Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 71


__ADS_3

Loli terus memperhatikan wajah Ujang yang menurut gadis kecil tersebut terlihat aneh. Dengan menggendong boneka wortel kesayangannya, Loli pun menghampiri Ujang kemudia berkata. "Mang Ujang giginya kenapa? mukanya juga, kenapa gak di obatin?"


Kepolosan Loli sukses membuat Alistie yang sedang membaca sebuah tulisan pun terkejut. bagaimana tidak? ia tentu tahu niat Loli hanya bertanya, padahal bisa saja Ujang mengartikan hal itu dengan tindakan body shaming. Body Shaming adalah suatu istilah yang merujuk pada suatu tindakan mengomentari atau mengkritik fisik orang lain.


"Loli, jangan ngomong gitu. nanti Mang Ujang sakit hati." ucap Alistie kikuk, sambil melirik kearah Ujang.


"Loli kan cuma nanya, Mah." sahut Loli polos memelas.


Ujang terkekeh, ia mengusap kepala gadis kecil tersebut kemudian berkata. "Gini-gini mang Ujang pernah ninggalin cewe pas lagi sayang-sayang loh."


Beruntung Ujang menanggapi hal yang Loli katakan padanya dengan candaan. entah apa jadinya jika pria itu mengambil hati ucapan Loli, mungkin dalam sekejap Andre bisa kehilangan sang sopir.


"Potong gigi ajah, Jang. minta sama Andre duitnya. beli skincare sekalian biar wajahnya licin."


"Kalo saya potong gigi, terus jadi ganteng tar saya sendiri yang repot toh, Bu."


Alistie dan Bi As terkekeh, belum genap sebulan anak dari mang Udin tersebut sudah terlihat sangat dekat dengan keluarga Andre. Sungguh untuk kali ini Alistie merasa sangat bahagia. meskipun berulang kali Andre mengatakan jika Farhan akan mengambil Alistie darinya, nyatanya sampai sekarang hidup mereka anteng-anteng saja.

__ADS_1


"Bu maaf ya," seketika raut wajah keseriusan Ujang sukses membuat suasana menjadi hening.


Alistie mengerutkan dahi, menatap lekat pada sang sopir. "Kenapa Jang?"


"Saya sering laporin apa yang Ibu lakuin sama, Pak Andre. tapi sumpah Bu, itu semua demi kebaikan Ibu. saya cuma menjalankan tugas dari pak Andre."


Alistie mengangguk dengan senyum yang tersungging. "Gapapa, Aku jadi makin sayang sama Andre. dia makin agresif kalo lagi ngambek," celetuk Alistie diselingi candaan.


"Siapa yang Agresif?"


Alistie melirik kesumber suara, ternyata itu adalah Andre yang baru saja turun dari kamarnya.


Cup... kecupan singkat Andre daratkan di kening istrinya, pria itu langsung terduduk dengan menyandarkan kepalanya di bahu Alistie.


"Aku sama Andre udah baikan kok, Bi. kita cuma salah paham."


Andre meraih wajah Alistie dan menyentuh hidungnya gemas, "Alistie juga pinter banget ngerayu akunya, herannya dia sama sekali gak balik marahin aku malah terus usaha."

__ADS_1


"Ngapain aku harus marah balik?" sejenak Alistie membelai lembut wajah Andre, "Kamu ajah kalo aku marah gak pernah marahin balik."


Untung saja Alistie menerapkan prinsif tersebut. pada intinya mereka menjalani rumah tangga dengan emosi yang imbang. jika Alistie marah, tentu Andre akan terus berusaha membujuk sang empu. begitu pun sebaliknya, sikap baik dan penyabar mereka pasa akhirnya akan membuat diri masing-masing tahu diri.


"Mulai hareudang," celetuk Ujang.


"Duh Bibi gerah pisan." sambung Bi As.


Ujang akhirnya lebih dulu meninggalkan ruangan tersebut, susul oleh Bi Astuti yang langsung membawa Loli pergi kedalam kamar.


"Kamu cinta sama aku?" tanya Alistie, setelah mereka benar-benar berdua.


"Banget," sahut Andre spontan.


Alistie tersenyum tipis, ia terus menatap lekat wajah sang suami dengan jantung yang mulai berguncang.


Andre mendekatkan wajahnya, sampai kini kedua nafas dua insan tersebut saling beradu. Alistie bisa merasakan dengan jelas kehangatan nafas sang suami dan sentuhan lembutnya yang berhasil membuat kulit indah wanita itu merinding. perlahan Andre meraih bibir Alistie, tentu hal itu disambut baik olehnya. didetik berikutnya mereka saling memagut dengan mata yang sama-sama terpejam.

__ADS_1


Dalam batin Alistie, ia yakin jika penyatuan bibir mereka ini akan cukup memakan durasi. sebenarnya ia takut jika ada seseorang baik Loli, maupun pembantu atau sopir akan melihat keintiman mereka. tanpa melepaskan ciuman tersebut Alistie membuka matanya, melirik kearah jam yang sudah menunjukan pukul sembilan malam.


Merasa jika kondisi rumah sudah hening, Alistie kembali memejamkan matanya menikmati setiap hisapan yang Andre berikan pada bibirnya. benar saja, ciuman mereka berdua pasti hanya lembut diawal saja. dimenit-menit berikutnya Andre menjadi sedikit nakal, tangannya terus mengembara diatas kulit Alistie. mencari sesuatu hal yang akan membuat Alistie bergairah.


__ADS_2