
LIKE DULU VOTE KOMEN YANG PANJANG GUYS...
"Al, Farhan dua kali ngelakuin percobaan bunuh diri. kakak gak tau lagi harus gimana."
Deg... Andre dan Alistie saling menatap terkejut.
"Al?" terdengar suara teriakan memanggil Alistie dari dalam ponsel.
Sejenak Alistie terdiam, ia menjauhkan ponselnya dengan mata yang menatap lekat pada sang kekasih.
"Kenapa? kamu khawatir?" tanya Andre santai.
Alistie menelan salivanya, ia menggelengkan kepala kemudian menutup panggilan dari Maya secara sepihak.
"Mau aku anter?" ucap Andre dengan suara lembut.
Alistie mengerutkan dahinya, dengan tatapan yang semakin menajam. "Anter kemana?"
"Nemuin Farhan sama keluarganya."
"Ngapain? biarin ajah, bukan urusan aku lagi." tegas Alistie spontan.
Andre tersenyum tipis, meskipun raut wajah Alistie terlihat tidak perduli tapi mungkin saja batin wanita tersebut sedikit cemas. mengingat hubungan yang ia jalani dengan Farhan pernah berlangsung cukup lama.
__ADS_1
"Kalo dia mati?"
"Kuburlah." sahut Alistie spontan.
Hal itu cukup membuat Andre terkekeh, ia berpikir keras. apa Alistie benar-benar sudah tidak memperdulikan mantan kekasihnya tersebut, atau ia hanya berusaha menutupinya saja di depan Andre.
Alistie melingkarkan tangannya pada Andre, ia mencium pipi pria tersebut singkat. "Besok ada jumpa fans, temenin aku ya!"
"Dimana?"
"Enggak tau, Hana gak ngasih tau aku."
Andre menggelengkan kepalanya, kemudian menyandarkan kepala Alistie pada dada bidangnya. "Kamu tau gak? istilah kata orang sunda itu apa ya namanya. walilat."
"Kurang tau pasti, kayanya sih semacem larangan-larangan kecil sebelum hari pernikahan." ucap Andre menjelaskan.
"Kamu percaya?"
"Percaya gak percaya, gak ada salahnya nurut. demi menghindar dari sesuatu yang tidak diinginkan,"
Alistie menyunggingkan senyumnya, ia mengelus wajah Andre kemudian menggantungkan tangannya diatas bahu pria tersebut. "Apapun itu, aku nurut ajah."
Cup... Andre mengecup bibir Alistie singkat. "Yaudah, sekarang gak usah pulang. tidur sama aku."
__ADS_1
Alistie mengerenyitkan dahi, bibirnya merapat seolah sudah mengerti apa maksud dari ucapan Andre yang berpikiran licik. "Dasar mesummmm." ucap Alistie dengan suara memekik
***
Ditempat lain, dengan tatapan kosong yang mengarah kelangit-langit kamar. Farhan terdiam, matanya memerah dengan wajah yang memucat.
"Saya sudah menyuntikan obat penenang, untuk berjaga-jaga. sebaiknya Nak Farhan tidak dibiarkan sendirian." ucap Dokter pada Maya.
Sementara itu Ani sang Mama dari Farhan hanya terus terisak.ia sendiri sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, sebab setelah kepulangan Farhan dari luar yang entah dari mana pemuda itu langsung mengurung dirinya di dalam kamar. berulang kali Maya dan orang tuanya mengetuk pintu kamar Farhan, akan tetapi tidak ada respon apapun darinya. hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk mendobrak pintu tersebut, dan setelah pintu terbuka mereka semua dikejutkan dengan keadaan Farhan yang sudah tidak sadarkan diri dipenuhi darah dari luka sayatan dipergelangan tangannya.
Beruntung Farhan masih bisa diselamatkan. setelah ia sadar, Farhan malah mencoba kembali untuk mengakhiri hidupnya hingga dokter yang belum sempat pergi dari sana pun terpaksa menyuntikan obat penenang padanya.
"Cepat bujuk Alistie, kalo kaya gini terus Farhan bisa meninggal." jerit Ani histeris.
"Itu semua udah gak mungkin, Alistie udah mau nikah sama orang lain. dan semua itu gara-gara Farhan anak Mamah sendiri yabg udah selingkuhin dia." ucap Maya menjelaskan.
Mereka terus bertengkar, Ani yang tidak mau tahu perihal masalah Alistie dan Farhan terus saja memaksa Maya agar masalah ini bisa secepatnya diselesaikan.
"Dan asal Mamah tau, Farhan hampir ngebunuh selingkuhannya karna dia sendiri udah kewalahan ngadepin cewe itu yang terus saja meres si, Farhan."
"Enggak, kamu pasti bohong. Farhan memang sering ngecewain Alistie, tapi dia gak mungkin ngelakuin hal itu." bantah Ani seolah tidak percaya.
Maya berdecih, Kakak dari Farhan sendiri terlihat sudah menyerah dan tidak ingin terlalu mencampuri masalah adiknya tersebut. "Terserah kalian, belain ajah tuh si, Farhan. cuma buat malu keluarga ajah kerjaannya," celetuk Maya kemudian berlalu begitu saja dengan jengkel.
__ADS_1
Memang terdengar egois, tapi semua ibu pasti hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. dan Ani merasa Alistie adalah gadis yang terbaik untuk menjadi istri Farhan juga menantunya. Ani menyeka air matanya, ia mendekatkan dirinya pada sang buah hati kemudian berkata, "Mamah akan berusaha buat kamu, Han. Mamah bakalan bikin Alistie balik lagi sama kamu, percaya sama Mamah."