sahut Andre kembali bertanya.
"Kalo gitu, Bu Alistie?"
Andre mengerutkan dahinya, ia menatap Ujang tajam. "Jangan bilang kalo Alistie ketemu Farhan lagi." tegas Andre memekik.
Ujang menelan salivanya, kepalanya menggeleng cepat. "Bu Alistie di restauan, katanya ada janji sama, Bapak."
Andre menganga dengan mata yang membulat, Astaga kenapa ia bisa melupakan hal seperti ini. pria itu langsung meraih ponsel didalam sakunya, dan benar saja ponsel Andre tersebut sedang dalam keadaan mati tanpa batrai. dengan cepat Andre melepmar tas kerjanya kesembarang arah untuk bergegas menyusul sang istri.
"Bodoh, kenapa gue bisa lupa!" umpat Andre pada dirinya sendiri.
"Aku bisa jelasin."
Sejenak Alistie terdiam dengan raut wajah datar, di detik berikutnya wanita tersebut menyunggingkan senyumnya sambil menepuk bahu Andre.
"Al aku..."
Alistie berlalu begitu saja dari hadapan Andre, tentu dengan kekecewaan yang mendalam. berjam-jam ia menunggu sang suami diluar sana, dan Andre malah sudah lebih dulu berada di rumah.
__ADS_1
"Al, aku minta maaf."
Seketika langkah Alistie terhenti, wajah wanita cantik itu sudah memerah begitu dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Alistie mendekati Andre, menatap dua bola mata pria itu dengan penuh kekesalan. "Sebelum kamu bilang maaf, kamu elajari dulu apa itu arti kata maaf sesungguhnya."
Andre tertegun, melihat ekspresi Alistie yang sangat terlihat marah dan kecewa
benar-benar membuatnya merasa sangat bersalah. Andre mencoba meraih tangan Alistie, akan tetapi secepat kilat wanita itu menepisnya. "Al tolong ngertiin aku, aku sadar aku emang jarang ada waktu. tapi semua ini buat kamu."
Dengan air mata yang berlinang, Alistie terkekeh mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Andre. ia kembali menajamkan tatapannya pada pria tersebut. "Ngertiin? jadi maksud kamu selama ini aku gak pernah ngertiin?" Plak... Alistie menampar Andre, ia benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi. berulang kali ia mengalah, tapi Andre malah mengatakan jika dirinya tidak bisa mengerti akan kondisi Andre tersebut. "Apa pernah kamu ngertiin aku? ngertiin keinginan aku? selama ini kamu sibuk sama kerjaan! aku dirumah ngapain? ngurus anak kamu! nunggu kamu sampe pagi. dan sekarang ku bilang kalo aku gak bisa ngertiin kamu. selama ini kamu terus bikin aku sakit hati, sadar Ndre, sadar. aku juga butuh kamu," pekik Alistie lirih.
Andre terpaku, ia tidak bisa berkata apapun. melihat Alistie menjerit sambil menangis meminta perhatian darinya saja itu sudah membuat Andre benar-benar merasa tidak berguna.
Bi As, Mang Ujang, Tian, dan Daryani sampai menganga melihat pertengkaran hebat antara Andre dan Alistie. dimana sisi romantis Andre dan Alistie? dimana keharmonisan mereka beedua. bisa dikatan ini adalah kali pertama bagi mereka melihat Andre dan Alistie bertengkar seperti itu.
"Aku... aku minta maaf." Andre mencoba menenangkan Alistie, dan kembali meraih tangan wanita tersebut.
"STOP! Jangan pernah kamu ucapin kata-kata sakral itu lagi. kenyataanya sampe sekarang kamu gak bisa ngehargain ucapan kamu sendiri." jerit Alistie histeris sambil meninggalkan Andre berlari menuju kamar.
Sejenak Andre melirik kearah semua orang yang sedang memperhatikannya, setelah itu ia langsung pergi menyusul Alistie untuk segera memperbaiki hubungannya tersebut.
"Al, aku mohon. maafin aku, aku janji gak bakal kaya gini lagi."
__ADS_1
Bruakk... langkah Andre terhenti saat Aliste membanting pintu kamar dan langsung menguncinya dari dalam.