
Halisa sudah berada di kantor polisi, ia sedang menjalani pemeriksaan akibat tindakan kekerasan terhadap dirinya dan juga kasus video intimnya yang tersebar di media sosial. Entah siapa yang menyebarkan video tersebut. setelah diperiksa oleh pihak yang berwajib ternyata video itu tidak disebarkan melalui leptop ataupun ponsel milik Halisa.
Seperti yang kita ketahui, Halisa telah melanggar Undang-undang pornografi. yang artinya Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, mengadakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) dipidana. Dengan hukuman penjara paling singkat 6 (enam) bulan, dan paling lama 12 (dua belas) tahun atua denda paling sedikit Rp 250 juta, dan paling banyak adalah Rp 6 miliar.
"Tapi saya bener-bener gak nyebarin video itu, Pak." tegas Halisa penuh penekanan.
"Tapi dalam video tersebut, adalah Anda. kami masih akan melalukan penyelidikan, untuk selebihnya pengacara Anda akan menjelaskan lebih detail mengenai hal ini."
Halisa cukup kelabakan, bagaikan jatuh tertimpa tangga. tak hentinya ia mendapat masalah. memang beberapa waktu lalu wanita tersebut sempat mengancam Farhan. tentu itu hanya gretakan semata, ia tidak mungkin melakukan tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri tanpa berpikir panjang.
"Kami akan mengecek CCTV apartemen saudari, untuk melihat siapa pelaku yang telah menyiramkan air keras dan memukul Anda hingga tidak sadarkan diri."
Halisa juga mengajukan laporan atas tindakan penyerangan pada dirinya. ia sendiri tidak tahu siapa pelaku tersebut, sebab saat itu dirinya telah dihantam oleh benda keras sekaligus disiram oleh cairan kimia hingga membuat setengah wajahnya terluka parah. Halisa meyakini jika pelakunya adalah Farhan, Farhan yang mengetahui video tersebut sudah tersebar pasti beniat untuk mencelakakan Halisa sekaligus membunuhnya.
"Gue gak bakal lepasin lo gitu ajah, Han!" batin Halisa jengkel.
Entah dimana Farhan saat ini, Halisa berusaha menghubunginya tapi kontaknya sendiri sudah diblokir oleh Farhan. kecurigaan Halisa semakin kuat jika pria itu benar-benar orang yang sudah melukainya. siapa sebenarnya pelaku yang sudah menyebarkan video tersebut? apa benar Farhan yang telah melukai Halisa? tentu saja Farhan sendiri sekarang tengah menjadi buron untuk menjalani pemeriksaan. Polisii akan menelusuri kasus ini sampai ke akar untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam masalah ini.
***
__ADS_1
"Gimana, Al? si Farhan pasti lagi d introgasi polisi sekarang." ucap Rara terkekeh.
Alistie tersenyum tipis, jujur dirinya sendiri sudah enggan membahas pria tersebut. terlebuh statusnya sudah menjadi istri dari Andre. rasanya tidak pantas jika Alistie menertawakan penderitaan orang lain meskipun orang tersebut pernah berulang kali menyakitinya.
"Al lo diem terus? kecapean di genj*ot Andre ya." celetuk Lana.
Hal tersebut sukses membuat yang lainnya terbahak.
"Sembarangan," sahut Alistie mengerucutkan bibir.
Diana melirik kearah leptop Alistie, ia mengamati dan membaca beberapa kalimat di layar tersebut. "Kaga bosen apa lo, Al? maenin terus leptop."
Alistie memiringkan senyumnya, ia menyentil hidung Diana kemudian berkata. "Jangan dibaca, kebiasaan!"
Memang ucapan mereka selau terdengar menyebalkan, tapi hal itu tidak pernah membuat Alistie jengkel. justru sebaliknya, setiap kali dirinya menghabiskan waktu luang bersama temannya Alistie merasa semuanya terasa lebih ringan. bahkan semua itu selalu mendatangkan inspirasi yang tidak terduga untuk Alistie.
"Al gimana rasanya?" tanya Lana memainakn mimik wajah.
Alistie melirik, "Rasa apa?"
__ADS_1
"Ituloh, anu..."
Alistie mendalamkan lipatan didahinya, "Anu apa?"
"Males deh, so polos."
Astaga, mereka benar-benar menggelikan. tentu Alistie mengerti apa maksud dari ucapan teman-temannya, tidak mungkin Alistie membahas aktifitas pribadi dengan sang suami didepan orang lain. itu sangat tidak sopan. padahal mereka sendiri sudah sering melakukannya dengan pasangan masing-masing, karna tahu Alistie adalah wanita yang paling menampik hal sex diluar pernikahan, teman-temannya pun membuat hal itu sebagai candaan untuk meledek Alistie yang sudah tidak suci lagi sekarang.
"Hidup Alistie enak banget ya, cantik, berbakat. dari jamannya kita SMP ajah dia paling mencolok." ucap Lana.
Diana menganggukan kepala, "Siapa sih disini yang gak iri sama dia?"
"Semua orang iri, apalagi sekang dia udah jadi istri Duda kaya. Astaga istri penulis, suami pembisnis. gak kebayang anaknya nanti jadi apaan?" timpal Rara.
Mengehrankan bukan? awalnya mereka meledek pada akhirnya mereka sendiri berkata jika Alistie adalah wanita yang oaling beruntung. mungkin itu memang benar, Alistie pun merasa demikian. ia melepaskan seseorang yang ia cintai, dan pada akhirnya Tuhan memberikan seseorang yang lebih segalanya dari Farhan.
"Jangan ngomong mulu, leher gue sakit." celetuk Alistie
Lana langsung membuka mulutnya dengan lebar, "Wow..." sejenak Lana menutup mulutnya dengan mata yang membulat hingga sukses membuat yang lainnya menatap kearahnya. "Alistie bunting guysss..." sambungnya kemudian sedikit memekik.
__ADS_1
Semua kembali terkekeh, Alistie hanya bisa menggelengkan kepala. perkumpulan dalam menghabiskan waktu kali ini ia sendiri yang menjadi bahan candaan dari teman-temannya, mungkin hal ini sudah biasa. karna setiap kali mereka sedang bersama ada saja salah satunya yang akan menjadi bahan olokan sebagai penyempurna hangout di akhir pekan.
LIKE KOMEN DAN VOTEE...