Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 41


__ADS_3

LIKE DULU, KOMEN YANG PANJANG DAN VOTE.


"Kamu tidak bisa mencampakan anak saya begitu saja."


Alistie seketika menghentikan langkahnya kemudian memalingkan tubuh. dengan wajah datar Alistie terdiam menatap wanita paruh baya yang berjalan mendekatinya.


"Maaf Tan..."


Plakkk, belum sempat Alistie mengatakan sesuatu, Ani langsung mendaratkan tamparan keras kewahajah cantik Alistie hingga meninggalkan bekas.


"Ini peringatan buat kamu! kamu udah bikin anak saya setengah gila," pekik Ani dengan rahang yang mengeras.


Mata Alistie mengembun, ia terdiam dengan tangan meremas ujung dres yang ia kenakan. gadis itu menelan salivanya kemudian berkata. "Selama ini saya diam karna saya masih menghormati Anda sebagai seseorang yang lebih tua. dan sekarang kamu telah menyadarkan saya jika usia sama sekali tidak berpengaruh!"


"Apa maksud kamu? jangan mentang-mentang keluarga calon suami kamu jauh lebih kaya dari keluarga saya. kamu bisa seenaknya ngebuang Farhan gitu ajah."


Alistie berdecak, ia tersenyum tipis kemudian menajamkan tatapannya menatap Ani. "Kekayaan? jadi Anda pikir saya memilih calon suami saya karna dia lebih kaya?" sejenak Alistie terkekeh, "Anda bisa tanya sama Farhan, apa saya pernah membuat kerugian untuk dia? jangan lupa Ibu Ani yang terhormat, 70% Farhan beli apartemen pake duit saya."


Raut wajah Ani memanas, ingin rasanya ia kembali menampar dan memukul Alistie. karna ia rasa gadis itu sudah bersikap kurang ajar padanya.


"Sayang..."


Alistie dan Ani melirik kesumber suara.


"Ndre, kenalin. Ibunya Farhan." ucap Alistie dengan santai.


Andre pun menyodorkan tangannya pada Ani, untuk saling berjabat. meskipun saat itu Ani terlihat kesal dan sangat marah.

__ADS_1


"Saya Andre,"


Tidak ada gubrisan dari wanita paruh baya tersebut, dengan tatapan yang mematikan Ani berlalu begitu saja meninggalkan Andre dan Alistie tanpa mengatakan apapun.


"Kenapa, Al?" tanya Andre heran.


"Gak tau." sahut Alistie sambil menggelengkan kepalanya.


Andre mengerutkan dahinya, ia meraih wajah Alistie yang terlihat merona. "Kamu di tampar?"


Alistie menepis tangan Andre, "Ah? masa sih?"


"Itu pipi kamu merah."


"Oh ini, ini kayanya kelebihan blush on." sahut Alistie kikuk.


"Mau pulang sekarang?" tanya Andre sambil mengelus rambut panjang sang kekasih.


Alistie tersenyum tipis, ia mengangguk dan langsung menggenggam tangan pria tersebut dengan begitu erat. nyaman, tenang dan merasa aman. itulah yang selalu Alistie rasakan ketika dirinya sedang bersama Andre. bahkan tak hentinya Alistie mengukir senyuman setiap kali Andre memperlakukan dirinya dengan sangat manis dan penuh kelembutan.


Setelah mobil yang dikendarai Andre dan Alistie terhenti, keduanya pun turun. Alistie terkejut matanya membulat sempurna saat melihat seseorang yang ia kenal berada dihadapannya dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Alistie langsung meraih tangan Andre dan bersembunyi di belakang tubuh kekar kekasihnya tersebut.


"Jangan takut," ucap Andre menenangkan.


"Tapi dia..."


"Al, aku..." Farhan mencoba mendekati Alistie, dengan raut wajah memelas pria tersebut bersimpuh, "Ayo kita mulai semuanya dari awal, Al." ucap Farhan memohon lirih.

__ADS_1


Entah sadar atau tidak, secara terang-terangan Farhan sedang mengajak calon istri orang lain untuk hidup bersama dengannya.


"Ndre kamu kenapa diem ajah." ucap Alistie.


Tentu bukan tanpa Alasan Andre bersikap demikian, dilihat dari kondisi Farhan yang terlihat sangat mengenaskan pria itu sepertinya bertindak dialam bawah sadarnya. "Dia mabuk!"


"Masa sih?" Alistie memberanikan diri untuk menatap wajah Farhan, memang benar bibirnya terlihat sangat pucat dengan mata yang memerah, "Tapi aku takut."


"Kamu liat, dia pake baju dari rumah sakit. kayanya dia kabur."


Alistie mengangguk, ia semakin mengeratkan cengkramannya memeluk Andre karna tatapan Farhan yang seolah sedang mengintimidasinya.


"Jangan tinggalin aku, aku salah, aku salah!" Farhan menjatuhkan air matanya, ia bahkan tak segan untuk memukul kepalanya didepan Alistie dan Andre.


"Ndre aku takut."


"Ayo, kita menikah, Al. aku janji aku bakalan berubah!" ucap Farhan.


Andre terus menatap bola mata pria tersebut, seolah sudah tahu bagaimana caranya menghadapi pria yang melalukan tindakan-tindakan ekstream diluar alam bawah sadarnya.


"Satu..."


Alistie melirik kewajah Andre heran.


"Dua..."


Bruakk... belum sempat Andre mengucapkan hitungan ketiga, Farhan sudah lebih dulu menjatuhkan dirinya dihadapan Andre dan Alistie. ia tidak sadarkan diri, sepertinya Farhan mengalami depresi berat sampai keadaanya membuat Alistie takut sekaligus iba. bagaimanapun pria itu pernah mengisi kehidupannya cukup lama, dan bukan hal yang aneh jika Alistie sedikit merasa kasihan padanya.

__ADS_1


__ADS_2