
Selama Yuli menjadi kekasih Sean, pemuda itu sangat over protektif. beberapa waktu lalu Yuki sempat di goda oleh teman-tema dari Sean. dan itu langsung membuat Sean marah sekaligus murka terhadap Yuli.
"Yaudah, aku gak mau lagi jadi pacar kamu." pekik Yuli dan langsung berlalu pergi meninggakkan Sean sendirian dikamar.
Saat itu Yuli menangis, ia terisak dengan begitu lirih. Yuli lari kekamarnya dan langsung terduduk dibibir ranjang. sungguh Sean sangat kasar ketika sedang dibakar oleh api cemburu. padahal Yuli sendiri sama sekali tidak melakukan appau, Yuli hanya sedang menyiram tanaman dan tiga pemuda teman Sean langsung menggodanya.
Sebaliknya Sean malah menganggap Yuli yang kecentilan. Yuli yang dengan sengaja memamerkan kecantikannya dengan bersikap so manis dan polos.
Saat itu waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam. entah ada angin apa Sean malah menyusul Yuli menghampiri gadis itu dikamarnya.
Mendengar suara langkah kaki dari Sean, Yuli langsung memalingkan tubuhnya menatap kearah pemuda itu kesal. "Ngapain kamu kesini?" lirih Yuli.
Sean menutup pintu kamar Yuli dan tidak lupa menguncinya agar tidak ada yang melihat dan mendengar. pemuda itu langsung mendekati Yuli dan meraih bahunya, "Maaf." ucap Sean dingin.
Yuli langsung menepis tangan Sean spontan, "Gak! kamu udah bentak aku, kamu tuduh aku yang enggak-engaak. sedangkan aku sendiri gak tau salah aku dimana?"
Sean duduk disebelah Yuli, menghampus air mata gadisnya dengan rasa bersalah. "Aku cuma gak suka kamu digodain sama mereka!"
__ADS_1
"Yaudah salahin mereka! aku gak tau apa-apa! aku gak nyuruh mereka buat godain aku," sahut Yuli sambil terisak.
Sean mengangguk, ia langsung meraih kepala gadis itu, mengelus fan menyandarkannya tepat dada Sean. "Iya maaf, aku emosi."
"Emosi ajah sama mereka, ngapain sama aku!"
Sikap Yuli yang terlihat mendominasi sang ibu ketika sedang marah itu sukses membuat Sean merasa gemas. ia bahkan langsung mengukir senyum tampannya kemudian mengecup bibir Yuli singkat. "Kalo ada mereka lagi, tolong jangan keluar kamar! jangan sampe kamu ketemu terus di godian lagi sama mereka!"
Yuli menghapus air matanya dengan punggung telapak tangan. sejenak ia menganggukan kepala lalu menghentikan tangisannya.
"Bagus, itu baru pacar aku!" celetuk Sean mencubit gemas hidung sang kekasih. "Jangan nangis lagi," ucap Sean memohon.
"Liat aku!" Sean meraih dagu sang empu mendongakan wajah Yuli, "Aku cinta kamu Yul."
Yuli mengangguk, ia langsung melingkarkan tangannya diatas bahu Sean lalu kemudian mereka saling mempertemukan bibir dengan lembut hingga akhirnya saling menuntut. hal ini memang sangat sering mereka lakukan, untuk sesaat Yuli selalu bisa melerai nafsu kekasihnya ketika sedang berciuman. tidak untuk kali ini.
Tanpa melepaskan penyatuan tersebut, Sean menghempas tubuh Yuli hingga mereka jatuh diatas ranjang. ciuman Sean mulai turun mengabsen setiap titik diarea leher Yuli, hingga sukses membuat seluruh tubuh Yuli merinding nikmat.
__ADS_1
"Mmm..." Yuli melenguh, ia mendorong dan menarik rambut Sean agar pria itu segera menghentikan aksi nakalnya.
Sean sudah tidak bisa dikendalikan. ia langsung meraih tangan Yuli dan menguncinya hingga pemuda itu bisa dengan leluasa mengecup setiap inci bahian tubuhnya hingga turun kepusat dada.
"Sean lepas, ini udah berlebihan." gerutu Yuli memberontak.
Sean menghentikan aksinya, ia bahkan langsung melepaskabn tangan Yuli dengan sorot mata yang menatap wajah cantik sang empu.
"Aku sayang kamu," Sean kembali meraup bibir Yuli dengan penuh hasrat.
Sulit untuk Yuli mengimbangi Sean sekarang, ciuman yang Sean berikan sedikit agak kasar dengan tangan yang semakin berani menyusup kebalik piyama yang Yuli kenakan.
"Lepas," rengek Yuli kesal.
"Yul," Sean menatap tajam bola mata sang empu. "Percaya sama aku!"
Yuli menelan salivanya dengan bibir bergetar dan perasaan tidak karuan. "Tapi aku takut," lirih Yuli.
__ADS_1
"Percaya sama Aku!" ucap Sean kembali meyakinkan.
Yuli terpaku dengan mata yang menggenang. merasa tenang, Sean akhirnya kembali mencium Yuli dengan penuh kelembutan. ia bahkan memberikan sentuhan-sentuhan dengan sangat berhati-hati agar Yuli bisa lebih tenang untuk menikmati apa yang Sean lakukan.