Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 73


__ADS_3

"Se... selamat siang, apa benar ini kediaman Andre Lesmana? suami dari penulis N.A.C."


Tian melirik kesumber suara, mengamati setiap jengkal bentuk seorang wanita yang baru saja datang tersebut. "Salah alamat!"


"Ma... maaf, Den. Neng Alistie beneran seorang penulis." Ucap Bi As, kemudian wanita paruh baya tersebut langsung mempersilahkan seorang wanita berambut panjang masuk. "Silahkan Neng, biar Bibi panggilkan Neng Alistienya."


Wanita itupun mengangguk, ia mematuhi apa yang dikatakan Bi As dan mendekati Tian yang sedang asik memainkan ponsel.


"Omah sing apik, kapan aku duwe omah kaya iki?"


Tian kembali menyorot wajah wanita yang bergumam dihadapannya, "Pantesan udik, cewe kampung." batin Tian.


Di kamar, Alistie dan Andre bahkan mengabaikan ketukan Bi As. kedua pasangan itu terus saja beradu mulut. Alistie teguh pada pendiriannya, ia tidak ingin pria kurang ajar seperti Tian tetap berada di antara mereka.


"Al, tabiat dia memang kaya gitu. percaya sama aku!" ucap Andre mencoba memberi penjelasan.


"Kamu gak liat? dia berani bersikap kurang ngajar di depan kamu! dan kamu masih nyuruh aku buat percaya? gila kamu Ndre." pekik Alistie.


Andre mencoba mengimbangi dirinya, tak ingin dirinya larut dalam pertengkaran tersebut Andre pun mengalah. ia menyentuh bahu Alistie kemudian berkata. "Oke, kasih waktu buat Tian. kalo emang dia makin ngelunjak aku bakalan nyuruh dia balik kerumah orang tuanya."


Alistie meredam dirinya, ia menatap sayu wajah Andre. "Kenapa harus dikasih waktu? nunggu semuanya kacau dulu?"


Andre mengelus pucuk kepala Alistie lalu mengecupnya singkat. "Aku sama Tian udah kaya sodara kandung, semenjak Papa meninggal Ayahnya Tian yang gantiin semuanya."


Alistie mengerti, pilihan yang sulit untuk Andre. disisi lain Tian adalah sodaranya dan disisi lain Alistie sendiri adalah istrinya.

__ADS_1


"Maaf," Alistie tertunduk dengan bibir yang mengerucut. "Aku cuma gak suka ajah, dia kurang ngajar."


Andre mengangguk, ia langsung membawa Alistie kedalam pelukannya. "Aku ngerti, aku jamin dia gak bakal gangguin kamu. percaya sama aku."


"Aku sayang kamu!" ucap Alistie.


Andre mengalihkan sorot matanya kearah pintu, sedari tadi puntu itu memang terus terketuk.


"Bi As manggil."


Alistie mengangguk, ia langsung melepaskan dirinya dari Andre dan beranjak melangkah menuju pintu.


"Kenapa, Bi?" tanya Alistie setelah pintu itu benar-benar terbuka.


Alistie mengerutkan dahinya, "Siapa?"


"Bibi kurang tau, dia lagi dibawah nungguin."


Alistie langsung menarik gagang pintu kamar, ia melangkah bersama Bi Astuti menuju lantai dasar untuk segera menemui wanita yang dikatakan Bi Astuti.


Satu persatu Anak tangga Alistie pijaki dengan mata menatap kearah wanita yang sedang menunggunya tersebut. dalam pikirnya ia terus bertanya, siapa? karna tidak mungkin itu adalah teman-temannya sebab Bi As sendiri hampir sudah mengetahui semua teman Alistie karna mereka pernah berkunjung.


"Maaf, kamu cari aku?" tanya Alistie dengan suara lembut.


Wanita itu melebarkan senyumnya, ia dengan berantusias mendirikan tubuhnya dan langsung menyungkem tangan Alistie. "Wah penulis NAC. kenalin saya Daryani, penggemar sekaligus orang yang dikirim Pak Hadi buat jadi editor pribadi Penulis NAC."

__ADS_1


Alistie memasang raut wajah datar, tentu tindakan Daryani sukses membuatnya merasa tidak enak. sebab Daryani sampai menyungkem tangan Alistie. "Ka... kamu siapanya Pak Hadi?" tanya Alistie, bukan tanpa alasan Alistie bertanya demikian. sebab gaya bicara Daryani yang sedikit medok agak-agak mencurigakan.


Daryani tersipu, "Iniloh, Saya iki keponakan Pak Hadi."


Pantas saja, hal itu cukup membuat Alistie terkesan. Daryani berkata jujur meskipun ia mendapatkan pekerjaan ini atas bantuan Pak Hadi. manajemen perusahaan yang mengontrak Alistie.


"Siapa Al?" tanya Andre dari lantai atas.


Semua orang yang berada disana melirik kearah Andre, tanpa terkecuali Tian.


"Editor baru, pengganti Hana." sahut Alistie.


Astaga, Daryani sampai terkagum-kagum melihat ketampanan Andre. rumah mewah pemiliknya pun juga setampan Artis, benar saja. siapapun akan iri pada Alistie dan Andre. mereka benar-benar pasangan sempurna.


"Dia suami Aku," Ucap Alistie.


Daryani menganggukan kepalanya dengan cepat. ia masihh tidak percaya jika dirinya sedang berada tepat dihadapan sang idola. hampir semua buku hasil karya Alistie, Daryani miliki.


"Gak ngenalin gue sekalian?" celetuk Tian.


Alistie mengalihkan sorot matanya pada pria itu, ia mendengus kemudian berkata. "Dia Tian, sepupu Andre."


Garis bibir Tian tersungging, akhirnya Alistie bersikap welcome meskipun masih terlihat dipaksakan. Tian berpikir, ternyata wanita yang Andre persunting bukanlah wanita sembarangan. Tian pernah mendengar nama seorang Penulis NAC, tetapi Tian sendiri tidak menyangka jika penulis tersebut adalah Alistie.


Berbeda dengan Halisa, Tian pernah digoda secara terang-terangan oleh mantan istri Andre tersebut.

__ADS_1


__ADS_2