Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 68


__ADS_3

Alistie merengek di dalam kamar Bi Astuti, bagaimana tidak? seharian ini wanita tersebut terus diabaikan oleh Andre.


"Sabar Neng, Pak Andre mungkin lagi banyak pikiran." ucap Bi Astuti menenangkan.


Alistie memeluk pembantu tersebut dalam keadaan terisak. salah satu sikap yang oatut diacungi jempol dari Alistie, ia tidak pernah membeda-bedakan seseorang meskipun Bi Astuti hanya seorang pelayan. Alistie sangat menghormati Bi Astuti dan bahkan sudah menganggap wanita paruh baya tersebut sebagai orang tuanya sendiri.


"Gimana aku bisa tenang Bi? sikap Andre dingin banget." pekik Alistie lirih.


"Mungkin, Pak Andre kurang jatah Neng."


Alistie langsung menghentikan tangisannya menatap Bi Aatuti dengan raut wajah datar. "Maksud Bibi?"


Astuti tersipu, ia mencoba menyembuyikan wajahnya yang terihat malu-malu.


"Aku paham!" Celetuk Aliatie, wanita itupun mendirikan tubuhnya dengan tangan yang mengepal.


"Kenapa Neng?" tanya Bi As, heran.


"Bibi bener, Andre kayanya kurang service." ucap Alistie dan kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Bi Astuti.

__ADS_1


Sungguh. Bi Astuti bahkan tak hentinya memuja hubungan yang Alistie dan Andre jalani. dalam keadaan seperti ini pun Bi Astuti berhasil dibuat gemas akan semua hal yang Andre dan Alistie lakukan.


Untuk saat ini Andre sedang tidak ada di kamar, hal itu Alistie manfaatkan dengan baik. ia mengganti pakaian tidurnya agar sedikit lebih terbuka dengan harapan Andre bisa tergoda. minyak wangi dan lipstik tak lupa Alistie kenakan, ia mengecap-ngecap bibir tipisnya kemudian berkata. "Mana bisa kamu tahan, Ndre..."


Dilantai dasar, suami dari Alistie tersebut terus saja meneguk anggur ditemani oleh Ujang. mereka terus membicarkaan semua hal yang dilakukan Alistie dan Farhan. Ujang juga sudah menyampaikan informasi yang ia dapat, meskipun kedua pria tersebut menganggap hal itu hanyalah siasat Farhan.


"Jadi Farhan bilang kalo dia disana buat nemuin pacar barunya yang jadi, SPG?"


Ujang mengangguk, "Saya rasa mantan kekasih dari istri pak Andre sengaja, saya yakin cepat atau lambat dia bakal rebut Bu Alistie."


Andre memijat pelipisnya, laporan yang terus Ujang kirimkan berhasil membuat Andre kelabakan. sudah seharian ini Andre mendiamkan Alistie, Andre ingin menghukum wanita itu karna sudah berani bertemu dengan Farhan dan bahkan keduanya terlihat asik berbincang bersama di sebuah mall.


Merasa cukup, setelah kedua pria dewasa itu menghabiskan beberapa botol anggur. Andre akhirnya beranjak meninggalkan Ujang sendirian. sudah cukup Andre dipusingkan dengan masalah pekerjaan, dan sekarang ditambah beban pikiran ketakutannya akan Alistie yang terus diganggui oleh Farhan.


Cleak... Andre mendorong pintu kamar dan mendapati Alistie sudah terbaring dengan posisi menggoda, ternyata wanita tersebut sudah menunggu sang suami sedari tadi.


"Udah main caturnya?" tanya Alistie tersenyum tipis.


Andre memang mengatakan jika dirinya akan bermain catur bersama Ujang. akan tetapi pada kenyataannya mereka malah membahas apa yang Alistie dan Farhan lakukan disebuah mall.

__ADS_1


"Aku ngantuk." ucap Andre dingin, kemudian langsung membaringkan tubuhnya untuk tertidur.


Alistie mendengus kesal, susah payah ia berdandan cantik. berharap malam ini Andre akan menyentuhnya, nyatanya tidak. Andre malah masih bersikap dingin dan acuh.


Alistie menarik selimut yang menutupi tubuh Andre kasar, "Kamu ini kenapa? dari pulang kerja cuekin aku terus."


Andre manatap Alistie tanpa ekspresi, kemudian langsung memalingkan wajahnya memunggungi Alistie.


"Ndree..." Alistie mencengkram kaus rumahan yang Andre kenakan, menariknya agar pria itu menatap Alistie. "Kamu kenapa? aku salah apa?"


Andre masih membisu, hal itu cukup membuat Alistie berpikir dengan keras. sebenarnya apa yang terjadi pada Andre? sikap pria itu benar-benar tidak seperti biasanya.


"Maafin aku, sebenernya aku gak tega cuekin kamu gini." batin Andre.


Alistie mendekatkan wajahnya pada sang empu, "Ndre kamu bau miras!"


Pria itu malah memalingkan wajahnya, enggan menatap Alistie.


"Ndre kamu kenapa?" pekik Alistie, ia bahkan langsung menyentuh wajah sang suami agar Andre membalas tatapannya. "Ndre..." setetes air mata Alistie mengalir, Alistie benar-benar tidak bisa didiamkan oleh Andre. "Ndree jawab kamu kenapa?"

__ADS_1


__ADS_2